IHSG Bergejolak, BTN Belum Berencana Buyback Saham
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah dan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat ditemui di JCC, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
18:36
31 Januari 2026

IHSG Bergejolak, BTN Belum Berencana Buyback Saham

- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN belum berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam waktu dekat.

Meskipun beberapa pekan terakhir kondisi pasar modal Indonesia sedang tidak kondusif dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dan diikuti dengan mundurnya sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pihaknya berat untuk melakukan buyback saham karena khawatir tidak mendapatkan insentif tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan.

"Belum (ada rencana buyback saham). Concernnya tax," ujarnya saat ditemui di JCC, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: BTN Bidik Laba Bersih 2026 Naik hingga 22 Persen

Dia menjelaskan, saat ini porsi kepemilikan saham BBTN sudah di batas minimum syarat perusahaan terbuka untuk mendapatkan insentif PPh Badan sebesar 3 persen.

Apabila perseroan melakukan buyback saham, maka porsi kepemilikan saham oleh publik akan berkurang. Otomatis perusahaan tdak memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif pajak.

Mengutip laporan dari website resmi BTN, per 31 Desember 2025 porsi kepemilikan saham BBTN oleh negara sebanyak 60 persen atau sebanyak 8,42 miliar saham dan 40 persen milik publik atau sebanyak 5,61 miliar saham.

"Kalau buyback buat disimpan di BTN sih belum ada. Karena BTN itu susah buyback. Kita kan 40 persen milik publik, 60 persen negara, itu batas terakhir, threshold, supaya dapat tax benefit. Kalau begitu 39 persen saja publiknya karena dibeli sama BTN, kita tax benefitnya jadi hilang, sayang," jelasnya.

Kendati demikian, Nixon berencana membeli saham sebagai bonus untuk karyawan BTN. Hal ini sebagai bagian dari kompensasi atas kinerja perusahaan yang positif.

"Kita lagi memikirkan beli dari market tapi bukan buat kita, buat bonus karyawan. Jadi bonus kita kasih dalam bentuk saham aja. Karena kalau ngelihat prospeknya BTN kan bagus sebenarnya. Lihat kinerja 2025, jadi kita yakin ke depan juga bagus," ucapnya.

Baca juga: Lowongan Kerja BTN untuk Lulusan D3-S1, Simak Persyaratannya

Nixon bilang, nilai saham yang akan dibeli BTN untuk karyawan tidak terlalu besar. Namun, rencana ini masih membutuhkan persetujuan dari BPI Danantara selaku pemilik saham mayoritas.

"Kalau buat karyawan juga skalanya kecil lah. Tapi mesti ngomong dulu sama Danantara kan," tukasnya.

Tag:  #ihsg #bergejolak #belum #berencana #buyback #saham

KOMENTAR