ASDP Angkut 13 Ton Sampah Laut, Cermin Tantangan Pesisir Indonesia
Petugas dan peserta Ocean Clean Up Day 2026 membersihkan sampah di kawasan pesisir dan pelabuhan dalam rangka Hari Laut Sedunia. (DOK. ASDP)
22:24
8 Juni 2026

ASDP Angkut 13 Ton Sampah Laut, Cermin Tantangan Pesisir Indonesia

- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), operator transportasi penyeberangan nasional, mengumpulkan lebih dari 13 ton sampah laut dan pesisir melalui kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 yang digelar serentak di berbagai wilayah operasional perusahaan pada Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia 2026.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema “Bridging the Nation, Protecting Our Oceans”, ASDP membersihkan kawasan pesisir, pelabuhan, hingga perairan di sekitar lintasan penyeberangan. Aksi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan laut sekaligus mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dari operasional perusahaan yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan.

“Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir dan perairan, ASDP memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” ujar Heru dalam keterangan pers, Senin (8/6/2026).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh insan ASDP dan stakeholder mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan laut dan kawasan pesisir,” lanjut dia.

Heru menambahkan, langkah sederhana seperti mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan dapat memberikan dampak bagi keberlanjutan ekosistem laut di masa depan.

“Langkah sederhana seperti mengurangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem laut di masa depan,” kata Heru.

Baca juga: ASDP Operasikan Lintasan Hunimua-Waipirit 24 Jam pada Akhir Pekan

Kolaborasi di 27 Wilayah Operasional

Kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 melibatkan lebih dari 400 partisipan yang tersebar di 27 wilayah cabang operasional ASDP.

Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan upaya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir dan perairan agar tetap bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jasa penyeberangan.

Menurut ASDP, aksi bersih-bersih ini tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan di kawasan yang menjadi titik aktivitas transportasi penyeberangan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.

“Kami berharap aksi kolaboratif ini dapat memperkuat budaya peduli lingkungan dan mendorong terciptanya kawasan pesisir, pelabuhan, dan perairan yang bersih secara berkelanjutan,” ujar Windy.

“Hal itu guna mendukung layanan transportasi penyeberangan nasional yang semakin nyaman dan optimal,” tambahnya.

Baca juga: Sampah Plastik Diolah Jadi Setara Solar, Bantu Pariwisata Karimunjawa Jadi Destinasi Hijau

Bagian dari Komitmen Keberlanjutan

ASDP menyatakan terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui berbagai program dan inovasi lingkungan yang dijalankan secara konsisten di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 tentang Ekosistem Laut.

Selain itu, program tersebut juga ditujukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengurangan sampah plastik dan perlindungan kawasan pesisir Indonesia.

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, laut tidak hanya menjadi jalur penghubung antardaerah, tetapi juga ruang yang menopang aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata. Karena itu, pengelolaan dan perlindungan kawasan pesisir serta perairan menjadi salah satu aspek yang dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Baca juga: PGN Dorong Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan Sampah Plastik

Tag:  #asdp #angkut #sampah #laut #cermin #tantangan #pesisir #indonesia

KOMENTAR