Said Didu Usai Bertemu Prabowo: Kami akan Beroposisi terhadap Oligarki
- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan para tokoh yang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat lalu akan tetap beroposisi usai pertemuan tersebut.
Hanya saja, oposisi yang dimaksud adalah kepada oligarki beserta antek-anteknya.
"Setelah pertemuan tersebut, kami akan 'beroposisi' kepada pihak-pihak yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan kedaulatan wilayah yang telah 'direbut' oleh oligarki bersama antek-anteknya," ujar Said Didu kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Said Didu Ungkap Momen Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi
Adapun pertemuan antara tokoh oposisi dan Prabowo dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Mereka bertemu di rumah Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, sejak sore hingga malam.
Prabowo, kata dia, mempresentasikan sendiri terkait berbagai kebijakan strategis untuk percepatan perbaikan bangsa.
Kata Said Didu, Prabowo didampingi oleh sekitar 10 orang staf kepercayaan. Diskusi pun berlangsung dengan sangat dinamis.
Baca juga: Prabowo Bertemu Sejumlah Tokoh di Kertanegara Jumat Malam, Siapa Saja?
Said Didu mengeklaim Prabowo mendengarkan para tokoh oposisi dengan baik, dan berdiskusi mengenai banyak isu strategi dan sensitif demi perbaikan bangsa ke depan.
"Kami 'menyepakati' bahwa agenda dan program pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus jadi prioritas serta pemberantasan korupsi, pengembalian sumber daya alam, dan lain-lain," jelasnya.
Lebih jauh, pertemuan tersebut turut membahas isu strategis dan sensitif lain, seperti reformasi Polri, BoP (Boarding of Peace) Gaza, serta isu-isu lainnya.
Said Didu berpandangan, pertemuan dari sore ke malam ini menunjukkan bahwa Prabowo sangat terbuka untuk berdiskusi.
Dia pun berterima kasih kepada Prabowo yang bersedia menerima mereka. "Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas penerimaannya dan berkenan berdiskusi dengan kami," imbuh Said Didu.
Menhan sebut oposisi, Mensesneg tidak
Presiden RI Prabowo Subianto disebut bertemu dengan sejumlah tokoh oposisi pemerintah untuk membahas kondisi bangsa dan negara.
Pertemuan tersebut awalnya diungkap Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retreat di Kawasan di Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) dikutip dari ANTARA.
Baca juga: Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Menhan: Saya Laporkan Situasi Nasional
Terkait pertemuan tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap pertemuan digelar di kediaman Presiden RI di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Ia mengungkap, beberapa tokoh tersebut adalah Peneliti Senior BRIN, Siti Zuhro hingga eks Kabareskrim Susno Duadji.
"Ya di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan. Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum. Macam-macam di situ ada beberapa banyak," ungkap Prasetyo, di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Prasetyo mengatakan, mereka adalah tokoh masyarakat, bukan oposisi.
Presiden Prabowo, kata dia, melakukan menerima masukan serta dialog dengan tokoh-tokoh tersebut.
"Tidak, tidak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," ujar Prasetyo.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo juga menjelaskan soal program-programnya selama setahun terakhir.
"Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," tegas dia.
Tag: #said #didu #usai #bertemu #prabowo #kami #akan #beroposisi #terhadap #oligarki