6 Kebiasaan ''Menenangkan'' yang Bisa Memperburuk Kecemasan
- Saat stres terasa menumpuk, banyak orang ingin menarik diri sepenuhnya, seperti berdiam diri, menghindar, atau mencari pelarian cepat, agar perasaan tidak nyaman itu segera hilang.
Menonton televisi berjam-jam, berbelanja impulsif, atau berpura-pura bahwa stres tidak ada, sering dianggap sebagai cara efektif untuk menenangkan diri. Namun, ternyata kebiasaan "menenangkan" ini bisa memperburuk kecemasan.
Dikutip dari Huff Post, Rabu (11/2/2026), ada beberapa kebiasaan yang "menenangkan", tetapi ternyata bisa memperburuk kecemasan. Apa saja?
Baca juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kecemasan, Salah Satunya People Pleasing
Aktivitas yang memperburuk stres kecemasan
1. Binge-watching atau belanja berlebihan
Psikoterapis Sadaf Siddiqi mengatakan, aktivitas binge-watching alias maraton menonton film atau serial TV, belanja impulsif, dan mengonsumsi makanan cepat saji, bisa memperburuk kecemasan.
“Sebagai manusia, kita memang butuh sesekali melarikan diri dan memanjakan diri, tapi itu berbeda dengan menjadikannya mekanisme koping," terang Siddiqi.
Perilaku semacam ini sering kali menjadi cara menghindari emosi yang sebenarnya perlu dihadapi. Sebab, emosi yang dihindari malah bisa menambah beban stres di kemudian hari.
“Riset menunjukkan, menekan pikiran-pikiran sulit dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental maupun fisik. Emosi yang kuat perlu dirasakan, diproses, dan dikelola,” jelas Siddiqi.
Baca juga: Ketagihan Nonton Serial TV Bisa Jadi Tanda Orang Kesepian
Menurut sebuah studi, menonton video pendek sebelum tidur bisa menyebabkan tekanan darah naik
Sebagai alternatif, ada beberapa cara yang lebih sehat untuk melepas stres, seperti berjalan kaki, menari mengikuti daftar putar lagu favorit, atau berbincang dengan teman.
Latihan pernapasan juga bisa membantu, misalnya menarik napas melalui hidung, menahannya sejenak, lalu mengembuskannya kembali melalui hidung secara perlahan sampai tubuh terasa lebih rileks.
Untuk jangka panjang, Siddiqi menyarankan rutinitas yang mencakup aktivitas fisik, tidur cukup, meditasi, makanan utuh bergizi, hidrasi, dan terapi.
Baca juga: Stres Tak Kunjung Reda? Bisa Jadi Tubuh Kurang Cairan
2. Memaksa diri berhenti memikirkan pikiran "buruk"
“Saat memiliki pikiran katastrofik bahwa sesuatu akan berakhir sangat buruk, aku tidak menghindari pikiran itu,” kata psikolog klinis Calvin Fitch.
Menurut dia, memaksa diri untuk tidak memikirkan sesuatu justru bisa membuat pikiran buruk menjadi semakin kuat karena terus ditekan.
Sebagai gantinya, Fitch membayangkan pikirannya seperti kotak-kotak yang berada di atas rel berjalan, yang bisa dipiilh mana yang ingin dibuka atau dilewatkan.
Ilustrasi perempuan dengan MBTI ISFP.
Belajar untuk tidak mengontrol pikiran secara berlebihan tidak hanya meredakan stres, tetapi juga membantu kondisi seperti gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan panik.
3. Terlalu banyak meminta pendapat orang lain
Pendiri Women of Color Therapy, Tamika Lewis, menuturkan, kecenderungan manusia saat menghadapi tantangan adalah curhat dengan banyak orang, dan mengumpulkan berbagai pendapat.
“Padahal, hal itu justru bisa memperumit keadaan," ucap dia.
Terlalu banyak masukan bisa menjauhkan seseorang dari apa yang sebenarnya ia rasakan. Lewis menyarankan untuk diam sejenak dan mendengarkan sensasi yang muncul dalam tubuh.
Menggerakkan tubuh melalui pernapasan, peregangan, atau berjalan, membantu melepaskan energi stres dan memberikan kejernihan.
Baca juga: Mengenal Quiet Dating, Kencan Lebih Tenang di Tengah Tekanan Media Sosial
4. Mendengarkan white noise
Konselor profesional dan pendiri Kaur Counseling, Priya Tahim, menambahkan bahwa mendengarkan white noise juga bisa meningkatkan kecemasan.
“Suara itu membuat pikiran berputar, seperti sedang minum kafein," kata dia.
Meski white noise bisa membantu sebagian orang, frekuensi tertentu justru terasa terlalu merangsang bagi orang lain.
Lebih baik, putar lagu yang menyenangkan, yaitu lagu dengan musik bernuansa lembut atau romants, agar otak lebih rileks.
Musik dengan tempo lambat terbukti membantu tubuh dan pikiran masuk ke kondisi yang lebih tenang.
Baca juga: Tiga Jenis Warna Suara Pengantar Tidur, Termasuk White Noise
5. Melakukan tugas tambahan untuk mengalihkan perhatian
Ketika stres, ada orang-orang yang berusaha untuk mengambil tanggung jawab tambahan demi membuat perhatian mereka teralihkan dari apa yang sedang membuat mereka tertekan.
“Ketika kita mengatakan ‘ya’ pada hal-hal yang sebenarnya tidak kita sanggupi, rasa kesal mulai muncul," terang psikoterapis Niro Feliciano.
Hal ini dapat meningkatkan kecemasan, kepanikan, bahkan gejala depresi. Sebaiknya, tetapkan batasan yang tegas dan prioritaskan hal-hal penting.
Ilustrasi Mengetik
Lebih baik, gunakan waktu tersebut untuk merawat diri, entah itu berjalan-jalan dengan teman, bermain di alam, atau meditasi.
Untuk tugas yang wajib dilakukan, buatlah daftar prioritas agar pikiran lebih terorganisir dan tidak terbebani.
Baca juga: Ketika Stres Dianggap Wajar, Psikolog Ingatkan Risiko Burnout pada Pekerja
6. Mengabaikan stres
Profesor psikologi di Loyola University Maryland, Jeffrey Barnett, mengatakan bahwa mengabaikan stres, atau berpura-pura sedang tidak stres, tidak akan pernah berhasil dalam meredakannya.
"Itu hanya akan memperburuk keadaan," ucap dia.
Mendorong diri terus maju seolah stres tidak ada justru membuat tekanan semakin menumpuk. Izinkan diri sendiri untuk berhenti sejenak dan melakukan sesuatu yang menenangkan atau memulihkan energi.
Baca juga: Membelai Hewan Peliharaan Bisa Kurangi Stres, Sudah Coba?
Tag: #kebiasaan #menenangkan #yang #bisa #memperburuk #kecemasan