Sudah 9 Tahun Pacaran, Valerie dan Ian Prioritaskan Finansial dan Mental Sebelum Menikah
Pacaran 9 tahun, Valerie dan Ian pilih tunda nikah demi kesiapan finansial dan mental. Menikah bukan soal umur. (dok. Valerie)
13:10
12 Februari 2026

Sudah 9 Tahun Pacaran, Valerie dan Ian Prioritaskan Finansial dan Mental Sebelum Menikah

Di tengah anggapan bahwa lamanya masa pacaran seharusnya berujung pada pernikahan, Valerie dan Ian memilih berjalan dengan ritme mereka sendiri.

Hampir sembilan tahun menjalin hubungan, keduanya sepakat belum melangkah ke jenjang pernikahan karena masih memprioritaskan kesiapan finansial dan mental.

Bagi Valerie, membangun pondasi sebelum menikah adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ia dan Ian menilai, pernikahan bukan sekadar seremoni atau pencapaian usia tertentu, melainkan komitmen jangka panjang yang membutuhkan kesiapan menyeluruh.

“Alasan terbesar adalah sedang menata pondasi yang menurut kami paling penting untuk ke jenjang pernikahan yaitu finansial dan kesiapan mental satu sama lain,” ujar Valerie saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Apakah Takut Menikah itu Wajar? Ini Penjelasan Psikolog

Stabilitas finansial dan kesiapan mental jadi prioritas utama

Menurut mereka, stabilitas finansial bukan hanya soal memiliki penghasilan tetap, tetapi juga tentang kemampuan merencanakan masa depan bersama.

Mulai dari mengatur pengeluaran, menyiapkan dana darurat, hingga memikirkan tujuan jangka panjang seperti tempat tinggal dan rencana keluarga.

Di sisi lain, kesiapan mental menjadi aspek yang tak kalah penting. Hubungan yang telah berjalan hampir satu dekade membuat keduanya belajar banyak tentang komunikasi, kompromi, dan pengelolaan emosi.

Mereka menyadari bahwa pernikahan akan menghadirkan dinamika yang lebih kompleks dibanding masa pacaran.

Baca juga: Ketakutan Menikah di Kalangan Anak Muda: Wajar atau Perlu Diwaspadai?

Tak terjebak dengan pertanyaan "kapan nikah?"

Seperti banyak pasangan lain, Valerie dan Ian tak luput dari pertanyaan klasik, “kapan nikah?”.

Valerie mengakui pernah berada di fase merasa tertekan oleh ekspektasi lingkungan sekitar.

Namun, seiring waktu, mereka memilih untuk menerima bahwa setiap pasangan memiliki timeline yang berbeda.

Alih-alih terjebak dalam tekanan sosial, keduanya kini fokus pada tujuan bersama.

“Sekarang kami acceptance dan tidak terganggu dengan pertanyaan itu. Dibanding terjebak dengan pertanyaan tersebut, kami memilih untuk fokus dengan apa yang ingin kami capai bersama dalam masa depan kami nanti,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan kematangan emosional dalam memandang hubungan.

Mereka sepakat bahwa keputusan menikah seharusnya lahir dari kesiapan pribadi, bukan dorongan eksternal.

Baca juga: Cerita Elsa dan Kevin Memilih Tak Buru-buru Menikah meski Telah Pacaran Hampir 6 Tahun

Kesetaraan jadi kunci hubungan langgeng

Salah satu alasan hubungan mereka tetap bertahan selama hampir sembilan tahun adalah adanya rasa cinta dan sayang yang setara.

Valerie menilai kesetaraan menjadi fondasi penting dalam menjaga hubungan tetap sehat.

Kesetaraan itu tercermin dalam kepercayaan, dukungan, dan usaha yang sama-sama diberikan untuk mempertahankan hubungan.

Mereka juga yakin bahwa masing-masing adalah pasangan yang tepat.

“Kami selalu berusaha setara dalam berbagai aspek, seperti kepercayaan, support, effort, dan lain sebagainya. Kami juga bersyukur akan kehadiran masing-masing,” ungkap Valerie.

Baca juga: Menikah Bukan Soal Umur, Valerie dan Ian Ungkap Arti Kesiapan Setelah 9 Tahun Pacaran

Ilustrasi pasangan menghitung arus kas. 

DOK. Freepik.com/tirachardz. Ilustrasi pasangan menghitung arus kas.

Siap menikah adalah proses

Bagi Valerie dan Ian, siap menikah adalah hal yang kompleks.

Tidak cukup hanya merasa saling mencintai, tetapi juga harus siap secara fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual.

Mereka memandang pernikahan sebagai komitmen sakral seumur hidup. Artinya, kedua pihak harus mampu bertanggung jawab bersama dalam membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis.

“Ga cuma lewat kata-kata, tapi kesiapan dibuktikan lewat proses panjang yang harus diusahakan secara pribadi dan bersama untuk konteks menikah,” jelasnya.

Kisah Valerie dan Ian menjadi gambaran bahwa bagi banyak pasangan, membangun pondasi yang kuat jauh lebih penting daripada memenuhi ekspektasi sosial.

Pada akhirnya, keputusan menikah bukan soal cepat atau lambat, melainkan soal seberapa siap dua individu berjalan bersama dalam komitmen jangka panjang.

Tag:  #sudah #tahun #pacaran #valerie #prioritaskan #finansial #mental #sebelum #menikah

KOMENTAR