Meninggal karena Kanker, James Van Der Beek Akui Tak Alami Gejala Mencurigakan
James Van Der Beek mengunjungi WarnerMedia Lodge: Meningkatkan Kualitas Bercerita Bersama AT&T selama Festival Film Sundance 2020 pada 24 Januari 2020 di Park City, Utah. Kematian aktor ?Dawson?s Creek? di usia 48 menjadi pengingat pentingnya gaya hidup sehat dan skrining dini kanker usus.(VIVIEN KILLILEA/AFP)
11:30
12 Februari 2026

Meninggal karena Kanker, James Van Der Beek Akui Tak Alami Gejala Mencurigakan

- Bintang serial Dawson's Creek,  James Van Der Beek meninggal dunia pada 11 Februari 2026 karena kanker usus yang dideritanya.

Aktor berusia 48 tahunt tersebut membuat pengumuman diagnosis kankernya di tahun 2024. Dalam sebuah wawancara ia mengungkapkan tanda peringatan pertama dari kanker kolon yang dideritanya, dan itu adalah tanda yang pada saat itu tidak terlihat mengkhawatirkan.

"Saya sehat. Saya melakukan rendam air dingin, dalam kondisi kardiovaskular yang luar biasa, dan saya sama sekali tidak tahu sedang mengidap kanker stadium 3," ujarnya kepada Healthline.

Baca juga: James Van Der Beek Meninggal karena Kanker Usus Besar, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Satu-satunya gejala yang dia alami adalah perubahan pada buang air besar, yang menurut aktor itu disebabkan oleh pengaruh konsumsi kopinya.

"Sebelum diagnosis saya, saya tidak banyak tahu tentang kanker kolorektal," kata Van Der Beek. "Saya bahkan tidak menyadari bahwa usia skrining telah turun menjadi 45; saya pikir masih 50." 

Akhirnya, dia menjalani pemeriksaan kolonoskopi, yang menunjukkan bahwa ayah enam anak tersebut menderita kanker usus besar stadium 3.

Baca juga: James Van Der Beek Tampil Kurus di Reuni Dawsons Creek, Sedang Lawan Kanker

Pentingnya deteksi dini

Ahli onkologi Profesor Eitan Friedman, M.D., Ph.D., menegaskan bahwa perubahan dalam kebiasaan buang air besar adalah tanda peringatan utama yang seharusnya menimbulkan kecurigaan terhadap kanker kolorektal.

Tanda-tanda lain termasuk kelelahan (yang terkait dengan anemia), ada darah dalam tinja, penurunan berat badan, hilangnya nafsu makan, dan ketidaknyamanan perut.

Dr. Erica Barnell, M.D., Ph.D., seorang dokter-ilmuwan di Washington University School of Medicine, mencatat bahwa pengalaman Van Der Beek yang tidak memiliki gejala penyakit yang "nyata" adalah hal yang umum.

Baca juga: Lari Ultramaraton di Atas 50 Km dan Risiko Kanker Usus Besar

"Banyak kanker kolorektal berkembang secara diam-diam, tanpa gejala yang jelas. Pada saat gejala muncul, penyakit mungkin sudah berada pada tahap lanjut," kata Barnell.

Faktor risiko kanker kolorektal antara lain berusia di atas 45 tahun, memiliki setidaknya satu kerabat dekat dengan kanker usus besar atau kanker saluran pencernaan lainnya, serta mereka yang memiliki penyakit radang usus aktif, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

Kesempatan keseluruhan seseorang dengan risiko rata-rata untuk terkena kanker kolorektal sepanjang hidupnya adalah 4- 5 persen, menurut Friedman.

"Kolonoskopi mulai usia 45 tahun ke atas, dengan interval lima hingga sepuluh tahun, telah terbukti dapat mendeteksi polip secara dini yang berpotensi menjadi ganas, serta memungkinkan pengangkatannya sebagai cara efektif untuk meminimalkan risiko transformasi menjadi ganas," ujarnya.

Sayangnya, deteksi dan skirning usus sangat jarang dilakukan, padahal hal ini bisa membantu menemukan masalah lebih awal, bahkan sebelum kita merasakan gejala sakit. Deteksi dini juga sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

WHO menyebut bahwa kanker kolorektal merupakan kanker ketiga paling umum di dunia dan penyebab kematian kedua akibat kanker secara global.

Baca juga: Mengenal Penyakit IBD, Ketika Usus Meradang Kronis

Tag:  #meninggal #karena #kanker #james #beek #akui #alami #gejala #mencurigakan

KOMENTAR