Bahlil Setor 18 Proyek Hilirisasi ke Presiden, Enam Mulai Dibangun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana, Jakarta, Rabu (11/2/2026).(Sekretariat Presiden )
06:40
12 Februari 2026

Bahlil Setor 18 Proyek Hilirisasi ke Presiden, Enam Mulai Dibangun

— Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia, melaporkan perkembangan 18 proyek hilirisasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Enam di antaranya telah memasuki tahap groundbreaking.

“Kami juga melaporkan tentang perkembangan hilirisasi. Jadi tadi dari Danantara, dari 18 proyek yang sudah disampaikan, enam-nya sudah groundbreaking, sisanya juga akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata Bahlil di Istana Negara, Rabu (11/02/2026), dikutip dari Kontan.

Bahlil menambahkan, Satgas Hilirisasi telah merumuskan sejumlah program tambahan untuk memperkuat agenda tersebut. Langkah ini diarahkan untuk menekan ketergantungan impor dan mendorong produksi dalam negeri.

Baca juga: Bahlil: Izin Tambang Emas Martabe di Sumut Belum Dicabut

Ia menyebut, pemerintah ingin memastikan kebutuhan dalam negeri yang selama ini masih diimpor dapat diproduksi sendiri sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Dalam catatan Kontan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah melaksanakan groundbreaking fase pertama atas enam proyek hilirisasi yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia.

Baca juga: Bahlil Sebut Prabowo Minta agar Izin Usaha Tambang Martabe Dicek Ulang

Investasi Rp 115,5 Triliun Tahap Awal

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani ditemui usai rapat tertutup dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani ditemui usai rapat tertutup dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026). CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan, total investasi untuk enam proyek tersebut mencapai 7 miliar dollar AS atau setara Rp 115,5 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dollar AS.

“Enam proyek ini akan kurang lebih investasinya kami itu mencapai 7 miliar dollar AS, dan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih 3.000 lapangan pekerjaan,” ujar Rosan dalam agenda Groundbreaking Hilirisasi Fase-1 di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Enam proyek tersebut dipilih bukan semata dari besaran investasi, melainkan juga dari potensi penciptaan lapangan kerja dan dampaknya terhadap pertumbuhan daerah.

Rosan menilai, proyek-proyek itu diharapkan memberi kontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi nasional.

“Bukan hanya dari segi investasi, tapi juga dari segi pemberian pekerjaan, dari segi pertumbuhan daerah dan juga pertumbuhan nasional tentunya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian kita,” kata Rosan.

Baca juga: Makin Serius Garap Energi Ramah Lingkungan, Dua Proyek Hijau Pertamina Diresmikan Danantara

Tekan Impor dan Ciptakan Nilai Tambah

Bahlil menegaskan, tambahan program hilirisasi dirancang untuk mengurangi impor produk yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri.

“Karena kita dorong adalah bagaimana bisa semua kebutuhan dalam negeri yang selama ini kita impor, itu bisa kita produksi dalam negeri dan sekaligus untuk penciptaan nilai tambah,” ungkap dia.

Tag:  #bahlil #setor #proyek #hilirisasi #presiden #enam #mulai #dibangun

KOMENTAR