Rupiah Dibuka Menguat, IHSG Justru Anjlok Pagi Ini
Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat pada awal perdagangan Senin (2/2/2026).
Rupiah dibuka di level Rp 16.776 per dollar Amerika Serikat (AS). Posisi itu menguat 0,06 persen dibandingkan penutupan Jumat (30/1/2026) di Rp 16.786 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi kembali melemah. Tekanan muncul seiring meningkatnya spekulasi pasar terkait pilihan Presiden AS Donald Trump. Nama Kevin Warsh mencuat sebagai kandidat kepala The Federal Reserve.
Spekulasi tersebut mendorong penguatan dollar AS. Sentimen itu diperkuat kenaikan indeks dollar. Pasar juga merespons pernyataan Gubernur The Federal Reserve Michelle Bowman yang bernada lebih hawkish.
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dollar AS oleh spekulasi pilihan Trump, Kevin Warsh, untuk menjabat kepala Tha Fed baru mendukung dollar AS, selain itu indeks dollar AS juga naik didukung oleh pernyataan yang lebih hawkish dari The Fed Bowman,” ujar Lukman kepada Kompas.com.
Baca juga: Rupiah Melemah terhadap Dollar AS, PDI-P Harap Pemerintah Solid
Meski begitu, tekanan terhadap rupiah diperkirakan terbatas. Investor memilih bersikap wait and see. Pasar menanti rilis data perdagangan dan inflasi Indonesia yang dijadwalkan diumumkan siang ini.
“Namun perlemahan akan terbatas, investor menatikan data perdagangan dan inflasi Indonesia yg akan dirilis siang ini,” paparnya.
Tekanan kuat juga terjadi di pasar saham. Aksi jual besar-besaran menghantam perdagangan awal Senin. Sebanyak 602 saham langsung melemah beberapa menit setelah pembukaan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,37 persen atau 363,76 poin ke level 7.965,85. Pelemahan terjadi sejak awal sesi dan nyaris tanpa perlawanan berarti.
IHSG dibuka di posisi 8.306,16. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian 8.313,06. Tekanan jual kemudian menyeret IHSG ke titik terendah 7.904,17.
Baca juga: Rupiah Melemah, Emas Makin Diburu: Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli?
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan 63 saham menguat. Sebanyak 48 saham stagnan. Sebanyak 602 saham melemah.
Volume perdagangan tercatat 15,61 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 8,73 triliun. Frekuensi transaksi menembus 900.312 kali.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut tergerus menjadi sekitar Rp 14.351 triliun, seiring kejatuhan tajam IHSG.