Purbaya: Jangan Kebanyakan Protes MBG, Itu Pilar Strategi Ekonomi Prabowo
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak berlebihan memprotes program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Menurut Purbaya, program tersebut merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto di era kepemimpinannya.
"Jadi jangan protes kebanyakan MBG. Ini memang program yang diperlukan oleh masyarakat, bagian dari tiga pilar ini," katanya dalam Ekonomic Outlook di Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).
Baca juga: MBG Dorong Ekonomi Lokal, Standar Keamanan Pangan Jadi Tantangan
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis.
Purbaya menjelaskan, strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo bertumpu pada tiga pilar utama yang ia sebut sebagai Sumitronomics.
Pilar tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi tinggi (high economic growth), pemerataan (equitable distribution), dan stabilitas sosial politik.
Menkeu Purbaya menegaskan, MBG dan berbagai program sosial lainnya masuk dalam pilar pemerataan dan stabilitas.
Tanpa pemerataan, pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan berkelanjutan.
Baca juga: BGN: Pengawas Wajib Periksa Bahan Baku Sebelum Masak MBG
"Orang-orang sedang sering protes MBG dan program-program yang lain. Itu adalah satu pilar dari program pembangunan Pak Presiden, pemerataan dan stabilitas sosial politik. Kalau itu tidak ada, yang high economic growth-nya tidak bisa tercipta," katanya.
Purbaya bercerita pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran penting.
Ia mengingatkan situasi Agustus 2025 yang sempat memanas ketika gelombang protes terjadi di berbagai daerah.
Purbaya menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup jika tidak diimbangi pemerataan.
Baca juga: Pengusaha Sebut MBG Buka 1,9 Juta Lapangan Kerja Lewat 22.000 SPPG
Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG).
Sejak September 2025, pemerintah mengeklaim mulai menghidupkan kembali mesin pertumbuhan ekonomi melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.
Dari sisi fiskal, pemerintah mempercepat belanja kementerian dan lembaga agar dana cepat masuk ke sistem perekonomian.
Selain itu, pemerintah juga mengalihkan likuiditas ke sektor perbankan untuk mempercepat pertumbuhan kredit.
"Terus, saya geser uang Rp 200 triliun ke perbankan kan. Orang bilang, ada banyak yang skeptis, apa manfaatnya? Yaitu menambah agensi sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat. Itu juga membalik arah ekonomi dengan signifikan dan menambah kontribusi mesin pertumbuhan dari swasta," katanya.
Baca juga: OJK: Penyaluran Kredit Buat Kopdes Merah Putih dan MBG Tembus Rp 149 Triliun di 2025
Menurut Purbaya, kombinasi dorongan fiskal, moneter, dan sektor swasta itulah yang disebut berhasil membalik arah ekonomi pada akhir kuartal tahun lalu.
Bendahara negara ini meyakini perbaikan ekonomi akan berdampak langsung pada stabilitas sosial politik.
Ketika ekonomi membaik dan lapangan kerja tersedia, tensi sosial dinilai akan mereda.
Ke depan, pemerintah memastikan strategi tiga pilar tersebut akan terus dijalankan untuk menjaga pertumbuhan sekaligus stabilitas nasional.
Tag: #purbaya #jangan #kebanyakan #protes #pilar #strategi #ekonomi #prabowo