KSAD: Pengiriman Pasukan Perdamaian Ke Gaza Sesuai Kebutuhan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak saat ditemui di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)
14:26
12 Februari 2026

KSAD: Pengiriman Pasukan Perdamaian Ke Gaza Sesuai Kebutuhan

- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, jumlah personel yang dikirim ke Gaza sebagai pasukan perdamaian internasional sudah sesuai dengan kebutuhan.

“Tidak, itu tergantung kebutuhan, hasil rapat bersama hasil diskusi,” kata Maruli, di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Maruli mengatakan, pasukan tersebut juga akan bergabung dengan pasukan dari negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace.

“Jadi, hasil diskusi itu bagaimana gabungan beberapa negara berperan, di mana itu hasil rapat sejauh mana kita mampu sebaik mungkin kita lakukan,” ujar dia.

Baca juga: KSAD Tunggu Perintah Mabes TNI Terkait Kasus Penembakan Smart Air

Sebelumnya, Indonesia menyatakan tengah bersiap mengirim hingga 8.000 personel militer ke Gaza sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian internasional.

Rencana ini dikaitkan dengan tahap lanjutan skema perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan tersebut menjadikan Indonesia negara pertama yang menyampaikan komitmen jumlah pasukan secara spesifik.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, Indonesia sedang menyiapkan satu brigade untuk kemungkinan misi tersebut.

Jumlahnya diperkirakan berkisar antara 5.000 hingga 8.000 personel.

“Semuanya masih dinegosiasikan, belum pasti. Jadi sampai sekarang belum ada kepastian soal jumlahnya,” kata Maruli.

Baca juga: Istana Ungkap Indonesia Akan Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

Maruli menambahkan, pelatihan bagi para tentara yang disiapkan telah dimulai, di mana para tentara akan berfokus pada peran medis dan teknik di Gaza.

“Kami sudah mulai melatih orang-orang yang berpotensi menjadi penjaga perdamaian. Jadi kami menyiapkan satuan teknik dan kesehatan,” ujar dia.

Sementara itu, radio publik Israel pada Selasa (10/2/2026) melaporkan bahwa sebuah lokasi di Gaza selatan, di antara Rafah dan Khan Younis, telah ditetapkan sebagai lokasi barak bagi pasukan Indonesia.

Baca juga: Kronologi Pria Diduga Oknum TNI Ribut dengan Pemotor di Bekasi, Dipicu Lawan Arah

Jika terwujud, kehadiran pasukan penjaga perdamaian Indonesia akan menjadi momen bersejarah.

Ini akan menjadi pasukan asing pertama yang ditempatkan di Gaza sejak 1967, sekaligus menempatkan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di pusat salah satu konflik paling rumit di Timur Tengah.

Tag:  #ksad #pengiriman #pasukan #perdamaian #gaza #sesuai #kebutuhan

KOMENTAR