Harga Emas Turun, Imbas Sentimen The Fed dan Aksi Ambil Untung
Ilustrasi emas batangan.(PEXELS/JINGMING PAN)
17:32
31 Januari 2026

Harga Emas Turun, Imbas Sentimen The Fed dan Aksi Ambil Untung

Harga emas dunia terkoreksi tajam pada akhir Januari 2026 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Tekanan jual dipicu kombinasi aksi ambil untung (profit taking), penguatan dollar AS, serta sentimen terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) menyusul kabar penunjukan pimpinan baru bank sentral AS Federal Reserve (The Fed).

Kontrak emas berjangka dan harga spot mencatat penurunan dua digit dalam satu sesi perdagangan.

Baca juga: 3 Pemicu Harga Emas Melonjak dan Penyebabnya Turun

Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas. Apa prediksi harga emas untuk tahun 2030?

Logam mulia yang sebelumnya reli tajam sepanjang Januari 2026 itu mengalami tekanan signifikan bersamaan dengan koreksi harga perak dan logam lainnya.

Harga emas turun tajam setelah cetak rekor

Laporan dari Mining.com menyebutkan, harga emas berjangka turun lebih dari 11 persen dalam satu hari perdagangan, sementara harga perak anjlok lebih dari 30 persen.

Penurunan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah emas mencetak rekor tertinggi baru.

Dalam pekan terakhir Januari 2026, harga emas sempat menyentuh kisaran sekitar 5.595 dollar AS per ounce sebelum akhirnya berbalik arah.

Baca juga: Harga Emas Turun Setelah Reli Panjang, Analis Ungkap Penyebabnya

Koreksi tersebut disebut sebagai salah satu penurunan harian terdalam sejak dekade 1980-an.

Tekanan tidak hanya terjadi pada emas dan perak. Platinum dilaporkan turun hampir 19 persen, sementara palladium melemah lebih dari 15 persen dalam sesi perdagangan yang sama.

Kondisi tersebut menunjukkan volatilitas tinggi di pasar logam mulia setelah periode reli yang sangat agresif sejak awal tahun.

Aksi ambil untung mendominasi

Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas terus menunjukkan tren positif. Berapakah harga emas pada tahun 2030? Simak prediksi harga emas 2030 dalam rupiah menurut pakar.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan. Harga emas terus menunjukkan tren positif. Berapakah harga emas pada tahun 2030? Simak prediksi harga emas 2030 dalam rupiah menurut pakar.

Sehari sebelum penurunan tajam itu, harga emas sebenarnya sudah mulai melemah. Pada Kamis (29/1/2026), harga emas turun 1,3 persen menjadi sekitar 5.330,20 dollar AS per ounce setelah sebelumnya menyentuh rekor.

Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah 5.000 Dolar AS, Perak Merosot 14 Persen

“Kami melihat aksi jual agresif setelah emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa,” ujar David Meger, Director of Metal Trading di High Ridge Futures, dikutip dari The Nation Thailand.

Meger menambahkan, pergerakan tersebut mencerminkan aksi ambil untung yang wajar setelah lonjakan harga yang sangat cepat dalam waktu singkat.

Sementara itu, Goldinvest.de menggambarkan koreksi ini sebagai reality check setelah reli luar biasa di pasar logam mulia.

Kenaikan tajam sebelumnya mendorong kondisi pasar menjadi overbought, sehingga rentan terhadap tekanan jual ketika sentimen berubah.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Koreksi Jelang Pengumuman Calon Ketua Fed

Sentimen penunjukan Ketua The Fed pengganti Jerome Powell 

Faktor lain yang disebut memicu koreksi harga emas adalah laporan mengenai calon Ketua baru The Fed

Presiden AS Donald Trump menunjuk mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai calon Ketua menggantikan Jerome Powell.

Reuters menyebutkan, kabar penunjukan Warsh tersebut meredakan sebagian ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga secara agresif dalam waktu dekat.

Padahal, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed sebelumnya menjadi salah satu pendorong utama reli harga emas.

Baca juga: Prediksi Harga Emas 2030: Ekonom Sebut Bisa Tembus Rp 5 Juta per Gram

Harga spot emas turun sekitar 9,5 persen menjadi 4.883,62 dollar AS per ounce setelah kabar tersebut mencuat.

Kevin Warsh, sosok yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Ketua The Fed pengganti Jerome Powell.FEDERAL RESERVE HISTORY Kevin Warsh, sosok yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Ketua The Fed pengganti Jerome Powell.

Sementara harga perak dilaporkan turun 27,7 persen menjadi sekitar 83,99 dollar AS per ounce.

CNBC melaporkan, pelemahan harga emas terjadi bersamaan dengan penguatan dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kondisi tersebut umumnya memberikan tekanan pada harga logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi dollar AS.

Baca juga: UBS Revisi Proyeksi Harga Emas Dunia 2026, Bisa Tembus 6.200 Dollar AS

Penguatan dollar AS dan imbal hasil obligasi

Penguatan indeks dollar AS membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Secara historis, korelasi antara dollar AS dan emas cenderung berlawanan arah.

Dollar AS yang menguat dan kenaikan yield Treasury AS mempercepat tekanan jual di pasar logam.

Beberapa analis menilai, pasar melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi kebijakan moneter yang mungkin tidak seagresif perkiraan sebelumnya.

Kenaikan imbal hasil obligasi juga meningkatkan daya tarik instrumen berbasis bunga dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Baca juga: Harga Emas Dunia Menguat Tipis Setelah Koreksi Tajam

Volatilitas di seluruh instrumen

Penurunan harga tidak hanya tercermin di pasar spot dan futures, tetapi juga di instrumen investasi berbasis emas seperti exchange traded fund (ETF).

ETF berbasis emas dan perak mencatat pelemahan signifikan seiring tekanan jual yang meluas.

Hal ini menunjukkan volatilitas tidak terbatas pada pasar fisik, tetapi juga terjadi di pasar derivatif dan produk investasi berbasis logam mulia.

Lonjakan harga emas sepanjang Januari 2026 sebelumnya didorong oleh kombinasi faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, serta spekulasi arah kebijakan suku bunga AS.

Baca juga: Apakah Harga Emas Akan Terus Naik Sepanjang 2026?

Akan tetapi, ketika faktor pemicu tersebut mengalami perubahan persepsi, arus modal dengan cepat berbalik arah.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas. Harga emas dunia. Harga emas hari ini.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas. Harga emas dunia. Harga emas hari ini.

Penurunan terbesar sejak dekade 1980-an

Beberapa laporan menyebut koreksi dua digit dalam satu hari perdagangan merupakan pergerakan yang jarang terjadi.

Reuters mencatat, penurunan dalam skala ini terakhir terlihat pada periode volatilitas tinggi era 1980-an.

Pergerakan ekstrem tersebut mencerminkan sensitivitas harga emas terhadap perubahan sentimen makroekonomi dan kebijakan moneter.

Baca juga: Harga Emas Terus Menanjak, Geopolitik Jadi Penentu Arah

Dalam beberapa hari, harga yang sebelumnya bergerak di level tertinggi historis turun tajam akibat perubahan ekspektasi pasar.

Pergerakan harga terbaru

Pada akhir sesi perdagangan yang dilaporkan Reuters, harga emas spot berada di kisaran 4.800 hingga 4.900 dollar AS per ounce setelah sempat berada jauh di atas 5.500 dollar AS per ounce pada puncaknya.

Sementara itu, harga perak mengalami koreksi yang lebih dalam secara persentase. Harga perak yang sempat melonjak tajam sepanjang awal tahun mengalami tekanan jual besar-besaran dalam satu sesi perdagangan.

Platinum dan palladium juga terkoreksi, mencerminkan bahwa tekanan tidak terbatas pada emas dan perak saja, melainkan menyebar ke seluruh kompleks logam mulia.

Baca juga: Robert Kiyosaki Prediksi Harga Emas Tembus 27.000 Dollar AS

Dinamika pasar yang berubah cepat

Sejumlah analis pasar menyebut bahwa reli tajam harga emas sebelumnya didukung oleh posisi spekulatif dan arus masuk dana dalam jumlah besar.

Ketika sentimen berubah, posisi tersebut dengan cepat dilikuidasi, sehingga mempercepat penurunan harga.

Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pagi, menyusul koreksi tajam yang terjadi sehari sebelumnya setelah logam mulia ini mencetak rekor tertinggi.PEXELS/MICHAEL STEINBERG Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pagi, menyusul koreksi tajam yang terjadi sehari sebelumnya setelah logam mulia ini mencetak rekor tertinggi.

Meger mengatakan, aksi ambil untung merupakan respons alami setelah reli besar.

Sementara itu, laporan Goldinvest.de menyebut bahwa pasar mengalami penyesuaian terhadap realitas setelah kenaikan yang dinilai sangat cepat dan signifikan.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Cetak Rekor Baru di Tengah Pelemahan Dollar AS

Perubahan ekspektasi terhadap arah suku bunga AS menjadi salah satu variabel kunci yang diamati investor.

Setiap sinyal terkait kepemimpinan dan kebijakan The Fed dinilai memiliki dampak langsung terhadap harga emas.

Tag:  #harga #emas #turun #imbas #sentimen #aksi #ambil #untung

KOMENTAR