Edukasi Gizi Serentak oleh Persagi Raih Rekor MURI
Peringatan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum penting untuk meningkatkan komitmen bersama membangun gizi menuju bangsa sehat melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan dengan upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan usia remaja.
Merayakan Hari Gizi Nasional 2026, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) kembali mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan edukasi gizi serentak di 1.800 sekolah seluruh Indonesia.
Capaian ini menjadi puncak peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026.
Mengusung tema 'Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045', Ketua Umum Persagi Doddy Izwardi menegaskan, keberhasilan Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas gizi masyarakat hari ini.
Baca juga: Tema dan Logo Hari Gizi Nasional 25 Januari 2026 Resmi dari Kemenkes
“Dua puluh tahun ke depan adalah hasil dari apa yang kita lakukan sekarang. Gizi optimal menjadi fondasi utama,” katanya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Ia juga mengapresiasi berbagai upaya perbaikan gizi yang telah membuahkan hasil, salah satunya penurunan angka stunting nasional hingga 19,8 persen. Namun, tantangan masih ada, terutama pada masalah kekurangan gizi dan meningkatnya prevalensi obesitas.
“Upaya promotif dan preventif melalui kebiasaan hidup sehat harus terus diperluas,” tambahnya.
Baca juga: Hari Gizi Nasional 2025: Ajak Keluarga Ciptakan Kebiasaan Makan Sehat
PERSAGI kembali mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan edukasi gizi serentak di 1.800 sekolah seluruh Indonesia dalam rangka Hari Gizi Nasional 2026, Minggu (25/1/2026).
Rekor MURI, Simbol Kekuatan Ahli Gizi Indonesia
Pemecahan rekor MURI ini melibatkan lebih dari 55.400 peserta, dengan sekitar 5.000 edukator gizi, serta menjangkau 1.800 titik sekolah sebagai titik awal gerakan nasional edukasi gizi.
Doddy menegaskan, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan simbol kekuatan kolaborasi para ahli gizi di seluruh Indonesia.
“Ini bukan sekadar rekor, tetapi bukti nyata peran strategis ahli gizi dalam pembangunan bangsa,” katanya.
Baca juga: Lebih dari Sekadar Makan, Edukasi Gizi Berkelanjutan Dibutuhkan Anak Sekolah
Kegiatan ini juga sejalan dengan kampanye kebiasaan hidup sehat, serta dukungan terhadap program pemenuhan gizi melalui SPPG yang telah menjangkau lebih dari 1.025 titik sasaran.
Pemenuhan gizi sebagai investasi jangka panjang
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr Octoviana Carolina menyampaikan apresiasi kepada Persagi atas peran aktifnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Gizi bukan hanya urusan pangan, tetapi investasi jangka panjang untuk kecerdasan dan daya saing bangsa,” kaya dia.
Menurutnya, tantangan gizi di wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta cukup kompleks, termasuk masalah gizi berlebih.
Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Wahidin, menegaskan peran ahli gizi sangat krusial dalam percepatan penurunan stunting.
Baca juga: BGN Dorong Kepala SPPG Aktif Beri Edukasi Gizi Langsung ke Sekolah
“Program pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, membutuhkan peran aktif tenaga gizi,” ujarnya.
Ia berharap pada 2026 cakupan intervensi semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sementara itu, Dirjen Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan pemerintah terus memperkuat kebijakan pemenuhan gizi melalui regulasi kesehatan nasional.
“Dalam lima tahun terakhir, prevalensi ibu hamil dengan kekurangan gizi berhasil turun dari 48 persen menjadi 27 persen. Namun ini belum cukup,” jelasnya.
Ia juga menyoroti masih tingginya angka anemia pada balita dan remaja, serta pentingnya peran tenaga gizi profesional.
“Kita masih membutuhkan lebih banyak nutrisionis dan dietisien untuk memastikan pemenuhan gizi berjalan optimal,” katanya.
Baca juga: Risiko Anemia pada Anak Bisa Muncul sejak Kehamilan, Waspadai Dampaknya
Tag: #edukasi #gizi #serentak #oleh #persagi #raih #rekor #muri