Eks Ajax Kebingungan Pertama Kali Main di Super League: Saya Ada Di Mana? Ini Dunia yang Berbeda
- Gelandang Belanda, Donny Warmerdam, direkrut PSIM Yogyakarta pada September 2025 dengan kontrak satu tahun.
- Warmerdam pindah ke Indonesia setelah sebelumnya memperkuat Jong Ajax dan De Graafschap di Belanda.
- Kepindahan ini dipengaruhi oleh ajakan pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, meskipun menunda ambisi Eredivisie.
Bagi pemain asing bermain di kompetisi baru seperti BRI Super League tentu bukan hal yang mudah. Khususnya buat pemaain dari Eropa membutuhkan proses adaptasi yang tidak sebentar.
Salah satu pemain asing baru di BRI Super League musim ini ialah gelandang asal Belanda, Donny Warmerdam.
Lulusan akademi Ajax yang sempat memperkuat De Graafschap itu kini memulai petualangan baru di Indonesia bersama PSIM Yogyakarta.
Donny direkrut pada September 2025 dan mendapat kontrak selama satu tahun.
Sebelum ke PSIM, Warmerdam bergabung dengan Ajax sejak usia delapan tahun pada 2010.
Ia menempuh seluruh jenjang akademi dan mencatatkan 82 penampilan bersama Jong Ajax.
Pada musim panas 2023, ia pindah ke De Graafschap dan menjadi pemain inti.
Meski tampil cukup konsisten, kontraknya tak diperpanjang. Warmerdam pun berstatus bebas transfer sebelum akhirnya menerima pinangan PSIM Yogyakarta.
Keputusan hijrah ke Indonesia tak lepas dari peran pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel. Mantan pelatih NAC Breda itu disebut aktif menghubungi pihak Warmerdam.
“Saya sempat menunggu opsi lain karena berharap bisa ke klub Eredivisie. Tapi kesempatan itu belum datang. Setelah berbicara langsung dengan Van Gastel tentang kehidupan dan sepak bola di sini, saya semakin yakin,” ujar Warmerdam dilansir dari Voetbalzone.
Tiba di Yogyakarta, Donny mengaku sempat terkejut dengan perbedaan budaya.
“Beberapa hari pertama saya sempat berpikir: saya ada di mana? Ini dunia yang berbeda. Tapi saya menikmatinya,” katanya.
Namun ia terkesan dengan keramahan masyarakat Indonesia, khususnya orang Yogyakarta. “Semua orang menyapa dengan ramah. Itu berbeda dengan Belanda yang cenderung lebih tertutup saat pertama bertemu.”
“Tiga hari setelah diperkenalkan resmi, saya menonton pertandingan dari tribune. Saya memakai topi. Begitu saya melepasnya, langsung terdengar teriakan ‘Donny, Donny’,” ungkapnya.
“Di sini benar-benar terasa betapa sepak bola hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Meski harus menunda ambisi bermain di Eredivisie, Warmerdam menegaskan langkah ke Indonesia bukan akhir dari mimpinya.
“Saya masih muda. Siapa tahu kesempatan itu datang lagi. Tapi untuk sekarang, saya ingin berkembang di sini dan memberikan yang terbaik,” tutupnya.
Kontributor: Azka Putra
Tag: #ajax #kebingungan #pertama #kali #main #super #league #saya #mana #dunia #yang #berbeda