Cara Cepat Menurunkan Gula Darah, Ini Saran Dokter
- Lonjakan gula darah bisa terjadi pada siapa saja, baik penderita diabetes, pradiabetes, maupun orang yang sedang memantau kadar glukosa.
Meski pengobatan tetap menjadi fondasi utama, para ahli menegaskan ada langkah cepat dan alami yang bisa membantu menurunkan gula darah dalam waktu singkat.
Strategi ini penting untuk diketahui agar lonjakan gula darah tidak berlangsung terlalu lama dan memicu risiko kesehatan lanjutan.
Baca juga: Makanan yang Perlu Dihindari Saat Gula Darah Tinggi agar Tidak Berujung Diabetes
Gerakan fisik jadi cara paling cepat dan alami
Menurut para ahli endokrinologi, bergerak aktif adalah cara alami tercepat untuk menurunkan kadar gula darah, terutama pada diabetes tipe 2. Saat tubuh bergerak, otot akan berkontraksi dan membutuhkan energi.
“Gerakan membuat otot berkontraksi, dan otot yang berkontraksi membutuhkan energi. Salah satu sumber energi tercepat adalah glukosa yang beredar dalam aliran darah,” jelas dokter sekaligus pelatih kesehatan gaya hidup, Brooke Bussard, M.D, seperti disadur Prevention, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, ketika otot menarik glukosa dari darah untuk dijadikan energi, kadar gula darah pun akan turun secara alami. Oleh karena itu, aktivitas fisik singkat pun sudah bisa memberikan efek nyata.
Menurut Victoria Finn, M.D., seorang ahli endokrinologi di Medical Offices of Manhattan, aktivitas fisik sering kali menjadi metode alami tercepat untuk menurunkan lonjakan gula darah bagi penderita diabetes tipe 2,
Baca juga: Rutin Jalan Kaki Bisa Perpanjang Umur hingga 11 Tahun, Ini Durasi yang Tepat
Aktivitas ringan juga bisa membantu turunkan gula darah
Kabar baiknya, aktivitas fisik yang dimaksud tidak harus berupa olahraga berat. Finn menjelaskan, berjalan kaki cepat di sekitar rumah atau lingkungan sekitar sudah cukup efektif untuk membantu menurunkan kadar gula darah.
Namun, bila ingin hasil yang lebih optimal dalam waktu singkat, Bussard menyarankan gerakan yang melibatkan otot besar.
“Squat menggunakan kelompok otot terbesar seperti paha depan, bokong, dan hamstring. Gerakan yang meniru pola squat akan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Salah satu cara paling sederhana adalah latihan duduk-berdiri dari kursi. Caranya, berdiri dari posisi duduk, lalu duduk kembali dan ulangi sebanyak 10–15 kali. Gerakan ini mudah dilakukan di rumah tanpa alat khusus.
Baca juga: 5 Latihan Efektif untuk Menurunkan Berat Badan, Ada Jump Squat
Ilustrasi gerakan squat. 8 Olahraga Terbaik untuk Pnederita Hipertensi, Apa Saja?
Efeknya bisa terlihat dalam 15–30 menit
Bussard menilai, efek aktivitas fisik terhadap gula darah bisa terlihat relatif cepat. Bila seseorang mengecek kembali kadar gula darahnya sekitar 15 hingga 30 menit setelah bergerak, biasanya akan terlihat penurunan.
Efek cepat inilah yang membuat aktivitas fisik sering direkomendasikan sebagai langkah awal saat terjadi lonjakan gula darah.
Selain menurunkan kadar glukosa, bergerak juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa gerakan fisik bukan pengganti pengobatan, melainkan pelengkap saja.
Baca juga: Gula Darah Tinggi Tidak Selalu Diabetes, Ini Penjelasan Dokter
Tetap utamakan pengobatan sesuai anjuran dokter
Finn mengingatkan, bagi pasien yang sudah memiliki resep obat atau insulin, pengobatan tetap harus dijalankan sesuai anjuran dokter.
“Untuk diabetes tipe 1, insulin adalah terapi lini pertama yang wajib digunakan saat terjadi lonjakan gula darah. Ini satu-satunya cara utama untuk membersihkan kelebihan glukosa dari aliran darah,” tegasnya.
Sementara pada diabetes tipe 2, aktivitas fisik dapat menjadi bantuan cepat, tetapi tetap perlu dikombinasikan dengan pengobatan, pola makan seimbang, dan pemantauan rutin.
Menurunkan gula darah dengan cepat memang memungkinkan, tetapi kunci utamanya adalah konsistensi menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti rencana perawatan yang disarankan tenaga medis.
Baca juga: Pantangan Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Ini Kata Dokter