Basarnas: Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tinggi
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/12/2025).(KOMPAS.com/Rahel)
10:46
12 Februari 2026

Basarnas: Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tinggi

- Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara dengan tingkat risiko bencana tinggi di dunia.

Syafii mengatakan, posisi tersebut membuat tugas Basarnas akan terus dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Basarnas dihadapkan dengan berbagai tantangan, antara lain dari World Risk Report menyatakan bahwa Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi,” kata Syafii, dalam Forum Dialog Sarasehan HUT Basarnas Ke-54 di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Syafii mengatakan, salah satu prediksi bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia adalah megathrust yang tersebar di 13 wilayah.

Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Banyak Provinsi Indonesia Kamis Ini

Selain itu, Basarnas mengantisipasi bencana lainnya yang terjadi akibat perubahan iklim.

“Kemudian adanya perubahan iklim global juga berdampak pada meningkatnya frekuensi bencana, kecelakaan, serta kondisi membahayakan manusia,” ujar dia.

Saat ini, kata Syafii, Basarnas baru memiliki 5.462 personel yang tersebar di 45 kantor SAR.

Menurut dia, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk memberikan layanan kepada 280 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau di seluruh wilayah Indonesia.

“Sementara itu, dari sisi anggaran, grafik menunjukkan bahwa anggaran Basarnas cenderung mengalami penurunan, sementara kebutuhan biaya operasi dan pemenuhan sumber daya terus meningkat dan tidak terprediksi,” tutur dia.

Baca juga: Program GCI Masih Baru, Visa Khusus Diaspora Indonesia Belum Banyak Pengajuan

Syafii yakin melalui komunikasi, koordinasi, kolaborasi, sinergi, dan solidaritas di antara para pemangku kepentingan akan memperkuat sistem SAR nasional.

“Melalui sarasehan ini kami sangat mengharapkan terciptanya ruang dialog terbuka dan konstruktif bagi seluruh pihak guna memperkuat sinergi, memperdalam pemahaman, serta melahirkan solusi bersama demi kemajuan layanan SAR di Indonesia,” ucap dia.

Tag:  #basarnas #indonesia #peringkat #ketiga #negara #dengan #risiko #bencana #tinggi

KOMENTAR