Harga Bitcoin Anjlok, Investor Pemula Perlu Lakukan Ini
Ilustrasi Bitcoin(Dok. Shutterstock/Mega Bintang)
16:04
2 Februari 2026

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Pemula Perlu Lakukan Ini

Harga bitcoin (BTC) yang anjlok menimbulkan kebingungan bagi investor pemula: apakah menjual untuk memotong kerugian, membeli saat murah, atau menunggu pasar pulih?

Dalam beberapa hari terakhir, harga bitcoin mengalami penurunan tajam yang membawa harganya kembali ke level terendah beberapa bulan.

Harga bitcoin menembus titik di bawah 80.000 dollar AS dan mencatatkan penurunan lebih dari 30 persen dari puncak siklus sebelumnya, dengan volume likuidasi posisi leverage mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS dalam periode penurunan terburuk baru-baru ini.

Baca juga: Harga Bitcoin (BTC) Kembali Anjlok, Pasar Kripto Tertekan

Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin (BTC) kembali turun tajam hingga menyentuh level di bawah 76.000 dollar AS pada akhir pekan ini.UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin (BTC) kembali turun tajam hingga menyentuh level di bawah 76.000 dollar AS pada akhir pekan ini.

Laporan pasar juga menyorot kondisi likuiditas yang tipis dan arus keluar dana dari produk institusional sebagai pemicu tekanan jual.

Selain itu, menurut data CoinDesk, sentimen pasar mencapai titik paling negatif tahun ini ketika harga beringsut ke kisaran 82.000 hingga 85.000 dollar AS, menandakan meningkatnya kecemasan di antara pelaku ritel dan trader.

Penurunan harga bitcoin ini disebut bagian dari “rollercoaster” pasar kripto sepanjang 2025–2026, termasuk koreksi besar yang mendorong beberapa perusahaan dan ETF untuk menyesuaikan strategi.

Apa yang harus dilakukan investor pemula saat harga bitcoin anjlok?

Berikut rangkaian hal yang perlu dilakukan investor pemula saat harga bitcoin anjlok.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun Terus, Kapan Akan Pulih?

1. Evaluasi profil risiko dan horizon investasi

Investor mesti meninjau kembali tujuan investasi, toleransi risiko, dan horizon waktu sebelum membuat keputusan jual atau beli.

Ilustrasi bitcoin.UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.

Instruksi ini muncul berulang di laporan yang mewawancarai manajer investasi institusional. Produk kripto kini beragam (spot, ETF, derivatif, saham miner), sehingga cara mengekspresikan eksposur harus disesuaikan dengan profil risiko.

“Instrumen investasi untuk bitcoin telah berkembang pesat di pasar ritel dan institusional, yang secara fundamental memperluas akses,” kata John D’Agostino, kepala strategi di Coinbase Institutional, dikutip dari Reuters, Senin (2/2/2026).

"Namun, nuansanya penting dalam hal bagaimana orang ingin mengekspresikan leverage dan sejauh mana mereka ingin melindungi eksposur mereka," tutur dia.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok di Bawah 80.000 Dollar AS, Ini Pemicunya

Catat proporsi portofolio yang Anda alokasikan ke kripto, misal 1 sampai 5 persen untuk portofolio konservatif, persentase lebih besar untuk profil agresif, dan jangan biarkan kepanikan pasar membuat alokasi itu melampaui batasan yang sudah ditetapkan.

2. Hindari keputusan panik

Laporan-laporan pasar menegaskan: likuidasi besar dan aksi jual terkoordinasi dapat memperparah penurunan harga dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, jual panik (panic sell) sering kali mengunci kerugian yang kemudian sulit dipulihkan, terutama jika keputusan diambil tanpa rencana.

Jika Anda belum memiliki rencana masuk atau keluar, sekarang bukan waktu untuk membuat keputusan emosional.

Baca juga: Bitcoin Ambles 6,10 Persen ke 82.586,97 Dollar AS, Altcoin Ikut Terimbas

Buat rencana tertulis sederhana, ambang kerugian maksimal (stop-loss) yang masuk akal untuk posisi margin, dan kondisi apa yang memicu pembelian tambahan.

3. Pertimbangkan strategi bertahap (dollar-cost averaging atau layering)

Sejumlah perencana keuangan merekomendasikan pendekatan bertahap, misal dollar-cost averaging/DCA untuk investor yang berniat menambah posisi pada penurunan, agar risiko timing pasar (market timing) berkurang.

Alokasikan jumlah yang Anda rela rugi menjadi beberapa tranche, misalnya 4 hingga 6 tranche dan beli secara berkala ketika harga turun, bukan sekaligus.

Ilustrasi bitcoin. FREEPIK/FABRIKASIMF Ilustrasi bitcoin.

4. Kurangi atau hindari penggunaan leverage

Banyak likuidasi besar dipicu oleh posisi berleverage yang otomatis tertutup ketika harga bergerak tajam. Penggunaan leverage meningkatkan risiko likuidasi dan kerugian lebih besar daripada modal yang diinvestasikan.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Terkoreksi

Investor pemula sebaiknya menghindari produk bermargin atau derivatif sampai memahami risiko leverage, likuiditas, dan biaya-biaya terkait.

5. Gunakan platform tepercaya; waspadai risiko operasional

Pasar mengalami tekanan bukan hanya karena arus modal tetapi juga karena perbedaan likuiditas antarbursa dan masalah operasional.

Anda sebaiknya memilih lembaga kustodi atau pertukaran yang teregulasi atau memiliki catatan keamanan dan likuiditas yang jelas.

Simpan porsi yang Anda rencanakan untuk “hold” pada wallet pribadi dengan kunci yang Anda kontrol sendiri (hardware wallet) bila tujuannya jangka panjang. Untuk trading jangka pendek, gunakan bursa besar yang likuid dan berizin.

Baca juga: Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Kembali di Bawah Tekanan Jual

6. Perhatikan arus dana institusional (ETF) dan likuiditas pasar

Beberapa laporan menunjuk bahwa arus keluar masuk dari dana spot Bitcoin (ETF) dapat memberi tekanan tambahan pada harga.

Data terkini melaporkan net outflows yang menambah tekanan jual di pasar spot dalam periode tertentu.

Perhatikan laporan arus dana (fund flows) dan volume pasar sebagai indikator likuiditas; jangan mengandalkan eksekusi besar di pasar tipis bila modal kecil Anda bisa terpukul oleh slippage.

Ilustrasi Bitcoin.DOK. Shutterstock. Ilustrasi Bitcoin.

7. Pertimbangkan penggunaan lindung nilai (hedging) untuk posisi besar

Strategi yang lebih aktif atau terhedge mendapat tempat setelah crash, misalnya menjual opsi put, menggunakan futures untuk melindungi nilai, atau produk yang menghasilkan yield. Namun, instrumen ini membutuhkan pengetahuan dan biaya tambahan.

Baca juga: Harga Bitcoin Terpuruk dalam 24 Jam, Altcoin Ikut Terseret

Hedging cocok untuk investor yang mengelola portofolio besar atau profesional.

Bagi investor pemula, lebih realistis memperkuat manajemen ukuran posisi dan toleransi risiko.

8. Manfaatkan waktu untuk belajar aspek fundamental, teknikal, dan regulasi

Beberapa laporan industri mengatakan pasar kripto semakin mirip pasar finansial tradisional dalam tersedianya beragam produk dan alat manajemen risiko.

Untuk itu investor disarankan memperdalam pemahaman ketimbang bertindak reaktif.

Baca juga: Lesu, Harga Bitcoin Masih di Bawah 90.000 Dollar AS

Pelajari prinsip diversifikasi, manajemen risiko, cara kerja custody, serta dampak berita makro (suku bunga, kebijakan moneter, dan keputusan regulator) terhadap aset kripto.

Tag:  #harga #bitcoin #anjlok #investor #pemula #perlu #lakukan

KOMENTAR