Cara MMSGI Genjot Kualitas SDM lewat Pendidikan
- MMSGI & LINE tuntaskan CSR Bigger Dream Fase 3 di Cilincing dengan total donasi Rp 1 miliar.
- Karyawan MMSGI patungan Rp 256 juta & jadi relawan pengajar bagi 232 siswa dan guru.
- Program meliputi renovasi 10 fasilitas sekolah serta pelatihan mentalitas kewirausahaan.
PT MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine (LINE) resmi menutup rangkaian program CSR bertajuk Bigger Dream Fase 3. Program yang menyasar penguatan pendidikan di wilayah Cilincing, Jakarta Utara ini mencatatkan total nilai donasi mencapai Rp 1 miliar.
Penutupan program ditandai dengan serah terima hasil renovasi dan pengembangan kapasitas kepada Yayasan Syarif Hidayatullah pada Sabtu (7/2/2026). Inisiatif ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang MMSGI dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan.
Menariknya, dari total dana Rp 1 miliar yang digelontorkan, sebesar Rp 256,37 juta merupakan kontribusi sukarela dari 185 karyawan MMSGI. Para karyawan tidak hanya menyumbang materi, tetapi juga terjun langsung sebagai relawan (volunteer).
CEO MMSGI, Sendy Greti, menegaskan bahwa keterlibatan aktif karyawan adalah kunci dari program ini.
"Bigger Dream tidak hanya menghadirkan perbaikan fasilitas, tetapi membuka ruang interaksi pembelajaran antara karyawan dan murid. Kami ingin berbagi pengalaman dan membantu mereka berani menetapkan mimpi yang besar sejak dini," ujar Sendy dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/2/2026).
Program yang berjalan sejak 2025 hingga awal 2026 ini terbagi ke dalam tiga fase utama yakni renovasi 10 fasilitas sekolah yang mencakup 8 ruang kelas dan 2 fasilitas sanitasi bekerja sama dengan MMS Land, storytelling untuk SD, pembuatan vision board untuk SMP, hingga pelatihan Business Model Canvas (rencana usaha) untuk siswa SMK dan mempresentasikan hasil karya, vision board, hingga mengikuti bazar rancangan usaha sederhana untuk melatih kepercayaan diri.
Ketua Yayasan LINE, Muhammad Bihar, menambahkan bahwa pendekatan berbasis volunteering ini memberikan dampak yang berbeda bagi 207 murid dan 25 tenaga pengajar yang menjadi penerima manfaat.
"Murid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan inspirasi yang membentuk cara berpikir mereka," tuturnya.
Selain perbaikan gedung, tiap murid juga mendapatkan paket tas sekolah dan alat tulis lengkap untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ke depan, MMSGI dan Yayasan LINE berkomitmen untuk mengekspansi program Bigger Dream ke wilayah yang lebih luas dengan pendekatan volunteering berbasis keahlian yang lebih terstruktur. Perusahaan meyakini bahwa pembangunan kapasitas manusia harus berjalan beriringan dengan fasilitas yang layak demi menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.