Ribut Debat Purbaya vs Trenggono, Gaya Komunikasi Antarmenteri Disorot
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dan Menkeu Purbaya, dalam unggahan Trenggono di Instagramnya, @swtrenggono. (DOK IG @swtrenggono)
09:14
12 Februari 2026

Ribut Debat Purbaya vs Trenggono, Gaya Komunikasi Antarmenteri Disorot

- Dua menteri Kabinet Merah Putih, yakni Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono sempat terlibat debat jarak jauh mengenai dana pembuatan kapal.

Dinamika dua menteri ini pun menyita perhatian publik, meski drama telah berakhir tak sampai 24 jam.

Namun, sejumlah pihak berpandangan bahwa 'duel' yang terjadi antara Purbaya dan Trenggono ini menunjukkan adanya problematika dalam komunikasi kabinet.

Baca juga: PDI-P: Saling Sindir Purbaya dan Trenggono Seharusnya Tak Perlu Terjadi

Selain itu, ciri khas Purbaya yang kerap ceplas-ceplos juga diduga tidak disukai menteri lain.

Berikut drama singkat Purbaya vs Trenggono yang mungkin saja sebenarnya bisa diselesaikan secara mudah lewat telepon.

Awal mula

Perdebatan bermula ketika Purbaya berbicara dalam sebuah forum diskusi pada Selasa (10/2/2026) lalu.

Purbaya mempertanyakan belum adanya realisasi pesanan kapal oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam forum tersebut, ia menanyakan apakah sudah ada pengusaha galangan kapal yang menerima proyek pembangunan kapal dari KKP.

Beberapa peserta forum menjawab belum ada pesanan yang masuk.

“Kan aneh enggak masuk akal. Uangnya sudah saya keluarkan, ordernya enggak ada,” kata Purbaya.

Baca juga: Purbaya-Trenggono Ribut Anggaran Kapal, Komisi IV Minta Komunikasi Kabinet Dibenahi

Ia juga menyoroti belum terlihatnya pergerakan proyek meski anggaran disebut sudah tersedia.

“Kenapa KKP belum order ke sana, kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi, uangnya sudah saya anggarin,” ujar Purbaya.

“Rugi saya, Pak, utang-utang dialokasikan enggak dipakai,” lanjut dia.

Purbaya menilai proyek besar seperti pembangunan kapal seharusnya sudah memiliki perencanaan matang tanpa harus menunggu anggaran cair sepenuhnya.

"Tapi kan begini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu ada anggarannya? Kan sudah ada rencana di depannya, kan. Ya, saya minta itu... Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya. Itu saja," jelasnya.

Baca juga: Menteri KP Protes Menkeu soal Proyek Kapal: Sebaiknya Purbaya Validasi Data Dulu...

Menanggapi pernyataan tersebut, Trenggono menyatakan bahwa pendanaan proyek kapal berasal dari pinjaman Inggris atau UK dan saat ini masih dalam proses pembahasan mekanisme.

“Saya enggak ngerti maksud Pak Purbaya? Kalau soal kapal, itu sumber pendanaannya dari pinjaman UK (Inggris), dan sekarang masih berproses, mekanismenya juga sedang dibicarakan,” kata Trenggono dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan bahwa pelaksana pinjaman bukan KKP, melainkan Badan Logistik Pertahanan.

Dalam proyek itu, KKP berperan memfasilitasi aspek teknis dan tenaga kerja.

“Jadi, sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” ujar Trenggono.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers soal pegawainya yang hilang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam konferensi pers soal pegawainya yang hilang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Setelah ribut-ribut, Purbaya dan Trenggono duduk bareng dan jadi sahabat

Pada Rabu (11/2/2026) sore, Purbaya menyebut Trenggono sebagai salah satu sahabatnya.

Purbaya mengatakan ini selepas pernyataan saling sindir antara keduanya viral di media sosial.

"Gampang, nanti saya ngomong sama Pak Menteri. Kan sahabat saya juga, gampang," kata Purbaya di Istana, Jakarta.

Sementara itu, ketegangan yang berakhir juga ditandai dua unggahan Trenggono di akun media sosial Instagram-nya @swtrenggono yang berisi pengakuan salah Purbaya serta momen keduanya duduk semeja sembari tertawa.

That’s all folks. Back to work ya,” ujar Trenggono dengan simbol jempol di ujung kalimat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu (11/2/2026).KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu (11/2/2026).

Komunikasi kabinet harus dibenahi

Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman meminta pola komunikasi di internal kabinet dibenahi, menyusul polemik antara Purbaya dan Trenggono.

Alex menilai, pola komunikasi terbuka sebenarnya bukan hal baru.

Namun, kali ini pernyataan tersebut ditanggapi secara terbuka pula sehingga memunculkan polemik di ruang publik.

"Yang kita lihat pola komunikasi Pak Purbaya terbuka di mana saja, hanya kali ini ditanggapi oleh Pak Trenggono secara terbuka juga,” ujar Alex.

Dia berharap polemik semacam itu tidak terulang dan komunikasi di internal kabinet dapat diperbaiki agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Tentu kami berharap pola komunikasi di internal kabinet dibenahi sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini,” kata dia.

Model komunikasi "tawuran"

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menyebut model komunikasi antara Purbaya dan Trenggono tidak baik.

Adi menekankan, Purbaya dan Trenggono bisa saja menyelesaikan masalah via telepon, tanpa diketahui publik.

"Ini model komunikasi tak baik. Antarmenteri saling tawuran opini di medsos. Mestinya bisa saling telepon atau saling WhatsApp, bahkan keren jika ketemu langsung," ujar Adi kepada Kompas.com, Kamis (12/2/2026).

Pengamat politik sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berpose setelah diwawancarai KOMPAS.com dalam program Gaspol di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta pada, Jumat (13/12/2024).KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING Pengamat politik sekaligus dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno berpose setelah diwawancarai KOMPAS.com dalam program Gaspol di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta pada, Jumat (13/12/2024).

Lalu, Adi khawatir kisruh ini dibaca publik sebagai tanda retak dan disharmonisasi antar menteri.

Dia kembali menegaskan bahwa perbedaan sikap dan pandangan sebaiknya diselesaikan di ruang tertutup.

"Presiden-nya saja sangat mengedepankan stabilitas, tapi antarmenteri malah saling perang opini," ucapnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya dan Menteri KP Trenggono Sempat Debat, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Terpisah, analisa komunikasi politik Hendri Satrio (Hensat) menyebut kisruh debat terbuka yang terjadi antara Purbaya dan Trenggono tidak baik.

Namun, Hensat mengamini bahwa Purbaya memang memiliki ciri khas yang tidak disukai menteri lain.

"Ya sebenarnya hal ini enggak baik ya, saling sahut di ranah publik. Tapi memang Pak Purbaya ini punya ciri khas yang memang belum tentu disukai oleh menteri lain," ujar Hensat.

Hensat menjelaskan, Purbaya kerap terlalu banyak bicara di publik.

Dia mengatakan, pada akhirnya, Presiden Prabowo Subianto lagi yang harus menyelesaikan permasalahan antara kedua menterinya itu.

"Pak Prabowo lagi yang harus pasang badan," ucapnya.

Baca juga: Drama Singkat Purbaya Vs Trenggono Berakhir Manis...

Menurut Hensat, Purbaya sebagai Menkeu seharusnya belajar komunikasi politik dari menteri-menteri sebelumnya.

Dia menilai Purbaya harus belajar menghargai sesama menteri dan tidak terlalu bicara di ruang publik.

"Memang sebagai Menteri Keuangan ada baiknya Pak Purbaya juga belajar komunikasi politik dari menteri-menteri sebelumnya. Apa itu? Satu, menghargai menteri lain. Dua, jangan terlalu banyak bicara di ruang publik yang sebetulnya bisa diselesaikan di ranah rapat kabinet," imbuh Hensat.

Tag:  #ribut #debat #purbaya #trenggono #gaya #komunikasi #antarmenteri #disorot

KOMENTAR