F5 Rilis Guardrails dan Red Team, ''Tameng'' untuk Amankan Sistem AI Enterprise
Ilustrasi keamanan siber. (SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO)
12:12
12 Februari 2026

F5 Rilis Guardrails dan Red Team, ''Tameng'' untuk Amankan Sistem AI Enterprise

– Perusahaan keamanan aplikasi F5 meluncurkan dua solusi baru untuk memperkuat perlindungan sistem kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan.

Dua produk tersebut adalah F5 AI Guardrails dan F5 AI Red Team, yang diposisikan sebagai "tameng" untuk mengamankan penggunaan AI di level enterprise.

Kedua solusi ini telah tersedia dan terintegrasi dalam F5 Application Delivery and Security Platform.

Lewat peluncuran ini, F5 menawarkan pendekatan keamanan AI yang menyeluruh, mulai dari tahap pengujian sebelum implementasi hingga perlindungan saat sistem AI sudah berjalan dan digunakan secara aktif.

Chief Product Officer F5, Kunal Anand, mengatakan bahwa pendekatan keamanan konvensional dinilai tidak lagi memadai untuk mengimbangi perkembangan AI yang sangat cepat.

Baca juga: F5: Adopsi Agentic AI Melonjak, Keamanan API Indonesia Masih Tertinggal

Menurut Anand, perusahaan membutuhkan sistem perlindungan yang mampu beradaptasi secepat model AI itu sendiri. Di sinilah AI Guardrails dan Red Team akan bekerja.

"F5 AI Guardrails dirancang untuk melindungi lalu lintas (traffic) AI secara real-time, sementara F5 AI Red Team secara proaktif menemukan kerentanan sebelum sistem masuk ke tahap produksi," kata Anand dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Anand juga mengatakan, ancaman yang muncul tidak hanya berupa serangan siber konvensional, tetapi juga teknik baru seperti prompt injection, jailbreak model, manipulasi output, serta potensi kebocoran data sensitif.

Untuk perlindungan, F5 AI Guardrails berfungsi sebagai lapisan perlindungan runtime yang bersifat model-agnostic, artinya dapat digunakan untuk berbagai model AI tanpa bergantung pada penyedia tertentu.

Sistem ini dapat memantau dan menyaring input serta output AI untuk mencegah respons berbahaya.

Selain itu, Guardrails juga dilengkapi fitur observability dan auditability. Fitur ini memungkinkan perusahaan melacak interaksi AI secara lebih transparan.

Kemampuan tersebut dinilai penting untuk memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap regulasi yang semakin ketat, seperti GDPR maupun EU AI Act.

Kemudian, F5 AI Red Team dirancang sebagai sistem pengujian keamanan otomatis dan berkelanjutan. Solusi ini mensimulasikan berbagai skenario serangan, termasuk ribuan pola ancaman yang terus diperbarui setiap bulan.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi kerentanan sebelum sistem AI digunakan secara luas oleh pengguna akhir.

Baca juga: Studi Harvard: Pakai AI di Kantor Malah Bikin Karyawan Makin Lelah

Hasil temuan dari AI Red Team nantinya akan diintegrasikan ke dalam kebijakan AI Guardrails. Dengan mekanisme tersebut, sistem keamanan dapat terus diperbarui dan disesuaikan dengan ancaman terbaru, menciptakan siklus perlindungan yang berkelanjutan.

F5 menyebut, kedua solusi ini telah diadopsi oleh sejumlah perusahaan global, termasuk perusahaan di sektor layanan keuangan dan kesehatan.

Tag:  #rilis #guardrails #team #tameng #untuk #amankan #sistem #enterprise

KOMENTAR