MSCI Rombak Saham RI, INDF Turun Kelas dan Dua Emiten Terdepak
MSCI merombak komposisi saham Indonesia dalam review Februari 2026. INDF turun ke small cap, sementara ACES dan CLEO keluar dari indeks.()
10:52
12 Februari 2026

MSCI Rombak Saham RI, INDF Turun Kelas dan Dua Emiten Terdepak

– Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali merombak komposisi saham Indonesia dalam tinjauan berkala terbarunya. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada pergerakan sejumlah saham, tetapi juga memunculkan kekhawatiran atas posisi Indonesia di indeks global.

MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Februari 2026 pada Selasa (10/2/2026). Seluruh perubahan akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 27 Februari 2026 dan efektif mulai 2 Maret 2026.

“Seluruh perubahan akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 27 Februari dengan tanggal efektif pada 2 Maret,” tulis MSCI dalam pengumumannya.

Baca juga: Usai Pertemuan Dengan MSCI, BEI Bakal Terbitkan Shareholder Concentration List

Dalam tinjauan tersebut, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diturunkan dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes.

Sementara itu, dua emiten lain yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dikeluarkan dari MSCI Small Cap Indexes sehingga tidak lagi tercakup dalam indeks global tersebut.

Secara historis, perubahan komposisi indeks MSCI kerap memicu penyesuaian portofolio oleh investor institusi dan dana indeks (passive funds). Saham yang turun kelas atau keluar dari indeks berpotensi mengalami arus dana keluar (outflow) dalam jangka pendek.

Namun, keputusan MSCI kali ini tidak hanya menyangkut perubahan konstituen. Lembaga penyedia indeks global tersebut juga menetapkan pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Baca juga: Hasil Negosiasi Dengan MSCI Masih Rahasia, Begini Penjelasan Bos BEI

Selain itu, MSCI membekukan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antar-segmen ukuran indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam keterangannya, MSCI menyebut kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Langkah tersebut sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan perbaikan transparansi.

MSCI juga menyatakan akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia apabila tidak terdapat perbaikan hingga Mei 2026.

Evaluasi tersebut mencakup kemungkinan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emerging MSCI untuk seluruh sekuritas Indonesia, hingga potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market menjadi Frontier Market.

Tag:  #msci #rombak #saham #indf #turun #kelas #emiten #terdepak

KOMENTAR