Dokter Ungkap Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa, Jangan Asal Pilih Jam
Olahraga saat puasa tetap boleh dilakukan, asalkan waktunya tepat dan tidak berlebihan.
Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menyarankan agar masyarakat tetap aktif selama Ramadhan supaya kebugaran tidak menurun.
Baca juga: Studi Ungkap Manfaat Lakukan Variasi Olahraga, Risiko Kematian Bisa Turun 19 Persen
Jangan berhenti bergerak saat puasa
Menurut Andhika, tidak berolahraga selama puasa bisa membuat kondisi fisik menurun. Pasalnya, tubuh tetap membutuhkan aktivitas agar stamina dan daya tahan tetap terjaga.
“Ketika kita ingin tetap aktif, pasti ada penyesuaian strateginya,” kata Andhika, lulusan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia, seperti dikutip dari Antara (10/2/2026).
Penyesuaian yang dimaksud terutama soal waktu dan jenis latihan yang dilakukan.
Baca juga: Rutin Olahraga Sejak Muda Bantu Cegah Hipertensi di Usia Paruh Baya
Pagi setelah sahur bisa jadi pilihan
Ilustrasi olahraga. Spesialis olahraga menyarankan waktu tertentu agar tetap bugar tanpa risiko lemas atau dehidrasi saat puasa.
Waktu pertama yang disarankan adalah setelah sahur. Pada saat itu, tubuh masih memiliki energi dan cairan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Namun, olahraga pagi sebaiknya tidak terlalu berat dan tidak membuat banyak berkeringat.
“Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, misalnya nge-gym di ruangan ber-AC,” ujarnya.
Hal ini penting agar tubuh tidak cepat lemas atau dehidrasi karena masih harus berpuasa hingga sore.
Baca juga: Hanya 10 Menit Olahraga Intens, Tubuh Mulai Mengirim Sinyal Penekan Kanker
Sore menjelang berbuka, pilih yang ringan
Banyak orang memilih berolahraga menjelang waktu berbuka puasa. Namun, pada waktu ini energi tubuh biasanya sudah menurun.
Karena itu, Andhika menyarankan untuk tidak melakukan latihan yang terlalu berat, terutama di minggu pertama puasa.
“Jangan yang terlalu eksplosif, karena gula sudah habis sepanjang hari enggak makan. Pilih yang mudah kayak jalan santai, slow jogging, pokoknya yang intensitas rendah,” jelasnya.
Olahraga ringan seperti jalan santai atau lari pelan dinilai lebih aman dilakukan sebelum berbuka.
Setelah berbuka juga bisa, asal tidak berlebihan
Olahraga setelah berbuka juga bisa menjadi pilihan yang aman. Namun, Andhika mengingatkan agar tidak makan terlalu banyak sebelum berolahraga.
Ia menyarankan cukup minum atau makan ringan terlebih dahulu untuk mengembalikan energi.
“Mungkin sekadar minum jus supaya mengisi energi sedikit, dipakai salat Maghrib, siap latihan,” katanya.
Dengan cara ini, tubuh tetap punya tenaga tanpa merasa terlalu kenyang saat bergerak.
Olahraga saat puasa bukan hal yang berbahaya jika dilakukan dengan bijak. Pilih waktu yang tepat, sesuaikan intensitas latihan, dan dengarkan kondisi tubuh agar tetap sehat selama menjalani ibadah.
Baca juga: Jalan Kaki Dinilai Lebih Efektif Dibanding Olahraga Berat, Ini Penjelasan Dokter
Tag: #dokter #ungkap #waktu #terbaik #olahraga #saat #puasa #jangan #asal #pilih