Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Ilustrasi(MAGNIFIC)
09:36
31 Mei 2026

Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut

- Kanker stadium lanjut tidak hanya menimbulkan tantangan secara fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan medis, melainkan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh melalui perawatan paliatif yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.

Perawatan paliatif diberikan kepada pasien yang sudah tidak lagi merespons  pengobatan yang bertujuan menyembuhkan penyakit. Pada fase ini, fokus utama bergeser dari upaya penyembuhan menjadi pengendalian gejala, pengurangan penderitaan, serta pemenuhan kebutuhan emosional dan spiritual pasien.

Baca juga: Kanker Tiroid Punya Angka Kesembuhan Tinggi Jika Ditemukan Awal

Mengatasi nyeri sebagai prioritas utama

Salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien kanker stadium lanjut adalah nyeri. 

Ketua Departemen Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Dr. Riri Maria, S.Kp., MANP, menjelaskan bahwa nyeri merupakan masalah yang sangat penting untuk ditangani dalam perawatan paliatif.

"Berdasarkan studi meta-analisis dan systematic review tahun 2023, nyeri pada pasien kanker mencapai 44,5 persen," ujarnya dalam sesi simposium di The 6th Siloam Oncology Summit 2026 (23/5/2026).

Penyebab nyeri pada pasien kanker bersifat multifaktor. Rasa sakit dapat berasal dari perkembangan kanker itu sendiri, efek samping pengobatan seperti operasi, radioterapi, dan kemoterapi, maupun prosedur biopsi. Selain itu, massa tumor yang menekan saraf atau menyebar ke organ lain juga dapat memicu nyeri yang signifikan.

Baca juga: Ketahui, 4 Stadium Kanker Serviks dan Cara Menanganinya

Salah satu terapi yang sering digunakan pada pasien kanker stadium lanjut adalah morfin  yang diberikan berdasarkan pertimbangan medis yang ketat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Dukungan psikososial sama pentingnya dengan pengobatan fisik

Selain masalah fisik, pasien kanker stadium lanjut juga sering menghadapi berbagai tantangan psikologis dan sosial. 

Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit. Teknologi kecerdasan buatan kini mampu mendeteksi diagnosis penyakit di ruang gawat darurat dengan tingkat akurasi yang melampaui kemampuan dokter manusia.FREEPIK Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit. Teknologi kecerdasan buatan kini mampu mendeteksi diagnosis penyakit di ruang gawat darurat dengan tingkat akurasi yang melampaui kemampuan dokter manusia.

Prof. Dr. Christantie Effendy, SKp., M.Kes. dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa perawatan paliatif harus memperhatikan kondisi emosional dan spiritual pasien secara bersamaan.

Menurutnya, nyeri tidak dapat dipandang hanya sebagai masalah fisik. Faktor psikologis, sosial, dan spiritual juga berperan besar dalam pengalaman nyeri seseorang. Ketika rasa sakit tidak ditangani dengan baik, pasien dapat mengalami kecemasan dan depresi yang pada akhirnya membuat persepsi nyeri semakin berat.

Baca juga: Studi Terbaru Ungkap 5 Tipe Pola Tidur, Ada yang Berkaitan dengan Depresi dan Penyakit Jantung

Penelitian yang dilakukan Prof. Christantie membandingkan pengalaman pasien kanker stadium lanjut di Indonesia dan Belanda. 

“Pasien di Belanda dan Indonesia lebih dari 70 persen sama-sama mengalami nyeri. Namun, masalah psikologis lebih banyak dialami oleh pasien di Belanda karena umumnya mereka menjalani rawat inap sendirian. Sedangkan di Indonesia, banyak anggota keluarga yang mendampingi pasien selama 24 jam sehari,” paparnya. 

Sebaliknya, budaya kekeluargaan di Indonesia membuat banyak pasien didampingi anggota keluarga hampir sepanjang waktu. Kehadiran keluarga terbukti memberikan dukungan emosional yang sangat berarti dan membantu menjaga kondisi psikososial pasien tetap lebih baik.

Baca juga: Jenis Skrining Kanker yang Direkomendasikan Dokter

Peran komunikasi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien

Dukungan psikososial tidak selalu harus dalam bentuk intervensi yang kompleks. Hal-hal sederhana seperti menyapa pasien dengan namanya, mendengarkan keluhannya, atau menunjukkan perhatian secara personal dapat memberikan dampak yang besar.

Komunikasi yang terbuka antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan menjadi sangat penting. Pasien perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan keinginan, kekhawatiran, dan harapannya, sementara keluarga juga perlu dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam kondisi kanker stadium lanjut, keluarga sering kali ingin terus mengupayakan berbagai tindakan medis demi kesembuhan pasien. Namun, ketika pasien sudah membutuhkan perawatan paliatif, tujuan utama yang perlu diutamakan adalah kenyamanan dan kualitas hidup, bukan lagi kesembuhan yang mungkin sudah tidak dapat dicapai.

Tenaga kesehatan juga perlu menyampaikan kondisi pasien secara jujur dengan bahasa yang empatik, tanpa memberikan harapan yang tidak realistis. Dengan demikian, seluruh pihak dapat bersama-sama mengambil keputusan terbaik bagi pasien.

Baca juga: Waspada, Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Saluran Cerna

Memenuhi kebutuhan spiritual di akhir kehidupan

Aspek spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perawatan paliatif. Banyak pasien yang mendekati akhir hayat memiliki kebutuhan untuk merasa dekat dengan keluarga, menjalankan keyakinan yang dianut, atau mendapatkan ketenangan batin.

Prof. Christantie menyoroti bahwa berdasarkan berbagai penelitian, banyak orang yang berada dalam kondisi menjelang ajal ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) karena keluarga merasa itu adalah tempat yang paling aman.

Padahal, suasana ICU yang dipenuhi alat medis dan bunyi mesin belum tentu sesuai dengan kebutuhan emosional pasien di akhir kehidupannya. Kehadiran keluarga, sentuhan kasih sayang, doa, dan pendampingan sering kali menjadi hal yang jauh lebih bermakna bagi pasien pada masa-masa tersebut.

Karena itu, rumah sakit dan keluarga perlu bekerja sama untuk memastikan kebutuhan spiritual pasien tetap terpenuhi hingga akhir hayatnya.

Baca juga: Mitos Kanker Paru yang Masih Banyak Dipercaya, Ini Faktanya

Tag:  #pentingnya #perawatan #fisik #spiritual #pasien #kanker #stadium #lanjut

KOMENTAR