James Van Der Beek Meninggal karena Kanker Usus Besar, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Aktor “Dawson’s Creek” James Van Der Beek meninggal dunia pada 11 Februari 2026 setelah berjuang melawan kanker usus besar stadium 3.
Kabar duka tersebut diumumkan oleh sang istri, Kimberly Van Der Beek, dan dilaporkan People pada 11 Februari 2026.
James sebelumnya mengungkapkan diagnosis kanker kolorektal yang ia terima sejak Agustus 2023 setelah menjalani kolonoskopi rutin.
Baca juga: Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal karena Kanker Ginjal, Ini Gejala yang Sering Tak Disadari
Gejala awal yang sering dianggap sepele
Dalam wawancaranya dengan People pada November 2024, James mengaku awalnya hanya mengalami perubahan kebiasaan buang air besar.
Ia sempat mengira hal itu hanya masalah pola makan atau konsumsi kopi. Namun setelah gejala tidak membaik, ia memeriksakan diri dan mendapatkan diagnosis kanker.
Melansir WHO, Selasa (11/7/2023), kanker usus besar sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala kanker usus besar yang sering muncul dan perlu diwaspadai antara lain:
- Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit berkepanjangan)
- Darah pada tinja
- Nyeri atau kram perut yang tidak hilang
- Perut terasa kembung terus-menerus
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Tubuh mudah lelah atau anemia akibat kekurangan zat besi
WHO menyebut kanker kolorektal merupakan kanker ketiga paling umum di dunia dan penyebab kematian kedua akibat kanker secara global.
Baca juga: Hati-hati, Waspadai Tahi Lalat Membesar Tanda Kanker Kulit
Apa itu kanker usus besar?
Ilustrasi kanker usus besar. Aktor ?Dawson?s Creek? wafat akibat kanker kolorektal, berikut tanda-tanda medis yang kerap tidak disadari.
Mengutip Cleveland Clinic, Selasa (28/10/2025), kanker usus besar berkembang dari polip di lapisan dalam usus besar.
Polip awalnya jinak, tetapi dalam waktu sekitar 10 tahun bisa berubah menjadi kanker jika tidak terdeteksi dan diangkat. Tes skrining, seperti kolonoskopi, umumnya dilakukan.
Pemeriksaan seperti kolonoskopi dapat:
- Menemukan polip sebelum berubah menjadi kanker
- Mengangkat polip prakanker
- Mendeteksi kanker pada tahap awal
Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
Baca juga: Makanan Ultraproses Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar pada Perempuan Usia Muda
Faktor risiko yang perlu diketahui
WHO dan Cleveland Clinic menyebut beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker usus besar, yaitu:
- Usia di atas 50 tahun
- Riwayat keluarga kanker usus besar
- Riwayat polip usus sebelumnya
- Pola makan tinggi daging olahan dan rendah serat
- Kurang aktivitas fisik
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Merokok
- Konsumsi alkohol berlebihan
Meski lebih sering terjadi pada usia lanjut, kasus pada usia di bawah 50 tahun juga mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Studi: Kasus Kanker Usus Buntu Meningkat di Kalangan Milenial dan Gen X
Cara menurunkan risiko
WHO menekankan bahwa risiko kanker kolorektal dapat ditekan dengan langkah berikut:
- Mengonsumsi makanan sehat kaya buah dan sayur
- Rutin berolahraga
- Tidak merokok
- Membatasi alkohol
- Melakukan skrining rutin, terutama mulai usia 45–50 tahun atau lebih awal jika ada riwayat keluarga
Skrining berbasis tinja dan kolonoskopi terbukti mampu menurunkan angka kematian karena dapat menemukan kanker pada tahap dini.
Perjalanan James Van Der Beek menjadi pengingat bahwa kanker usus besar dapat menyerang siapa saja, bahkan mereka yang merasa sehat dan aktif.
Kesadaran terhadap gejala, pola hidup sehat, dan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah atau mendeteksi penyakit ini lebih awal.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan sebagai pengganti diagnosis atau konsultasi medis langsung dengan tenaga kesehatan profesional.
Baca juga: 5 Cara Mencegah Kanker Usus Besar dengan Pola Hidup Sehat
Tag: #james #beek #meninggal #karena #kanker #usus #besar #kenali #gejala #yang #sering #diabaikan