Jangan Campur 2 Minuman Ini Saat Migrain, Bisa Semakin Parah
- Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Kondisi ini melibatkan gangguan saraf yang kompleks dan bisa memicu gejala lain seperti mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, hingga gangguan penglihatan.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah mencampur alkohol dan kafein. Banyak orang berpikir kopi bisa membantu meredakan sakit kepala, sementara alkohol dianggap bisa membuat tubuh lebih rileks.
Padahal, menurut dokter, kombinasi dua minuman ini justru dapat memperparah migrain.
Dikutip dari Parade, Sabtu (17/1/2026), ahli saraf dan spesialis sakit kepala, Dr. Nada Hindiyeh, MD menyebutkan, migrain sangat sensitif terhadap perubahan kimia dalam tubuh.
Alkohol dan kafein sama-sama memengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah otak, sehingga efek gabungannya bisa memicu serangan migrain yang lebih berat.
Senada dengan itu, Dr. Fred Cohen, MD menekankan, alkohol dan kafein adalah dua pemicu migrain yang paling umum. Jika dikonsumsi bersamaan, dampaknya tidak saling menetralkan, justru bisa saling memperkuat.
Berikut alasan mengapa dua minuman ini sebaiknya tidak dicampur saat kamu sedang migrain.
Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa
Migrain terjadi karena adanya aktivitas abnormal di otak yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, dan zat kimia di dalamnya. Inilah yang membuat migrain terasa lebih menyiksa dibanding sakit kepala tegang biasa.
Hindiyeh menjelaskan, otak penderita migrain cenderung lebih sensitif terhadap rangsangan, termasuk dari makanan dan minuman.
Perubahan kecil saja pada kadar cairan tubuh, gula darah, atau zat stimulan bisa langsung memicu nyeri.
“Ketika otak berada dalam kondisi migrain, toleransinya terhadap zat seperti alkohol dan kafein menjadi jauh lebih rendah,” ujarnya.
Apa yang mungkin tidak bermasalah bagi orang lain bisa berdampak besar bagi penderita migrain.
Alkohol memperparah dehidrasi dan peradangan
Alkohol bersifat diuretik, artinya membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Dehidrasi sendiri merupakan salah satu pemicu migrain yang paling umum.
Cohen menjelaskan, alkohol juga dapat melebarkan pembuluh darah di otak. Pelebaran ini berhubungan erat dengan munculnya rasa nyeri pada migrain.
Selain itu, alkohol memicu peradangan ringan di dalam tubuh. Pada orang dengan migrain, kondisi ini bisa memperburuk respons nyeri dan memperpanjang durasi serangan.
Itulah sebabnya banyak penderita migrain melaporkan sakit kepala yang lebih parah setelah mengonsumsi minuman beralkohol, bahkan dalam jumlah kecil.
Kafein bisa menjadi penolong atau pemicu
Kafein memang punya dua sisi. Dalam dosis kecil dan terkontrol, kafein bisa membantu meredakan migrain karena membantu menyempitkan pembuluh darah. Itulah sebabnya kafein sering ditemukan dalam obat sakit kepala.
Namun, Hindiyeh mengingatkan, kafein juga bisa menjadi pemicu bila dikonsumsi berlebihan atau saat tubuh sedang sensitif.
“Kafein bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Ketika otak sudah berada dalam kondisi migrain, efek stimulan ini bisa memperburuk gejala seperti gelisah, jantung berdebar, dan sulit tidur,” jelasnya.
Jika kafein dikombinasikan dengan alkohol, efek negatifnya bisa semakin kuat.
Kombinasi alkohol dan kafein membebani sistem saraf
Menggabungkan alkohol dan kafein saat migrain sama saja dengan memberi dua sinyal yang saling bertabrakan pada otak. Alkohol menekan sistem saraf, sementara kafein merangsangnya.
Cohen menyebut kondisi ini bisa membuat tubuh kebingungan dalam mengatur respons saraf.
Akibatnya, nyeri kepala bisa semakin intens, muncul mual, pusing berat, hingga gangguan konsentrasi.
Selain itu, kafein dapat menutupi efek kantuk dari alkohol, sehingga seseorang cenderung minum alkohol lebih banyak tanpa sadar. Hal ini meningkatkan risiko dehidrasi dan memperparah migrain setelahnya.
Pilihan minuman yang lebih aman saat migrain
Ketika migrain menyerang, fokus utama seharusnya adalah menjaga hidrasi dan menenangkan sistem saraf. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik.
Minuman lain yang relatif aman antara lain, air hangat atau air mineral suhu ruang, teh herbal tanpa kafein seperti chamomile atau jahe, dan air elektrolit rendah gula jika tubuh terasa sangat lemas
Hindiyeh menyarankan penderita migrain untuk mencatat reaksi tubuh terhadap makanan dan minuman tertentu. Dengan begitu, pola pemicu migrain bisa lebih mudah dikenali dan dihindari.
“Setiap orang memiliki ambang sensitivitas yang berbeda. Mengenali pemicu pribadi adalah kunci utama dalam mengelola migrain,” jelasnya.
Jika kamu ingin migrain cepat mereda, lebih baik beri tubuh kesempatan untuk pulih dengan istirahat cukup, hidrasi optimal, dan pilihan minuman yang menenangkan sistem saraf.
Tag: #jangan #campur #minuman #saat #migrain #bisa #semakin #parah