Ketergantungan pada MinyaKita Disorot Mendag, Produsen Diminta Tambah Merek
Minyakita yang disalurkan ID FOod(Dok ID FOod)
15:24
12 Februari 2026

Ketergantungan pada MinyaKita Disorot Mendag, Produsen Diminta Tambah Merek

-Menteri Perdagangan Budi Santoso mengimbau produsen minyak goreng memproduksi minyak goreng second brand guna memperluas pilihan masyarakat.

Ia menilai peningkatan produksi second brand membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi untuk memenuhi kebutuhan harian.

Second brand disebut sebagai pendamping MinyaKita, minyak goreng kemasan sederhana milik Kementerian Perdagangan yang ditujukan untuk kebutuhan rakyat.

"Produksi MinyaKita sangat banyak sangat berlimpah," kata Budi di Palembang, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Kemendag Belum akan Naikkan Harga MinyaKita Meski CPO Makin Mahal

Budi berharap produsen memperbanyak produksi second brand agar pasokan tetap terjaga dan pasar tidak bergantung pada satu produk.

Sebelum program MinyaKita berjalan, jumlah merek second brand mencapai sekitar 50 jenis. Jumlah tersebut menyusut setelah banyak produsen beralih memproduksi MinyaKita.

MinyaKita menjadi bagian dari kebijakan domestic market obligation atau DMO. Volume produksinya bergantung pada kinerja ekspor. Kondisi itu membuat peran second brand dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Second brand minyak goreng tersedia dalam berbagai kemasan, mulai 250 mililiter hingga 500 mililiter. Merek, jenis, dan harga juga bervariasi.

MinyaKita kemudian kerap dijadikan indikator tunggal ketersediaan dan stabilisasi harga. Ketika MinyaKita tidak tersedia, muncul anggapan minyak goreng langka. Padahal, merek lain masih tersedia di pasaran.

Baca juga: Kemendag: 33 Persen DMO MinyaKita Sudah Disalurkan Lewat BUMN

Direktur Utama PT Indokarya Internusa Palembang Kanna menyebut stok bahan baku produksi dalam kondisi aman.

Produksi saat ini mencapai sekitar 72.000 liter per hari atau sekitar 6.000 dus per hari. Setiap dus berisi 12 pak atau 12 liter.

Distribusi sekitar 80 persen disalurkan ke Sumatera Selatan melalui kerja sama dengan distributor dan Bulog. Sebagian produk dikirim ke Jambi serta sejumlah provinsi lain di sekitar Sumatera Selatan hingga wilayah lainnya.

"Stok bahan baku juga aman saat ini, hanya saja harganya memang terus naik dari waktu ke waktu," ujar Kanna.

Tag:  #ketergantungan #pada #minyakita #disorot #mendag #produsen #diminta #tambah #merek

KOMENTAR