Silmy Karim: Asal Fair, Industri Baja RI Bisa Menang Lawan China
- Ketua Dewan Pengawas Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim yakin pelaku industri baja nasional bisa menang melawan gempuran produk China jika persaingan berlangsung dengan sehat.
Pernyataan itu Silmy sampaikan saat memberikan taklimat dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ke-5 IISIA di kawasan Sudirman, Jakarta.
“Saya yakin Bapak-Ibu kalau bersaing secara sehat enggak akan kalah dengan produk dari China,” kata Silmy, Rabu (11/2/2026).
Silmy mengatakan, pengalaman menjadi Direktur Utama PT Krakatau Steel, perusahaan yang memproduksi baja, membuatnya memahami persaingan di ekosistem industri baja tidak seimbang. Akibatnya, industri baja nasional Indonesia dirugikan.
Baca juga: 3 Wamen Ditunjuk Jadi Komisaris Telkom, Ada Angga Raka, Ossy, dan Silmy
Saat ini, industri baja tanah air dihadapkan pada tingginya impor baja karbon. Sementara, volume ekspor produk yang sama minim.
Menurutnya, persoalan yang menjepit industri baja nasional harus disuarakan bersama.
Berbagai instrumen negara untuk melindungi industri baja tanah air seperti bea masuk anti dumping (BMAD) dan berbagai kebijakan protektif lainnya harus dijalankan.
Ia mencontohkan pemerintah India menetapkan biaya impor minimal untuk menentuka bea masuk baja dari luar negeri sehingga modus kecurangan under invoicing tidak bisa dilakukan.
“Hal ini yang menurut saya mumpung, ya mumpung Presiden punya semangat, punya keberpihakan, suarakan itu,” ujar Silmy.
Pemerintah sejumlah negara besar lain seperti Amerika Serikat, Rusia, China, dan Jerman juga sangat memperhatikan industri baja tanah air.
IISIA menurutnya harus mendorong pemerintah menerapkan kebijakan serupa demi keberlangsungan industri baja tanah air.
Silmy pun membantah kebijakan melindungi industri baja tanah air memanjakan pengusaha.
Menurutnya, pandangan itu tak ubahnya sebagai kebohongan. Sebab, kebijakan itu diperlukan untuk menegakkan keadilan di lingkungan industri baja tanah air.
“Tuntutlah itu. Bukan perlindungan yang membuat kita dininabobokan, tetapi fairness,” tegas Silmy.
“Mereka melakukan under-invoicing, mereka melakukan circumvention, mereka melakukan tax rebate, ya yang tentunya tidak akan bisa membuat bersaing secara sehat,” tambahnya.
Baca juga: Galangan Kapal Dalam Negeri Jadi Harapan Baru Industri Baja Nasional
Sebagai informasi, industri baja tanah air tengah tertekan. Persoalan itu bahkan sampai dibahas secara khusus di DPR RI.
Pada November 2025, Komisi VI DPR RI membatalkan rapat penyelamatan industri baja nasional karena Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) tidak hadir.
Tag: #silmy #karim #asal #fair #industri #baja #bisa #menang #lawan #china