Eropa Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik, Siap Tandingi Oreshnik Rusia?
Ilustrasi rudal.(iStockphoto/Ewg3D)
09:06
12 Februari 2026

Eropa Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik, Siap Tandingi Oreshnik Rusia?

- Sebuah perusahaan rintisan pertahanan Jerman-Inggris sukses menggelar uji coba rudal hipersonik pertama yang dikembangkan di Norwegia.

Rudal hipersonik itu bahkan mencapai kecepatan melebihi Mach 6, menandai tonggak penting dalam upaya Eropa untuk mengembangkan persenjataan canggih secara independen.

Pada Senin (9/2/2026), perusahaan Hypersonica mengumumkan bahwa prototipe rudalnya berakselerasi hingga lebih dari 7.400 kilometer per jam.

Dalam uji terbang yang dilakukan di Andoya Space, Norwegia utara tersebut, rudal mampu menempuh jarak lebih dari 300 kilometer.

Baca juga: Ketegangan di Arktik Memanas, Rusia Beri Peringatan Keras soal Greenland

Sistem beroperasi normal saat uji coba

Perusahaan tersebut mengatakan, semua sistem beroperasi secara normal, dengan kinerja yang divalidasi hingga tingkat subkomponen pada kecepatan hipersonik.

"Hypersonica telah mencapai tonggak penting dalam perjalanan kami untuk mengembangkan kemampuan serangan hipersonik berdaulat pertama di Eropa pada 2029," kata para pendiri bersama Philipp Kerth dan Marc Ewenz dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Euronews, Rabu (11/2/2026).

Uji coba ini dilakukan ketika negara-negara Eropa mulai mempercepat belanja pertahanan mereka, menyusul pengerahan sistem rudal hipersonik Oreshnik oleh Rusia.

Angkatan Udara Ukraina menyebut rudal oreshnik melaju dengan kecepatan sekitar 13.000 kilometer per jam.

Baca juga: Perjanjian AS-Rusia Berakhir, Trump Minat Uji Coba Senjata Nuklir

Rudal Oreshnik dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir, dengan jangkauan yang dilaporkan hingga 5.500 kilometer. Rusia telah mengerahkan sistem ini ke Belarus.

Hypersonica menyebut arsitektur modular rudal mereka memungkinkan pengembangan yang jauh lebih cepat dan efisien. 

Biaya produksi pun diklaim dapat ditekan hingga 80 persen dibandingkan program pertahanan konvensional lainnya.

Perusahaan ini bertujuan untuk menyiapkan rudal agar siap digunakan pada 2029, sejalan dengan kerangka kerja hipersonik NATO dan Inggris untuk tahun 2030.

Baca juga: Negara NATO Ini Sebut Ukraina “Musuh”, Tolak Kyiv Gabung Uni Eropa

Anggaran pertahanan Jerman naik drastis

Rudal hipersonik Fattah-1 digunakan saat Iran serang Israel pada Selasa (1/10/2024).IRNA/ALI SHARIFZADEH Rudal hipersonik Fattah-1 digunakan saat Iran serang Israel pada Selasa (1/10/2024).

Jerman mengalokasikan anggaran pertahanan 2026 sebesar 108,2 miliar euro yang terbagi antara 82,7 miliar euro dalam anggaran pertahanan reguler dan 25,5 miliar euro dari dana khusus yang dibentuk setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada awal 2022.

Anggaran tersebut menandai peningkatan bersejarah dari sekitar 95 miliar euro pada 2025 dan lebih dari dua kali lipat pengeluaran dibandingkan dengan 2021.

Kanselir Jerman Friedrich Merz telah berkomitmen untuk mencapai target 3,5 persen dari PDB untuk pertahanan pada tahun 2029, menjadikan militer Jerman sebagai kekuatan konvensional terkuat di Eropa.

Pengadaan militer mengalami peningkatan anggaran terbesar, naik sebesar 16,8 miliar euro dan mencapai 27 persen dari total pengeluaran pertahanan. 

Anggaran tersebut mencakup penambahan 10.000 tentara baru dan 2.000 posisi sipil.

Pemerintah Jerman memprioritaskan pengadaan barang dan jasa dari Eropa, dengan hanya sekitar 8 persen kontrak yang diperkirakan akan diberikan kepada produsen AS.

Baca juga: Iran Ngamuk Garda Revolusi Disebut Teroris”, Sindir Tentara Eropa

Pergeseran pertahanan Eropa

Ketergantungan Eropa pada peralatan pertahanan AS telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Menurut lembaga penelitian perdamaian SIPRI yang berbasis di Stockholm, impor senjata dari AS ke Eropa meningkat lebih dari tiga kali lipat antara tahun 2020 dan 2024 dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, porsi terbesar ekspor senjata AS ditujukan ke Eropa, meningkat dari 13 persen pada 2015-2019 menjadi 35 persen pada 2020-2024.

Negara-negara NATO di Eropa menggandakan impor senjata mereka selama periode ini, dengan dua pertiga berasal dari AS.

Baca juga: Eropa Didesak Lebih Mandiri, meski Kepala NATO Pesimis Tanpa AS

Program kerja Dana Pertahanan Eropa 2026 mencakup 168 juta euro untuk penanggulangan hipersonik dan kemampuan intersepsi endoatmosfer tingkat tinggi.

Rudal hipersonik, yang didefinisikan sebagai rudal yang terbang lebih cepat dari lima kali kecepatan suara namun tetap dapat bermanuver di atmosfer, menimbulkan tantangan signifikan bagi sistem pertahanan udara karena panas ekstrem yang dihasilkan oleh kecepatannya yang tinggi.

Para ahli militer dan pertahanan telah memperdebatkan selama bertahun-tahun apakah rudal hipersonik akan mengubah keseimbangan kekuatan militer antara AS dan Eropa, serta China dan Rusia.

Tag:  #eropa #sukses #coba #rudal #hipersonik #siap #tandingi #oreshnik #rusia

KOMENTAR