Janji Indonesia Tak Akan Terlibat Pelucutan Senjata Hamas
- Recana pengiriman personel TNI ke Gaza Palestina kian mengemuka, namun Indonesia berjanji tidak terlibat pelucutan senjata pasukan perlawanan Palestina melawan Israel, Hamas.
Rencana pengiriman 8.000 pasukan dibicarakan usai Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace bikinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lewat penandatanganan piagam di Davos, Swiss, 22 Januari lalu.
Board of Peace atau BoP dibentuk usai Donald Trump mengajukan 20 poin perdamaian untuk Gaza dan disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 18 November 2025.
Baca juga: Prabowo Diminta Jaga Board of Peace Trump Tak Keluar dari Mandat PBB
Adapun 20 poin perdamaian yang diajukan Trump dan didukung PBB berisi rencana bahwa Gaza akan menjadi zona bebas teror dan dideradikalisasi, Gaza dibangun kembali untuk kepentingan rakyat Gaza, bila perang berakhir maka pasukan Israel akan mundur, pembebasan sandera, tuntutan agar Hamas hidup damai dan menonaktifkan senjata, hingga bantuan untuk Gaza.
Ada tuntutan soal penonaktifan senjata Hamas dalam salah satu poin di atas.
Baca juga: Lengkap, Inilah 20 Poin Proposal Trump untuk Perdamaian Gaza
Meski begitu, Indonesia berjanji tidak akan terlibat pelucutan senjata Hamas.
Kata Kemlu RI
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menjelaskan misi demiliterisasi di Gaza bukan menjadi fokus Indonesia.
“Indonesia juga tidak akan terlibat dalam demiliterisasi dan pelucutan senjata di Gaza,” kata Anis Matta dalam keterangan via media sosial yang dibagikan staf pribadinya, Sahal, kepada Kompas.com, 28 Januari 2026.
Baca juga: Wamenlu Anis Matta: RI Tak akan Terlibat Pelucutan Senjata di Gaza
Dalam keterangan yang dibagikan via akun TikTok dan Instagram, Anis Matta menjelaskan dia mendampingi Menlu Sugiono memenuhi undangan rapat kerja dengan Komisi I DPR pada Selasa, 27 Januari 2026, topik yang dibahas salah satunya adalah soal Board of Peace.
Kehadiran pasukan Indonesia di Gaza nanti akan membawa bantuan kemanusiaan, memproteksi warga sipil Gaza, dan merekonstruksi Gaza yang telah hancur lebur diserang Israel.
“Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace tetap berlandaskan amanat konstitusi untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Anis Matta.
Kata Kemhan RI
Terbaru, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI membantah adanya rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza untuk melucuti senjata Hamas.
Bantahan itu muncul setelah media internasional memberitakan bahwa Indonesia mendapat mandat dari Board of Peace (BOP) untuk membentuk Internal Security Forces (ISF) guna membantu mengamankan perbatasan Gaza serta memastikan demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas.
“Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Kemhan Bantah Rencana TNI ke Gaza untuk Lucuti Senjata Hamas
Kemhan menegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam mendukung stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah pada aspek rekonstruksi serta layanan kesehatan.
“Indonesia hadir untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai,” jelas dia.
Rencana pengiriman 8.000 personel TNI
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan soal rencana pengirman 8.000 pasukan TNI ke Gaza.
"Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya," kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Saat ditanya kapan dan lokasi pengiriman pasukan, ia mengatakan masih menunggu tercapainya kesepakatan.
"Belum. Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan. Dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," ujar dia.
Tag: #janji #indonesia #akan #terlibat #pelucutan #senjata #hamas