IHSG Anjlok, Pasar Merespons Pembekuan Indeks MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026).
Tekanan datang dari sentimen negatif pengumuman MSCI yang membekukan sementara perubahan indeks untuk sekuritas Indonesia.
Pantauan hingga pukul 10.17 WIB menunjukkan IHSG melemah 6,31 persen ke level 8.413,71. Koreksi tersebut memperpanjang tekanan pasar. Pada awal perdagangan, IHSG sempat ambrol hingga 6,8 persen.
MSCI mengumumkan pembekuan sementara seluruh peningkatan Faktor Inklusi Asing atau Foreign Inclusion Factor (FIF) serta Jumlah Saham atau Number of Shares (NOS) untuk sekuritas Indonesia.
Baca juga: Korban Pembekuan Rebalancing MSCI: Saham PANI dan BUMI Kena ARB!
Kebijakan tersebut juga disertai keputusan tidak menambahkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Index (IMI). Migrasi naik di seluruh segmen ukuran indeks turut ditahan. Ketentuan ini mencakup perpindahan dari Small Cap ke Standard Index pada review Februari 2026.
Co-Founder PasarDana sekaligus Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menilai tekanan IHSG berkaitan erat dengan kekhawatiran pasar atas potensi terhentinya aliran dana pasif asing.
“IHSG tertekan turun karena ada potensi aliran dana pasif fund dari pengelola dana yang menggunakan acuan MSCI terhenti masuk ke Indonesia,” kata Hans kepada Kontan, Rabu (28/1/2026).
Hans menjelaskan, pembekuan tersebut membuat tidak ada penambahan saham maupun peningkatan bobot saham Indonesia di indeks MSCI selama periode berjalan. Situasi ini memicu aksi ambil untung oleh sebagian pelaku pasar.
“Bakal tidak ada tambahan saham dan tambahan bobot saham yang masuk ke MSCI selama masa pembekuan, jadi pelaku pasar ada yang melakukan aksi profit taking di jangka pendek,” lanjut Hans.
Meski koreksi berlangsung tajam, Hans menilai kondisi tersebut membuka peluang akumulasi saham dengan fundamental kuat.
“Strateginya buy on weakness saham-saham dengan fundamental bagus yang terkoreksi banyak seperti BBCA dan BMRI,” kata dia.
Baca juga: Rupiah Pagi Menguat, IHSG Anjlok Hampir 7 Persen
Sejumlah saham lain turut direkomendasikan untuk dicermati di tengah volatilitas pasar. Daftar tersebut mencakup BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII, dengan pendekatan beli saat harga melemah.
Tekanan IHSG akibat sentimen MSCI mencerminkan sensitivitas pasar terhadap potensi perubahan arus dana asing, terutama dana pasif berbasis indeks global. Pergerakan indeks ke depan diperkirakan masih berfluktuasi sambil menunggu stabilisasi sentimen eksternal dan respons investor terhadap kebijakan MSCI.
Tag: #ihsg #anjlok #pasar #merespons #pembekuan #indeks #msci