Alasan Jordi Cruyff Pilih Calon Nakhoda Timnas Indonesia Latih Jong Ajax
- Jordi Cruyff membantah spekulasi bahwa penunjukan Oscar Garcia sebagai pelatih Jong Ajax bertujuan promosi ke tim utama.
- Garcia direkrut karena filosofi pelatihannya mirip Ajax, didukung pengalaman di kompetisi top Eropa.
- Tujuan utama Garcia di Jong Ajax adalah membantu memaksimalkan pengembangan pemain muda klub tersebut setiap hari.
Penasihat teknis Timnas Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Dirtek Ajax Amsterdam, Jordi Cruyff buka suara perihal pemilihan Oscar Garcia sebagai pelatih Jong Ajax.
Oscar Garcia beberapa waktu lalu sempat masuk dalam calon pelatih Timnas Indonesia pengganti Patrick Kluivert.
Penunjukan Oscar Garcia sebagai pelatih Jong Ajax sempat mengejutkan publik.
Pelatih asal Spanyol berusia 52 tahun itu menggantikan Willem Weijs dan dinilai memiliki rekam jejak mentereng, termasuk pengalaman melatih di berbagai kompetisi top Eropa.
Spekulasi pun muncul: apakah Garcia sedang dipersiapkan untuk naik ke kursi pelatih tim utama Ajax?
Menanggapi hal tersebut, Jordi Cruyff dengan tegas membantah.
“Rencana itu tidak ada. Dalam sepak bola kita tak pernah tahu apa yang bisa terjadi, tetapi itu bukan titik awal pemikiran kami,” ujar Cruijff kepada Voetbal International.
Menurutnya, secara strategis promosi tersebut memang terdengar logis. Namun, itu bukan tujuan utama di balik penunjukan Garcia.
“Saya paham pertanyaannya. Secara strategi memang bisa terdengar masuk akal, tapi itu bukan pola pikir di balik keputusan ini,” tegasnya.
Jordi Cruyff dan Garcia memiliki kedekatan sejak sama-sama berada di lingkungan FC Barcelona.
Garcia tumbuh dalam sistem sepak bola Blaugrana, yang secara filosofi dinilai memiliki banyak kemiripan dengan Ajax, terutama dalam hal pembinaan pemain muda dan gaya bermain.
Faktor inilah yang menjadi salah satu alasan utama Ajax merekrutnya.
“Dia seseorang yang sudah melalui banyak pengalaman, dibesarkan di Barcelona, yang dari segi metode pembinaan dan cara bermain cukup mirip dengan Ajax. Dia sudah memahami banyak hal yang menjadi identitas klub ini,” jelas Cruyff.
Selain itu, pengalaman Garcia di liga-liga besar juga dianggap penting untuk perkembangan para pemain muda.
“Fakta bahwa dia pernah bekerja di kompetisi besar itu menarik. Para pemain bisa melihat dan belajar dari pengalamannya,” lanjutnya.
Cruyff menekankan bahwa Garcia datang ke Ajax bukan untuk mengejar promosi jabatan, melainkan untuk membantu perkembangan para pemain muda.
“Dia adalah seseorang yang ingin membantu klub, bukan memikirkan untuk naik jabatan. Dia ingin setiap hari membantu pemain menjadi lebih baik,” katanya.
Cruyff juga meminta agar Garcia mendorong para pemain muda Jong Ajax tampil maksimal jika ingin naik ke level lebih tinggi.
“Saya meminta mereka untuk benar-benar mendorong para pemain. Mereka harus langsung sadar bahwa jika ingin naik level, maka buktikan itu di lapangan,” pungkasnya.
Kontributor: Azka Putra
Tag: #alasan #jordi #cruyff #pilih #calon #nakhoda #timnas #indonesia #latih #jong #ajax