Teknik Dasar Kian Matang, Timo Scheunemann Puji Progres Pesepak Bola Putri di Bandung dan Yogyakarta
Timo Scheunemann dan Dian Nadia Mutiara memuji peningkatan kualitas teknik dan pemahaman posisi para peserta MilkLife Soccer Challenge di Bandung dan Yogyakarta. [Dok. Istimewa]
11:00
2 Februari 2026

Teknik Dasar Kian Matang, Timo Scheunemann Puji Progres Pesepak Bola Putri di Bandung dan Yogyakarta

Baca 10 detik
  • Timo Scheunemann mengapresiasi peningkatan teknik dasar dan pemahaman posisi bermain dari para siswi di Bandung dan Yogyakarta, yang membuat kompetisi semakin sengit.
  • Asisten Pelatih Timnas Putri U-17, Dian Nadia Mutiara, menilai turnamen ini sukses memunculkan bibit potensial yang menguasai teknik dasar sepak bola dengan baik.
  • SDN 035 Soka dan SDN 036 Ujungberung menjadi juara di Bandung, sementara SDN Nglarang dan SD Muhammadiyah Sapen sukses meraih trofi di Yogyakarta.

Gelaran MilkLife Soccer Challenge Bandung dan Yogyakarta Seri 2 musim 2025-2026 telah resmi berakhir dengan memunculkan wajah-wajah juara baru yang menjanjikan.

Turnamen ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, namun menjadi bukti nyata adanya peningkatan kualitas teknik dasar para pesepak bola putri usia dini.

Mantan pelatih Timnas Putri Indonesia yang kini menjabat Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan signifikan para peserta.

Pelatih berlisensi UEFA A Pro ini menyoroti bahwa para siswi kini bermain dengan pemahaman taktik yang lebih matang dibandingkan seri sebelumnya.

“Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya,” ujar Timo.

“Mereka sekarang juga sudah lebih paham posisi dan penguasaan bola. Tentu ini menjadi angin segar dari segi iklim kompetisi. Persaingan di setiap seri justru semakin sengit, juara tidak didominasi oleh satu tim saja,” lanjutnya.

Peningkatan kualitas ini juga diakui oleh Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, yang memantau langsung jalannya turnamen.

Dian menilai ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini sangat krusial sebagai kolam talenta (talent pool) untuk masa depan Timnas Putri Indonesia.

“Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan,” kata Dian.

“Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya. Kami melihat mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar bermain bola,” tambahnya.

Secara statistik, partisipasi di kedua kota ini sangat tinggi, dengan Bandung mencatatkan 2.154 siswi dan Yogyakarta diikuti oleh 1.548 peserta.

Di Kota Bandung, SDN 035 Soka berhasil menyegel gelar juara Kategori Usia (KU) 10 setelah menundukkan SDN 091 Cibeureum dengan skor 2-0 lewat gol Mikhayla Putri Ferdiansyah dan Allya Khaira Rahman.

Sedangkan untuk KU 12 Bandung, SDN 036 Ujungberung memastikan diri sebagai kampiun lewat drama adu penalti yang menegangkan melawan SDN Citrasari.

Beralih ke Yogyakarta, tim debutan SDN Nglarang membuat kejutan dengan merebut trofi KU 10 usai mengandaskan SD Muhammadiyah Sapen dengan skor meyakinkan 4-2.

Namun, SD Muhammadiyah Sapen menebus kekalahan di kategori KU 12 dengan menjadi juara setelah menang tipis 3-2 atas SD Muhammadiyah Karangploso berkat hattrick Shima Putri Larasati.

Melihat kualitas yang ada, Timo Scheunemann bahkan optimistis bahwa tim All-Stars Bandung tahun ini memiliki peluang besar untuk berbicara banyak di level nasional.

“Jika dilihat dari hasil MLSC Bandung Seri 2 2025 - 2026, All-Star Bandung nanti termasuk salah satu yang punya kans untuk juara,” ucap Timo.

Nantinya, talenta-talenta terbaik hasil kurasi dari setiap kota akan kembali bertanding dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus, pada Juni 2026.

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #teknik #dasar #kian #matang #timo #scheunemann #puji #progres #pesepak #bola #putri #bandung #yogyakarta

KOMENTAR