Rumor HP Starlink Terjawab, Elon Musk: Kami Tidak Bikin Ponsel
Ilustrasi HP yang bisa terhubung satelit Starlink. (Ilustrais dibuat dengan AI. KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah)
10:36
12 Februari 2026

Rumor HP Starlink Terjawab, Elon Musk: Kami Tidak Bikin Ponsel

- Belakangan ini, santer beredar rumor bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX akan membuat smartphone atau HP yang bisa langsung terkoneksi dengan layanan internet satelit Starlink.

Akan tetapi, rasa penasaran atas kehadiran HP Starlink itu kiranya perlu disetop dulu. Pasalnya, rumor HP Starlink yang telah menyebar luas itu dibantah langsung oleh Elon Musk. Dia menegaskan bahwa SpaceX tidak sedang mengembangkan ponsel.

Baca juga: Tak Puas Cuma buat Internet, Elon Musk Ingin Terbangkan 1 Juta Satelit untuk AI

Pengembangan HP Starlink yang dibantah Elon Musk

Mulanya, desas-desus pengembangan HP dengan koneksi Starlink ini terungkap dari outlet media Reuters yang mengutip pernyataan tiga sumber dalam perusahaan. Menurut laporan itu, upaya ini terkait dengan rencana SpaceX untuk membangun data center di luar angkasa.

Sumber yang dikutip Reuters mengeklaim bahwa ponsel Starlink nanti akan menyaingi smartphone. Walaupun, spesifikasi maupun desain perangkat yang dirumorkan ini belum terungkap lebih lanjut.

"Orang dalam" itu juga berkata bahwa rencana ini sebenarnya sudah dicanangkan selama betahun-tahun.

Sementara itu, CEO SpaceX Elon Musk telah menanggapi kabar ini. Orang terkaya di dunia versi Forbes ini, menyangkal laporan itu dan menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang membuat smartphone.

"Kami tidak sedang mengembangkan ponsel," kata Musk, di X/Twitter dengan handle akun @elonmusk, merespons posting seseorang yang membahas pengembangan smartphone oleh SpaceX dan menyertakan tautan ke artikel Reuters.

Meski menyangkal, Musk pada akhir Januari lalu menyatakan bahwa pengembangan ponsel bagi SpaceX bukan hal yang mustahil.

Baca juga: Peringatan Elon Musk, Tanpa AI dan Robot Amerika Bisa Bangkrut

Hanya saja dia menekankan bahwa ponsel yang dikembangkan perusahaan wahana antariksa itu harus sangat berbeda dari ponsel yang sudah ada di masyarakat saat ini.

Ketimbang smartphone mainstream, ponsel SpaceX justru akan dioptimalkan "khusus untuk menjalankan neural network dengan rasio performa per watt maksimal."

Pernyataan itu bukan berarti bahwa SpaceX sedang mengembangkan smartphone, melainkan penegasan bahwa pengembangan perangkat tersebut bukanlah hal mustahil bagi perusahaan milik salah satu orang terkaya dunia tersebut.

Bahkan Musk pada dasarnya selalu berkata bahwa SpaceX punya banyak proyek yang sedang dikerjakan.

Apalagi kini SpaceX sudah digabungkan dengan startup yang fokus pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) xAI, dihimpun KompasTekno dari Teslarati.

SpaceX akuisisi xAI

Diberitakan sebelumnya, perusahaan anatraiksa milik Elon Musk SpaceX, mengakuisisi perusahaan AI bikinannya sendiri yaitu xAI. Kabar ini diumumkan langsung lewat blog resmi SpaceX pada Senin (2/2/2026) waktu Amerika Serikat.

Dalam pengumuman tersebut, Musk menyebut ini sebagai langkah strategis sebagai fondasi ekosistem teknologi paling terintegrasi di Bumi dan luar angkasa.

Setelah bergabung, SpaceX dan xAI akan membentuk mesin inovasi vertikal, mulai dari AI, roket, internet berbasis satelit, hingga komunikasi langsung ke perangkat seluler.

Musk menegaskan bahwa tujuan utama penggabungan ini adalah mendukung rencana besar membangun pusat data AI di luar angkasa.

Ini didorong oleh kebutuhan listrik global untuk mengoperasikan AI terus melonjak dan tak lagi realistis jika hanya mengandalkan solusi di Bumi.

"Permintaan energi untuk AI secara global tidak bisa dipenuhi dengan solusi terestrial," tulis Musk.

Baca juga: Punya Harta Rp 14.000 Triliun, Elon Musk Merasa Tak Bahagia?

Menurut Musk, satu-satunya solusi yang masuk akal adalah memindahkan upaya-upaya yang sangat boros sumber daya ini ke lokasi yang memiliki pasokan energi dan ruang yang sangat besar.

"Maksud saya, 'space' (angkasa) disebut 'space' (ruang) tentu ada alasannya," kata Musk.

Karena itu ia menyebut, data center berbasis orbit di luar angkasa sebagai satu-satunya solusi logis dalam jangka panjang.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #rumor #starlink #terjawab #elon #musk #kami #tidak #bikin #ponsel

KOMENTAR