Setelah IHSG Anjlok, Pemerintah Tegaskan Tak Akan Toleransi Manipulasi Harga Saham
— Pemerintah menegaskan sikap keras terhadap praktik manipulasi saham menyusul tekanan tajam di pasar modal yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok.
Pemerintah memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik spekulatif yang merusak integritas pasar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan negara tidak akan membiarkan manipulasi harga saham maupun praktik saham gorengan yang merugikan investor dan merusak kredibilitas pasar modal nasional.
“Negara tidak mentoleransi manipulasi harga saham atau praktik saham gorengan. Tindakan seperti itu merugikan investor dan merusak kredibilitas pasar modal nasional,” kata Airlangga dalam pidato di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Hunger Games di Pasar Modal: Memahami Cara Kerja Saham Gorengan
Airlangga menegaskan penegakan hukum menjadi agenda utama pemerintah. Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan menindak setiap pelanggaran aturan bursa, peraturan Otoritas Jasa Keuangan, serta undang undang sektor keuangan.
“Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum,” ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, penyalahgunaan pasar tidak hanya merugikan investor ritel, tetapi juga menghambat aliran investasi dan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Di tengah gejolak pasar, pemerintah menekankan fundamental ekonomi nasional tetap kuat. Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga mencapai 5,64 persen dan diperkirakan meningkat pada periode berikutnya. Inflasi berada di level 2,92 persen dan dijaga dalam sasaran nasional 2,5 persen.
Cadangan devisa hingga Desember tercatat sekitar 156,5 miliar dolar Amerika Serikat atau setara 6,2 bulan impor. Defisit fiskal tetap dijaga di bawah batas maksimal 3 persen. Rasio utang terhadap produk domestik bruto berada di kisaran 40 persen, jauh di bawah ambang 60 persen.
Airlangga juga menyoroti penguatan sektor keuangan. Pertumbuhan kredit mencapai 9,6 persen. Dana pihak ketiga menembus Rp13.583 triliun. Rasio kecukupan modal perbankan atau capital adequacy ratio berada di level 25,87 persen. Peringkat kredit Indonesia tetap berada pada level layak investasi dengan peringkat BBB.
Baca juga: BEI Bentuk Tim Khusus Tangani Saham Gorengan, Respons Peringatan Menkeu Purbaya
Pemerintah, lanjut Airlangga, sedang mempercepat reformasi struktural pasar modal. Fokus utama diarahkan pada transparansi dan integritas pasar, termasuk melalui demutualisasi bursa dan peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.
“Likuiditas pasar diperkuat. Lebih banyak saham akan dilepas ke publik. Bursa bergerak menuju kondisi transparan, likuid, dan berintegritas,” kata Airlangga.
Penguatan regulasi juga mencakup pengetatan aturan beneficial ownership atau pemilik akhir, serta kejelasan regulasi afiliasi dan kepemilikan saham.
Terkait transisi kepemimpinan di otoritas pasar keuangan, Airlangga memastikan tidak ada kekosongan fungsi pengawasan. Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia memastikan operasional bursa berjalan normal.
“Pejabat pelaksana tugas akan menjamin seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan pengawasan berjalan tanpa gangguan,” ujar Airlangga.
Airlangga juga menyampaikan pesan Presiden kepada investor dan pelaku pasar. “Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan nasional dan berkomitmen menjaga iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” ucapnya.
Pidato tersebut disampaikan di hadapan jajaran investor dan pemangku kepentingan pasar keuangan, termasuk perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal, direksi pelaku industri, dan otoritas pasar modal.
Tag: #setelah #ihsg #anjlok #pemerintah #tegaskan #akan #toleransi #manipulasi #harga #saham