Mama Wajib Baca! 4 Fakta dan Mitos Tentang Dot Bayi, Benarkah Bisa Merusak Pertumbuhan Gigi Anak?
Ilustrasi bayi menggunakan dot (freepik/valua vitaly)
08:49
26 Maret 2024

Mama Wajib Baca! 4 Fakta dan Mitos Tentang Dot Bayi, Benarkah Bisa Merusak Pertumbuhan Gigi Anak?

 

 – Di era sekarang, dot bayi memang menimbulkan banyak perdebatan di kalangan orang tua.

Ada beberapa yang berpendapat bahwa bayi tidak akan tertidur tanpa mengunakan dot, namun ada pula yang berpendapat bahwa penggunaan dot bayi walaupun hanya sebentar dapat merusak pertumbuhan gigi bayi.

Faktanya, dot bayi tidak seberbahaya yang diyakini sebagian orang, namun juga tidak seaman yang diklaim banyak orang pula.

Dilansir dari lama Savannah Dental Solutions, Selasa (26/3), terdapat beberapa mitos dan fakta tentang dot bayi diantaranya :

  1. Usia anak

Bayi memang memiliki refleks menghisap dot dapat menenangkan. Menghisap dot dapat mengatur seberapa nyenyak bayi tidur sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

Tidak ada bukti ilmiah yang menjelaskan bahwa penggunaan dot usia dibawah 2 tahun bisa membahayakan kesehatan mulut justru manfaatnya sangat besar sehingga di usia ini justru sangat dianjurkan menggunakan dot.

Namun, untuk anak di atas 2 tahun disarankan untuk melepas penggunaan dot karena bisa mengganggu perkembangan mulut, gigi susu tidak sejajar dan membuat anak beresiko terkena infeksi telinga.

 

  1. Desain dot

Hal mitos dan fakta lainnya adalah tentang desain dot. Dot yang didesain dengan puting yang berbahan lateks seharusnya dihindari karena bisa menyebabkan alergi lateks dan berisiko membuat bayi menggigitnya.

Bayi lebih suka dot dengan bahan puting silikon. Namun bayi lebih mudah menggunakan dot dengan desain yang ada pegangan berupa tombol di bagian belakang dot sehingga orang tua juga lebih mudah mengambilnya jika jatuh.

 

  1. Keamanan dot

Dari segi keamanan, dot bayi dapat dibuat lebih atau kurang aman tergantung pada tindakan pencegahan yang dilakukan.

Meskipun secara umum, aman bagi bayi untuk tertidur sambal menghisap dot namun dot tidak boleh dimasukkan ke dalam mulut bayi yang sudah tertidur.

Selain itu, dot bayi harus dicuci setiap hari dengan larutan sabun lembut dan dibilas hingga bersih.

Mama perlu juga berhati-hati saat anak sedang rewel yang mana penyebabnya tidak melulu minta dot, bisa jadi karena lapar atau popok penuh.

 

  1. Menyapih bayi dari dot

Bayi memang tidak boleh menggunakan dot setelah usia 2 tahun. Untuk menangani ini tentu proses penyapihan dimulai sekitar setahun sebelumnya. 

Hal ini bertujuan agar ada fase transisi tanpa mengkhawatirkan kesehatan mulut anak.

Proses penyapihan bisa dimulai dari memberikan batasan sederhana pada penggunaan dot dan setelahnya bisa dilakukan secara bertahap.

Misalnya, bayi hanya diperbolehkan menggunakan dot saat di rumah, lalu hanya waktu tidur siang dan malam hari. Sebelum tidur, anak bisa di minimalkan rangsangan yang berlebihan dan memastikan anak cukup tidur dan sudah kenyang.

Ketika anak sudah siap melepas dot sepenuhnya maka bisa dihentikan secara langsung, Cara efektif untuk hal ini adalah mengadakan acara keluarga misalnya liburan bersama. ***

 

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #mama #wajib #baca #fakta #mitos #tentang #bayi #benarkah #bisa #merusak #pertumbuhan #gigi #anak

KOMENTAR