Samsung Kecipratan Booming AI, Panen Cuan di Akhir 2025
Ilustrasi Samsung, deretan produk smartphone Samsung. (SHUTTERSTOCK/N.Z. PHOTOGRAPHY)
11:06
2 Februari 2026

Samsung Kecipratan Booming AI, Panen Cuan di Akhir 2025

- Samsung untung besar di tengah meningkatnya harga memori yang didorong tren kecerdasan buatan (AI).

Laporan keuangan Samsung untuk kuartal IV-2025 menunjukkan bahwa divisi yang menaungi bisnis memori memberikan kontribusi yang sigifikan.

Secara umum, pada triwulan keempat 2025 itu, Samsung meraih pendapatan konsolidasi sebesar 93,8 triliun won (sekitar Rp 1.093 triliun) dan laba operasional sebesar 20,1 triliun won (sekitar Rp 234 triliun).

Jumlah tersebut tercatat yang tertinggi sepanjang sejarah, khususnya untuk periode satu kuartal.

Sebagai pembanding, pada kuartal IV-2024, pendapatan konsolidasi Samsung adalah 75,8 triliun won (sekitar Rp 883 triliun), sementara pendapatan operasionalnya hanya 6,5 triliun won (sekitar Rp 75,7 triliun).

Baca juga: Stok RAM Laptop Sedunia Sisa 30 Persen, Harga Kulkas Bakal Naik

Dengan kata lain, laba kuartal IV-2025 naik tiga kali lipat dibanding kuartal yang sama tahun 2024.

Pada Oktober-Desember 2025, divisi Samsung Device Solutions (DS) yang menaungi bisnis memori, membukukan pendapatan sebesar 44 triliun won (sekitar Rp 512 triliun). Laba operasonalnya mencapai 16,4 triliun (sekitar Rp 191 triliun).

Artinya, divisi DS memiliki peran kunci dalam pertumbuhan bisnis Samsung kuartal IV-2025, karena berkontribusi nyaris separuh dari total pendapatan Samsung.

Pertumbuhan itu didorong oleh oleh tingginya permintaan akan Dynamic Random Access Memory (DRAM) konvensional dan pertumbuhan penjualan High Bandwidth Memory (HBM). Lebih spesifik, profit untuk produk seperti RAM DDR5 server dan SSD enterprise juga meningkat.

Untuk kuartal I-2026, divisi ini ditaksir masih akan terdongkrak booming AI. Penjualan penyimpanan NAND seperti SSD juga ditaksir meningkat.

Bisnis smartphone raih laba dua digit

Selain bisnis memori, Samsung juga melaporkan performa divisi Mobile Experience (MX) yang menaungi bisnis smartphone, dan divisi Network Business.

Kedua divisi ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 29,3 triliun won (sekitar Rp 341 triliun), serta laba operasi 1,9 triliun won (sekitar Rp 22,1 triliun).

Samsung mengeklaim bahwa divisi MX meraih laba tahunan dua digit pada sepanjang tahun 2025 berkat penjualan ponsel flagship serta permintaan yang stabil untuk tablet dan perangkat wearable.

Meski begitu, penjualan ponsel secara spesifik menurun pada kuartal IV-2025, walaupun rincian penurunannya tidak diungkapkan.

Baca juga: Efek Krisis RAM, Toko di Jepang Sampai “Ngebet” Beli PC Lama Pelanggan

Untuk memulihkannya, Samsung sesumbar bahwa ponsel flagshipnya di tahun 2026 akan dilengkapi pengalaman AI tingkat lanjut, disertai desain yang lebih ramping dan ringan.

Bisnis kamera dan layar menurun

Adapun untuk bisnis kamera yang ditangani oleh divisi System LSI tercatat menurun pada triwulan akhir 2025. Menurut Samsung, lesunya pertumbuhan bisnis divisi ini dikarenakan melemahnya permintaan musiman.

Kendati demikian, sensor kamera 200 MP dan 50 MP diklaim meningkat dan ditaksir akan terus meningkat pada kuartal I-2026.

Beralih ke bisnis layar yang dijalankan divisi Visual Display dan terkait dengan Digital Appliances. Divisi ini membukukan kerugian operasional sebesar 600 miliar won (sekitar Rp 6,9 triliun).

Pasalnya, persaingan di bisnis ini meningkat sehingga menekan margin keuntungan, walaupun penjualan produk premium Neo QLED dan OLED terbilang cukup solid dengan pendapatan 14,8 triliun won (sekitar Rp 171 triliun).

Bisnis lainnya seperti Harman yang mencakup perangkat audio, meraih pendapatan 4,6 triliun won (sekitar Rp 53 triliun) serta laba operasional 300 miliar won (sekitar Rp 3,4 triliun).

Adapun total pendapatan konsolidasi Samsung sepanjang tahun 2025 mencapai 333,6 triliun won (sekitar Rp 3.874 triliun) dengan laba operasional 43,6 triliun won (sekitar Rp 506 triliun), dihimpun KompasTekno dari Sammy Guru.

Tag:  #samsung #kecipratan #booming #panen #cuan #akhir #2025

KOMENTAR