Di Balik Minat Danantara ke BEI, Ini Catatan Ekonom soal Transparansi
Minat Danantara menjadi pemegang saham BEI dinilai sebagai momentum penting dalam proses demutualisasi. Ekonom mengingatkan pentingnya menjaga transparansi dan independensi bursa.(BEI)
20:44
31 Januari 2026

Di Balik Minat Danantara ke BEI, Ini Catatan Ekonom soal Transparansi

– Rencana Danantara Indonesia menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai menjadi momentum strategis dalam proses demutualisasi bursa.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, keterlibatan Danantara dapat dipandang sebagai langkah memperkuat kelembagaan pasar modal.

“Demutualisasi sendiri diarahkan agar bursa menjadi lebih profesional, transparan dan akuntabel,” ungkap Yusuf di Jakarta, Sabtu (31/1/2026) dikutip dari Antara.

Menurut dia, jika Danantara berperan sebagai investor strategis yang mendukung penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta modernisasi infrastruktur, struktur pasar berpotensi menjadi lebih efisien dan sehat.

Baca juga: Airlangga sampai Purbaya Datangi Wisma Danantara Bahas Kursi Kosong di OJK dan BEI

Transparansi Jadi Kunci

Yusuf menilai kepemilikan institusional seperti Danantara bisa mendorong akuntabilitas yang lebih baik. Namun, pasar tetap sensitif terhadap potensi konflik kepentingan.

“Karena itu, penting memastikan bahwa keterlibatan Danantara tidak menimbulkan persepsi adanya pengaruh kebijakan yang terlalu besar dalam operasional bursa, sehingga transparansi tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga dipercaya oleh pelaku pasar,” ujar dia.

Isu independensi juga menjadi perhatian utama. Sebagai institusi pasar, bursa idealnya bersifat netral.

Jika porsi dan peran Danantara dirancang proporsional dengan tata kelola yang jelas, kehadirannya dinilai dapat menjaga stabilitas dan profesionalisme BEI.

Sebaliknya, jika ruang intervensi tidak diatur dengan baik, terdapat risiko munculnya persepsi bahwa mekanisme pasar menjadi kurang market driven.

Baca juga: Mau Jadi Pemegang Saham BEI, CEO Danantara: Kami Ingin Menjadi Lebih Baik

Sinyal bagi Investor

Dari sisi investasi, Yusuf melihat langkah Danantara sebagai sinyal komitmen untuk memperkuat ekosistem pasar modal.

Dampak positif dapat terlihat apabila diikuti peningkatan likuiditas, pengembangan produk, serta perlindungan investor.

“Investor, khususnya asing, umumnya memperhatikan kualitas institusi. Karena itu, konsistensi kebijakan dan tata kelola akan sangat menentukan,” ucapnya.

Danantara Masih Kaji Skema Masuk

Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan pihaknya berminat menjadi salah satu pemegang saham BEI setelah proses demutualisasi diterapkan.

"Kami terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi tentu Danantara berkeinginan untuk masuk juga," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: IHSG Anjlok, Danantara: Pasar Modal Cerminan Kepercayaan Investor

Rosan mengatakan, pihaknya masih mengkaji mekanisme dan struktur terbaik untuk masuk, termasuk apakah melalui penawaran umum perdana saham (IPO) atau mekanisme lain.

"Kami lihat struktur yang terbaik. Nanti kami lihatlah (berapa persen sahamnya)," ucapnya.

Ia menambahkan, kepemilikan saham tersebut tidak harus melalui perusahaan sekuritas, melainkan dapat dilakukan secara langsung oleh Danantara.

"Yang pentingnya justru dengan keberadaan kami ini, kami ingin menjadi lebih baik dan lebih terbuka," kata Rosan.

Sebagai informasi, demutualisasi merupakan proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki anggota bursa menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki publik atau pihak lain.

Skema ini bertujuan memisahkan kepentingan anggota bursa dan pengelola bursa guna mengurangi potensi benturan kepentingan.

Pemerintah saat ini mempercepat penyelesaian aturan demutualisasi BEI agar dapat diproses tahun ini guna memperkuat tata kelola dan meningkatkan transparansi pasar modal.

Tag:  #balik #minat #danantara #catatan #ekonom #soal #transparansi

KOMENTAR