Tinggalkan Jabatan Manajer, Wanita Ini Pilih Bekerja di Pulau Tak Berpenghuni
- Seorang wanita di Beijing, China rela mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai manajer senior perusahaan besar.
Ia memilih meninggalkan hiruk-pikuk kota demi menjalani hidup sederhana di sebuah pulau tak berpenghuni di kawasan Laut China Timur.
Wanita bernama Yue Li kini menjalani profesi barunya sebagai inspektur kualitas di sebuah pangkalan pembibitan ikan di Pulau Dongzhai yang tidak berpenghuni.
Meskipun hanya digaji 3.000 yuan atau sekitar Rp 7,8 per bulan, keputusannya ini justru memicu gelombang kekaguman dan rasa iri dari para pengguna media sosial.
Terdapat pulau-pulau kecil lain di dekatnya yang tidak berpenghuni. Pulau terdekat yang berpenghuni adalah Pulau Daishan, dengan jarak sekitar 40 km.
Baca juga: Anak Tak Sengaja Buka Pintu Mobil Saat Melaju, Picu Kecelakaan 6 Kendaraan
Tekanan pekerjaan jadi pemicu
Dikutip dari SCMP, Senin (9/2/2026), tugas Yue adalah memeriksa peralatan pemberian pakan ikan, mencatat suhu air dan gelombang laut, serta memantau pertumbuhan ikan.
Padahal, Yue Li sebelumnya memiliki karier yang mentereng.
Selama dua dekade, ia menjabat sebagai manajer senior di sebuah perusahaan pengembang properti besar di Beijing.
Namun, kompensasi finansial yang tinggi harus dibayar dengan tekanan kerja yang luar biasa.
Baca juga: Viral Pria China Ekstrak Emas dari SIM Card Bekas, Nilainya Tembus Rp 482 Juta
“Saya melakukan perjalanan bisnis selama 300 hari dalam setahun. Saat berada di Beijing, saya menghabiskan empat jam setiap hari untuk bolak-balik antara kantor dan rumah. Saat itu, kesehatan fisik dan mental saya berada di titik ekstrem,” kata Yue.
“Saya bertanya pada diri sendiri, apakah ini kehidupan yang saya inginkan?” tambahnya.
Titik balik terjadi saat ia berkunjung ke Zhoushan, Provinsi Zhejiang, dan melihat iklan lowongan pekerjaan sebagai inspektur kualitas di pulau terpencil.
Meskipun sistem kerjanya hanya memberikan jatah libur empat hari setiap dua bulan dan gaji bulanan 3.000 yuan, ia tertarik dengan pekerjaan itu karena memiliki waktu lebih luang.
“Saya akan menjauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. Saya juga bisa menghabiskan banyak waktu membaca buku dan menikmati matahari terbenam serta laut,” jelas dia.
Baca juga: Keluarga di China Patungan Bangun Apartemen 15 Lantai demi Bisa Tinggal Bareng
Hadapi cuaca menantang
Ilustrasi cuaca ekstrem.
Setelah bekerja dan tinggal di pulau terpencil itu selama sebulan, Yue mengakui bahwa kondisinya sangat menantang.
Selama sebagian besar periode ini, cuacanya berbadai dan ketika hujan deras, air bocor dari atap dapurnya.
Begitu kecepatan angin mencapai Level 9, dia tidak bisa menyalakan api untuk memasak.
Kebutuhan sehari-harinya dipenuhi oleh kapal yang datang sangat jarang.
Selain itu, tikus merajalela di pulau itu. Sehari setelah Yue tiba, dia mendapati pasta giginya telah dicuri oleh tikus.
Namun, dia tetap menikmati kehidupan di pulau itu karena menghabiskan banyak waktu untuk memancing dan menangkap kepiting.
Baca juga: Produksinya Didominasi China, Apa Kegunaan Unsur Tanah Jarang?
Berbagi aktivitas di media sosial
Yue sering membagikan gambar hasil tangkapannya di media sosial. Suatu kali, ia berhasil menangkap 10 kepiting besar dengan perangkap sangkarnya.
“Pasokan belut dan kepiting di sini sangat melimpah. Lebih dari cukup untuk saya makan,” ujarnya dalam sebuah klip video.
“Pengalaman hidup ini pasti akan menjadi salah satu momen terbaik dalam hidup saya. Saya telah mencari kebebasan dan kedamaian batin di lingkungan yang sederhana namun keras ini,” lanjutnya.
Banyak pengguna internet mengungkapkan kekaguman mereka terhadap kehidupan Yue.
Tag: #tinggalkan #jabatan #manajer #wanita #pilih #bekerja #pulau #berpenghuni