Bahlil Pangkas Produksi Batu Bara untuk Tahan Harga Global yang Anjlok
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana, Jakarta, Rabu (11/2/2026).(Sekretariat Presiden )
15:44
12 Februari 2026

Bahlil Pangkas Produksi Batu Bara untuk Tahan Harga Global yang Anjlok

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan produksi batu bara tetap dipangkas untuk menopang harga di pasar internasional. Indonesia menyuplai sekitar 43 hingga 45 persen batu bara yang diperdagangkan ke luar negeri.

“Kalau kita produksinya banyak (tapi) permintaannya sedikit, (maka) harganya murah. Ya, kami buat saja keseimbangan berapa konsumsi, itu yang diproduksi,” ujar Bahlil dalam acara Strategi Swasembada Energi 2026: Hilirisasi, Transisi dan Investasi di Jakarta, Kamis.

Bahlil menjelaskan konsumsi batu bara dunia mencapai 8,9 miliar ton. Volume yang diperdagangkan hanya sekitar 1,3 miliar ton. Indonesia mengekspor sekitar 560 juta ton.

“Indonesia menyuplai batu bara keluar negeri 560 juta ton. Tapi, harganya bukan kita yang kendalikan, ini kan abuleke (tukang tipu) namanya,” ucap Bahlil.

Baca juga: Masuk Bisnis Batu Bara, MEJA Bakal Akuisisi 45 Persen Saham Trimata Coal Perkasa

Harga batu bara acuan menunjukkan tren penurunan. HBA periode I Februari 2026 tercatat 106,11 dollar AS per ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2025 sebesar 124,24 dollar AS per ton.

Asosiasi pertambangan sebelumnya meminta evaluasi kebijakan pembatasan produksi untuk 2026. Mereka berharap kuota batu bara dan nikel dinaikkan.

Bahlil menilai produksi komoditas tidak terbarukan perlu dijaga untuk generasi berikutnya.

“Masalahnya, pengusaha-pengusaha kita, teman-teman saya ini, sudah terlalu terbiasa dengan produksi banyak terus. Saya katakan, Bos, negara ini bukan milik kita saja. Ada anak cucu kita,” ucap Bahlil.

Ia menyatakan komoditas seperti batu bara dan nikel tidak perlu diproduksi masif jika harga belum menguntungkan. Sumber daya yang belum diekstraksi dinilai dapat diwariskan.

“Suatu saat kita meninggal, mereka ini yang melanjutkan perjuangan negara ini. Jangan di saat mereka memimpin, barang sudah habis karena kelakuan kita. Sudah begitu, dijual murah lagi,” kata Bahlil.

Baca juga: Bahlil Setor 18 Proyek Hilirisasi ke Presiden, Enam Mulai Dibangun

Pemerintah menetapkan kuota produksi batu bara 2026 sekitar 600 juta ton. Angka ini turun sekitar 190 juta ton dari realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Kuota bijih nikel ditetapkan 250 hingga 260 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan RKAB 2025 sebesar 379 juta ton.

Tag:  #bahlil #pangkas #produksi #batu #bara #untuk #tahan #harga #global #yang #anjlok

KOMENTAR