Ekspor Indonesia 2025 Tumbuh 282,91 Miliar Dollar AS, Industri Pengolahan dan Pertanian Jadi Motor Utama
Ilustrasi ekspor. Produk Cold-Rolled Stainless Steel Flat (CRSS) atau baja nirkarat canai dingin asal Indonesia resmi bebas dari Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) yang sebelumnya berpotensi dikenakan oleh Pemerintah Turkiye.(PIXABAY/AWADPALESTINE)
11:52
2 Februari 2026

Ekspor Indonesia 2025 Tumbuh 282,91 Miliar Dollar AS, Industri Pengolahan dan Pertanian Jadi Motor Utama

- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2025 tumbuh positif di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Total nilai ekspor pada periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 282,91 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp 4.751 triliun dengan kurs Rp 16.794 per dollar Amerika Serikat. Angka tersebut naik 6,15 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, pertumbuhan ekspor terutama ditopang kinerja ekspor nonmigas.

Nilai ekspor nonmigas sepanjang 2025 mencapai 269,84 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp 4.533 triliun, tumbuh 7,66 persen secara tahunan.

Baca juga: Bulog Siapkan Gudang di Saudi untuk Tampung Beras Ekspor

Sebaliknya, ekspor migas mengalami kontraksi 17,69 persen menjadi 13,07 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp 219,5 triliun.

“Peningkatan ekspor nonmigas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan pertanian,” ujar Ateng saat paparan rilis BPS, Senin (2/2/2026).

Industri pengolahan menjadi kontributor utama peningkatan ekspor nonmigas sepanjang 2025 dengan andil 10,77 persen.

Ateng menyebut, sejumlah komoditas industri pengolahan mencatat kenaikan signifikan, seperti minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik.

Dari sisi tujuan ekspor, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai 64,82 miliar dollar Amerika Serikat atau naik 7,11 persen dibandingkan Januari hingga Desember 2024.

Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat, negara-negara ASEAN, dan Uni Eropa juga meningkat. Sementara itu, ekspor ke India tercatat menurun.

Pada Desember 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai 26,35 miliar dollar Amerika Serikat. Nilai tersebut naik 11,64 persen dibandingkan Desember 2024.

Baca juga: Wacana Ekspor, Bulog Bidik Perusahaan Katering di Arab Saudi

Kenaikan ekspor Desember 2025 sepenuhnya ditopang ekspor nonmigas yang tumbuh 13,72 persen menjadi 25,09 miliar dollar Amerika Serikat.

Sebaliknya, ekspor migas pada periode yang sama turun 18,14 persen menjadi 1,26 miliar dollar Amerika Serikat.

Secara tahunan, kenaikan ekspor nonmigas Desember 2025 didorong lemak dan minyak hewan nabati yang naik 43,53 persen dengan andil 4,87 persen.

Nikel dan barang darinya melonjak 59,92 persen dengan andil 2,03 persen. Mesin dan perlengkapan elektronik beserta bagiannya tumbuh 22,08 persen dengan andil 1,26 persen.

BPS mencatat, total ekspor nonmigas Desember 2025 sebesar 25,09 miliar dollar Amerika Serikat didominasi sektor industri pengolahan senilai 21,17 miliar dollar Amerika Serikat.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 0,52 miliar dollar Amerika Serikat. Sektor pertambangan dan lainnya menyumbang 3,40 miliar dollar Amerika Serikat.

Secara tahunan, ekspor nonmigas industri pengolahan tumbuh 19,25 persen dengan andil 14,48 persen.

Kinerja tersebut ditopang ekspor minyak kelapa sawit, nikel, semikonduktor dan komponen elektronik, kimia dasar organik hasil pertanian, serta barang perhiasan dan barang berharga.

BPS menilai, kinerja ekspor Indonesia pada akhir 2025 tetap resilien meski harga sejumlah komoditas global, khususnya energi dan pertanian, mengalami penurunan.

Pergerakan harga komoditas dan permintaan negara mitra dagang utama akan menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja ekspor nasional ke depan.

Tag:  #ekspor #indonesia #2025 #tumbuh #28291 #miliar #dollar #industri #pengolahan #pertanian #jadi #motor #utama

KOMENTAR