Viral! Perempuan Jepang Resmi Menikah dengan Karakter AI, Ternyata Ini Alasannya
- Hubungan asmara antara manusia dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sedang menjadi trend di Jepang. Yurina Noguchi, perempuan berusia 32 tahun, baru-baru ini viral setelah melangsungkan upacara pernikahan mewah dengan kekasih virtualnya, Klaus.
Pernikahan itu berlangsung di sebuah aula yang berada di wilayah Jepang Barat pada Oktober 2024. Dalam video yang ramai beredar di media sosial, Yurina Noguchi tampak tampil anggun dengan gaun putih dan tiara. Di hadapannya tampak sebuah karakter AI yang menunggu dari balik layar ponsel.
Dilansir dari Asahi Shimbun (17/12), hubungan antara Noguchi dengan Klaus, karakter yang dikembangkannya sendiri melalui teknologi ChatGPT, tidak terjadi secara instan.
Awalnya, Noguchi hanya menggunakan AI untuk meminta saran terkait masalah percintaan yang tengah dihadapi dengan mantan tunangan manusianya.
Setelah mengikuti saran AI untuk mengakhiri pertunangan itu, Noguchi justru merasa lebih nyaman berinteraksi dengan karakter virtual yang diberi nama Lune Klaus Verdure.
Pernikahan unik itu berlangsung dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR). Melalui kacamata AR, Noguchi dapat melihat sosok Klaus seolah hadir secara fisik di hadapannya saat ia menyematkan cincin di atas meja penyangga ponsel.
Meski secara hukum negara Jepang tidak mengakui pernikahan ini, bagi Noguchi, komitmen ini bersifat sangat personal dan menyelamatkan kesehatan mentalnya.
Noguchi mengaku bahwa sejak menjalin hubungan dengan Klaus, ia berhasil mengatasi gangguan kepribadian yang selama ini dideritanya.
"Hubungan saya dengan AI bukanlah hubungan yang mudah dan tidak membutuhkan. Saya memilih Klaus, bukan sebagai pasangan yang akan membantu saya melarikan diri dari kenyataan, tetapi sebagai seseorang yang mendukung saya dalam menjalani hidup saya dengan benar," kata Noguchi.
Fenomena fictoromantic atau ketertarikan romantis pada karakter fiksi ini sebenarnya bukan hal yang asing di Jepang. Data dari Japanese Association for Sexual Education menunjukkan bahwa 22% siswi SMP di Jepang melaporkan kecenderungan fictoromantic pada tahun 2023.
Pernikahan virtual bahkan menjadi bisnis yang menjanjikan di Jepang saat ini. Perencana pernikahan Yasuyuki Sakurai mengungkapkan bahwa dirinya sekarang hampir setiap bulan menangani klien yang ingin menikah dengan karakter dua dimensi.
"Tentu saja saya juga menangani pernikahan biasa, tetapi permintaan yang saya terima pada dasarnya hanya untuk pernikahan karakter dua dimensi," kata Sakurai.
Tag: #viral #perempuan #jepang #resmi #menikah #dengan #karakter #ternyata #alasannya