Menanti 19 Februari, Tarif Ekspor RI ke AS di Ujung Tanda Tangan
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang digelar di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025).(Tim Media Prabowo Subianto)
06:56
12 Februari 2026

Menanti 19 Februari, Tarif Ekspor RI ke AS di Ujung Tanda Tangan

– Arah ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) memasuki fase krusial menjelang pertemuan tingkat kepala negara pada 19 Februari 2026.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung dalam perundingan perdagangan bilateral yang juga mencakup penandatanganan "Agreement on Reciprocal Trade (ART)".

“Disampaikan bahwa Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Kontan.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penentuan akhir tarif produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.

Baca juga: Jejak Kebijakan Tarif AS terhadap Indonesia dan Upaya Negosiasi Ulang

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meneken dokumen final kesepakatan tarif impor tersebut.

Airlangga memastikan seluruh proses negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan AS telah rampung. Pemerintah kini tinggal menyepakati dokumen final sebelum ditandatangani oleh kedua kepala negara.

Namun, pemerintah belum dapat mengungkapkan detail besaran tarif akhir yang disepakati. Hal ini disebabkan adanya non-disclosure agreement (NDA) yang mengikat kedua negara dalam proses perundingan tersebut.

“Masih ada non disclosure agreement,” kata Airlangga usai Rapat Koordinasi Terbatas Pemerintah Pusat-Daerah, Senin (2/2/2026).

Baca juga: India Hapus Tarif Produk Industri AS, Trump Tetapkan Tarif 18 Persen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Amerika Serikat menjadi negara penyumbang surplus terbesar bagi neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025.

Kondisi ini menempatkan AS sebagai mitra strategis dalam hubungan dagang bilateral Indonesia.

Dalam kesepakatan yang dicapai pada Juli 2025, Indonesia menyetujui penghapusan tarif atas lebih dari 99 persen barang asal AS serta menghilangkan sejumlah hambatan non-tarif bagi perusahaan Amerika.

Sebagai imbalannya, pemerintah AS menurunkan tarif yang sebelumnya diancamkan sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia menjadi 19 persen.

Kesepakatan tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga akses ekspor Indonesia ke pasar AS sekaligus menopang surplus perdagangan nasional.

Baca juga: Maju Mundur Negosiasi Tarif AS dan RI, Sampai Mana?

Tag:  #menanti #februari #tarif #ekspor #ujung #tanda #tangan

KOMENTAR