Todd Blanche Tegaskan Kasus Epstein 'Selesai', Korban Minta Keadilan, DOJ: Bukti Tak Bisa Dibuat-buat
Tokoh global yang namanya muncul dalam dokumen Jeffrey Epstein (The Guardian)
17:33
2 Februari 2026

Todd Blanche Tegaskan Kasus Epstein 'Selesai', Korban Minta Keadilan, DOJ: Bukti Tak Bisa Dibuat-buat

- Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat Todd Blanche menegaskan bahwa proses pemeriksaan ulang atas berkas kasus perdagangan seks yang melibatkan Jeffrey Epstein dan rekannya Ghislaine Maxwell telah resmi berakhir, meskipun ratusan korban dan anggota parlemen menuntut transparansi dan pertanggungjawaban lebih jauh dari Departemen Kehakiman AS (U.S. Department of Justice/DOJ). 

Pernyataan ini kembali menghidupkan perdebatan panjang tentang keadilan, bukti hukum, dan akuntabilitas bagi para elit yang terkait kasus ini. Dalam pernyataan yang diwawancarai di beberapa program berita nasional, Blanche, yang memimpin upaya pelepasan jutaan dokumen terkait kasus Epstein, menjelaskan batasan hukum yang dihadapi para jaksa dalam menuntut individu lain berdasarkan berkas yang kini terbuka untuk publik. 

"Para korban ingin mendapatkan keadilan sepenuhnya, dan kami juga menginginkan hal itu. Namun, hal itu tidak berarti kami bisa menciptakan bukti atau membuat kasus yang sebenarnya tidak ada," jelas Blanche dalam wawancara dengan CNN.

Dilansir dari The Guardian, Senin (2/2/2026), Blanche menegaskan kembali bahwa "meskipun arsip berisi banyak korespondensi, email, dan foto yang sangat mengganggu secara emosional, hal itu tidak otomatis memberi dasar hukum untuk menuntut seseorang."

Pernyataan ini muncul hanya setelah DOJ merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan hampir 180.000 gambar dalam salah satu upaya paling ambisius untuk membuka catatan pemeriksaan terhadap kasus Epstein kepada publik. 

Selain itu, Blanche menjelaskan bahwa proses peninjauan internal atas dokumen telah menilai bahwa tidak ada dasar hukum yang kuat untuk mengajukan dakwaan pidana baru terhadap individu lain di luar kasus Epstein dan Maxwell. Hal ini dipertegas dengan pernyataannya kepada ABC News bahwa jaksa tidak dapat beroperasi di luar apa yang didukung oleh bukti yang ada. 

Namun, pernyataan Blanche langsung menuai kritik tajam dari para korban dan pihak lain. Beberapa pengacara yang mewakili korban menyatakan kekecewaan karena sebagian besar dokumen yang dirilis masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk kemungkinan keterlibatan individu berpengaruh. Laporan The Wall Street Journal menunjukkan bahwa setidaknya 43 nama korban terekspos tanpa redaksi yang memadai dalam dokumen tersebut, suatu kesalahan yang menurut pengacara semakin menyakiti para korban.

Kritik juga datang dari sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat. Anggota Dewan Perwakilan Ro Khanna menyatakan bahwa DOJ hanya merilis "paling banyak setengah dari dokumen yang diminta," dan menilai bahwa materi yang ada mengejutkan sekaligus menggugah kesadaran publik terhadap hubungan antara Epstein dan sejumlah tokoh berprofil tinggi, meskipun tidak memperlihatkan bukti keterlibatan pidana mereka. 

Khanna menambahkan bahwa surat-surat yang dirilis mencakup komunikasi dengan orang-orang terkenal seperti pengusaha multinasional Elon Musk dan pejabat pemerintahan, namun "mereka tidak pernah didakwa atas kesalahan apapun." Kritik ini mencerminkan ketidakpuasan publik yang lebih luas atas apa yang disebut banyak pihak sebagai kurangnya akuntabilitas hukum terhadap para elit yang disebut-sebut terkait jaringan Epstein. 

Respons serupa juga datang dari sejumlah pemimpin Partai Demokrat lainnya. Ketua Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyatakan bahwa pernyataan DOJ tentang kasus yang "selesai" tidak berarti prosesnya benar-benar tuntas. Dia menekankan pentingnya transparansi penuh sehingga dapat dilakukan pertanggungjawaban yang lengkap, terutama bagi mereka yang menunggu keadilan lebih dari satu dekade sejak Epstein tewas di penjara tahun 2019 saat menunggu pengadilan federal atas tuduhan perdagangan seks.

Para kritikus menilai bahwa meskipun Jeffries menegaskan tidak ada bukti baru yang layak ditindaklanjuti, pelepasan dokumen tetap memunculkan pertanyaan serius mengenai bagaimana kasus sebesar ini ditangani. Mereka menambahkan bahwa dokumen yang telah dirilis sejauh ini hanya "menggores permukaan" dari keseluruhan materi yang dimiliki DOJ, dan sejumlah catatan penting kemungkinan masih ditahan karena alasan hukum atau administratif.

Sementara itu, Blanche membela keputusan dan proses DOJ dengan tegas: "Kami tidak menyembunyikan apa pun," katanya, menepis tuduhan adanya upaya penutup-nutupan atau penghapusan informasi yang relevan. Dia menambahkan bahwa setiap kesalahan dalam redaksi dokumen akan segera diperbaiki begitu pihaknya diberi tahu.

Tetapi para korban tetap merasa frustrasi. Banyak yang merasa bahwa meskipun berkas telah dibuka, proses hukum yang benar-benar memungkinkan para pelaku bertanggung jawab secara penuh belum terwujud. Tekanan publik dan politik kini tetap dipertahankan, dengan panggilan untuk pemeriksaan lebih lanjut dari berkas yang belum dipublikasikan dan kemungkinan keterlibatan pihak berpengaruh lainnya di luar Epstein dan Maxwell. 

Kasus Epstein, yang sejak lama menjadi simbol kekejaman perdagangan seks dan ketidakadilan dalam sistem hukum, kini memasuki babak baru perdebatan mengenai makna keadilan bagi para korban, serta sejauh mana sistem hukum mampu menuntut pertanggungjawaban para elit atas kekuasaan dan posisi mereka.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #todd #blanche #tegaskan #kasus #epstein #selesai #korban #minta #keadilan #bukti #bisa #dibuat #buat

KOMENTAR