CEO Nvidia Minta Setop Coding, Lalu Programer Ngapain?
CEO Nvidia Jensen Huang mengaku akan memilih jurusan ilmu fisika jika kembali menjadi mahasiswa di era sekarang. Apa alasannya?(Techspot)
10:36
2 Februari 2026

CEO Nvidia Minta Setop Coding, Lalu Programer Ngapain?

- Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia melontarkan saran yang cukup mengejutkan pada salah satu profesi tua di bidang teknologi, yakni meminta para programer atau software engineer untuk berhenti menulis kode (coding) secara manual.

Padahal, programer dan coding merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Namun, Huang memiliki pandangan yang berbeda terkait hubungan coding dan programer. Huang menilai programer bakal menjadi pemecah masalah, ketimbang hanya menulis kode.

Baca juga: Resep Sukses Nvidia Mendominasi Industri AI, Modal Nekat

Setop coding dan jadi pemecah masalah

Huang menginginkan programer berfokus untuk memecahkan masalah yang belum terjamah. Menurutnya, urusan coding yang menyita waktu kini bisa dibantu oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Tugas manusia untuk menerjemahkan perintah ke dalam bahasa mesin (seperti C++ atau Python) kini telah diambil alih oleh AI. Ia menegaskan bahwa sekarang siapa pun bisa menjadi programmer, karena bahasa pemrograman baru adalah bahasa manusia itu sendiri.

"Kami telah berhasil menutup kesenjangan teknologi," ujar Huang dalam podcast No Priors AI, dirangkum KompasTekno, Sabtu (31/1/2026).

Dalam kesempatan itu, ia membeberkan bahwa seluruh programer di Nvidia kini menggunakan asisten coding berbasis AI bernama Cursor.

"Tidak ada yang lebih membahagiakan saya daripada jika tidak ada satu pun programer kami yang melakukan coding sama sekali," kata Huang.

"Dan mereka hanya murni memecahkan masalah-masalah yang belum ditemukan," lanjutnya.

Mendalami keahlian spesifik ketimbang hanya coding

Dengan bantuan AI, Huang menyarankan agar generasi muda mengalihkan energi untuk memperdalam keahlian di bidang spesifik (domain expertise), seperti biologi, pendidikan, manufaktur, atau pertanian.

Menurut Huang, masa depan adalah milik mereka yang bisa berkolaborasi dengan AI untuk memecahkan masalah di bidang-bidang tersebut.

Jadi, alih-alih hanya menjadi penulis kode, insinyur masa depan harus bertransformasi menjadi pemecah masalah yang menggunakan AI sebagai alat kolaborasi utama untuk menciptakan solusi nyata.

Visi Huang ini sebenarnya bukan sekadar angan-angan filosofis. Dalam beberapa bulan terakhir, termasuk saat tampil di acara Joe Rogan Experience, ia gencar mempromosikan kerangka kerja yang ia sebut sebagai "Tujuan vs Tugas".

Baca juga: Jensen Huang, Dulu Tukang Cuci Piring, Kini CEO Perusahaan Bernilai Rp 83.000T

Konsepnya sederhana, menulis kode hanyalah sebuah "tugas". Sementara itu, menemukan dan menyelesaikan masalah baru adalah "tujuan" utamanya.

Menurut Huang, AI seharusnya mengambil alih tugas-tugas teknis tersebut sehingga manusia bisa mencurahkan energinya untuk tujuan yang lebih besar.

Belajar dari radiologi

Huang mengambil contoh dari dunia medis untuk membuktikan bahwa pendekatan ini justru bisa menciptakan lapangan kerja baru, bukan menghilangkannya.

Ia mengingatkan prediksi pionir AI, Geoffrey Hinton, bertahun-tahun lalu yang menyebut profesi ahli radiologi akan punah dalam lima tahun karena komputer bisa memindai gambar lebih cepat.

Nyatanya, jumlah ahli radiologi justru bertambah. Alasannya, menurut Huang, membaca hasil pindaian hanyalah tugas teknis. Tujuan sejatinya adalah mendiagnosis penyakit dan menyembuhkan pasien.

Ketika AI mengambil alih pekerjaan kasar tersebut, kebutuhan akan keahlian manusia di baliknya justru meningkat.

Coding tidak bisa dipasrahkan semua ke AI

Meski begitu, tidak semua pihak seoptimis Huang. Michael Truell, CEO Cursor, perusahaan pembuat alat AI yang dipakai Nvidia, justru memperingatkan bahaya "vibe coding".

Istilah ini merujuk pada kebiasaan pengembang yang membiarkan AI membangun perangkat lunak tanpa memeriksa hasilnya secara teliti.

"Jika Anda menutup mata dan tidak melihat kodenya, lalu membiarkan AI membangun sesuatu dengan fondasi yang lemah, hal-hal akan mulai runtuh," kata Truell.

Mantan direktur AI Tesla, Andrej Karpathy, juga mengakui bahwa agen AI saat ini belum cukup mumpuni untuk bekerja sendiri sepenuhnya tanpa campur tangan manusia.

Baca juga: CEO Nvidia Jensen Huang Ditanya Manfaat AI untuk Timnas Indonesia, Ini Jawabannya

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #nvidia #minta #setop #coding #lalu #programer #ngapain

KOMENTAR