Persiapan Kelenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu di Semarang Sambut Libur Imlek 2026
Semarang bersiap menyambut libur Imlek 2577 Kongzili dengan rangkaian persiapan di sejumlah destinasi wisata ikonis.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung kesiapan Kelenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu pada Selasa (10/2/2026), dua lokasi yang diprediksi menjadi pusat kunjungan wisatawan selama musim libur.
Sam Poo Kong: Pusat perayaan Imlek dan simbol harmoni budaya
Kelenteng Sam Poo Kong menjadi destinasi pertama yang ditinjau. Menpar menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momen penting bagi perputaran ekonomi masyarakat.
“Sam Poo Kong adalah simbol akulturasi budaya yang luar biasa. Perayaan Imlek tahun ini harus menjadi potret pariwisata Indonesia yang inklusif dan membanggakan,” ujar Menpar Widiyanti dalam rilis yang Kompas.com terima (11/2/2026).
Sebagai situs bersejarah yang berkaitan erat dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho, Sam Poo Kong setiap tahun menjadi pusat perayaan bagi warga Tionghoa dan wisatawan.
Baca juga: 4 Rekomendasi Theme Park di Semarang untuk Liburan Keluarga
Gua batu tempat persinggahan Cheng Ho yang kemudian berkembang menjadi kompleks kelenteng, kini menjadi bukti harmonisasi nilai-nilai Jawa, Tionghoa, dan nusantara.
Pembina Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pesta budaya lintas etnis yang akan digelar pada 15 Februari 2026, terbuka secara gratis bagi masyarakat.
“Kami mengundang warga Semarang dan wisatawan untuk merayakan Imlek bersama. Semua persiapan telah matang,” jelasnya.
Lawang Sewu: Perpaduan wisata sejarah dan teknologi digital
Setelah Sam Poo Kong, rombongan Menpar melanjutkan kunjungan ke Lawang Sewu, ikon sejarah perkeretaapian Indonesia.
Dalam peninjauan ini, Menpar mengecek berbagai fasilitas, termasuk ruang immersive yang menghadirkan pengalaman digital futuristik berisi proyeksi sejarah Kereta Api Indonesia.
Wisata sejarah di gedung bersejarah Lawang Sewu.
Atraksi ini menjadi bagian dari program Tourism 5.0, penguatan wisata berbasis digital yang menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
“Melalui koridor immersive, pengunjung dapat mengenal sejarah perjuangan bangsa secara lebih hidup dan modern,” kata Menpar Widiyanti.
Direktur Komersial KAI Wisata, Hetty Herawati, menyebutkan bahwa pada momen Imlek, jumlah pengunjung Lawang Sewu diperkirakan melonjak dari 6.000 orang menjadi sekitar 10.000 pengunjung per hari.
Baca juga: Menpar Widiyanti Tinjau Sam Poo Kong dan Lawang Sewu Jelang Imlek
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah, termasuk:
- peningkatan sistem keamanan,
- penambahan petugas kebersihan,
- penyediaan pemandu wisata profesional.
- Lawang Sewu juga akan menghadirkan barongsai, pembagian angpau, serta atraksi budaya lain untuk memperkaya pengalaman berwisata.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya berfoto, tetapi juga memahami sejarah dan makna Lawang Sewu, lalu membawa pulang pengalaman yang berkesan,” ujar Hetty.
Tag: #persiapan #kelenteng #kong #lawang #sewu #semarang #sambut #libur #imlek #2026