Tesla Keok, Mobil Listrik Xiaomi Kini Rajai Jalanan
Seorang pengunjung menjajal mobil listrik sedan SU7 buatan Xiaomi di Beijing, China, 29 Mei 2025.(REUTERS/TINGSHU WANG)
21:24
31 Januari 2026

Tesla Keok, Mobil Listrik Xiaomi Kini Rajai Jalanan

- Setelah lima tahun berupaya mengejar ketertinggalan, China akhirnya berhasil melahirkan "pembunuh Tesla" dalam kategori kendaraan listrik (EV) premium.

Mobil listrik Xiaomi SU7 mencatat penjualan 258.164 unit di China sepanjang tahun lalu, mengungguli Tesla Model 3 yang hanya membukukan 200.361 unit, menurut data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dikutip South China Morning Post, Minggu (25/1/2026).

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi para produsen EV lokal yang ingin mengukuhkan kebanggaan nasional, sekaligus merebut pangsa pasar yang selama ini didominasi pemain asing.

Baca juga: Mengaku Direktur Xiaomi, Tukang Potong Sayur Kencani dan Tipu 200 Wanita

Sejak pertama kali meluncur di pasar China pada akhir 2019, Model 3 yang dirakit di Gigafactory 3 Shanghai memimpin penjualan sedan listrik premium.

Namun, dominasi itu mulai goyah pada 2024 karena persaingan ketat dari merek-merek lokal seperti Nio, Xpeng, IM Motors, hingga Xiaomi.

“Dominasi Tesla di segmen EV premium terkikis oleh para pesaingnya dari China yang mampu memproduksi kendaraan setara dengan standar teknologi Tesla, sambil menawarkan harga lebih rendah,” ujar Eric Han, manajer senior di perusahaan konsultan Suolei yang berbasis di Shanghai.

Han menambahkan, kesuksesan Xiaomi menjadi dorongan besar bagi industri otomotif China, yang kini berlomba menghadirkan mobil dengan nilai tambah lebih tinggi.

Test drive mobil listrik Tesla Model 3 Performance di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di JIExpo Kemayoran, Senin (25/7/2022). Selain mobil listrik Tesla Model 3 Performance, pengunjung juga bisa mencoba mobil listrik DFSK Gelora E dan Alke Mini Pikap.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Test drive mobil listrik Tesla Model 3 Performance di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di JIExpo Kemayoran, Senin (25/7/2022). Selain mobil listrik Tesla Model 3 Performance, pengunjung juga bisa mencoba mobil listrik DFSK Gelora E dan Alke Mini Pikap.Selain Model 3, Tesla juga memproduksi Model Y di pabrik yang sama di Shanghai. Model ini bahkan menjadi SUV terlaris di China sepanjang 2025, melampaui semua pesaing di segmen bensin maupun listrik.

Meski begitu, tekanan dari produsen lokal semakin kuat. BYD, produsen EV terbesar dunia, memimpin lonjakan pengiriman mobil listrik berkat harga lebih terjangkau dan menarik bagi konsumen kelas menengah ke bawah.

Dari sekitar 50 produsen EV di China, hanya segelintir yang mampu mencetak laba. Sebab, tingginya biaya riset dan pengembangan, serta perang harga yang terus berlangsung menekan margin keuntungan mereka.

Baca juga: Xiaomi Luncurkan Mobil Listrik, Diklaim Bisa Kalahkan Tesla

Ketika raja HP kalahkan raja mobil listrik...

Mobil listrik Xiaomi SU7KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Mobil listrik Xiaomi SU7Xiaomi baru merilis SU7 pada Maret 2024. Nama besar perusahaan ini di industri ponsel pintar ikut berperan dalam mendongkrak penjualan SU7, yang dilengkapi teknologi kokpit digital dan sistem pengemudian otonom tahap awal.

Secara harga, Xiaomi SU7 juga unggul secara kompetitif. Edisi dasar mobil ini dibanderol 235.500 yuan (Rp 568,5 juta), atau sekitar 9 persen lebih murah dibandingkan Tesla Model 3.

Adapun secara keseluruhan, penjualan Tesla di China menurun 4,8 persen pada 2025 menjadi 625.698 unit. Angka ini setara dengan 4,8 persen dari total penjualan kendaraan listrik nasional.

Sebagai perbandingan, pada 2020, Tesla sempat menguasai lebih dari 16 persen pasar EV di China.

Namun, empat tahun kemudian, pangsa pasarnya turun drastis menjadi hanya 6,9 persen, seiring meluasnya model premium lokal yang menawarkan fitur pintar serupa Tesla.

“Karena Model Y tetap menjadi SUV terlaris di China, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Tesla tidak dapat merebut kembali pangsa pasarnya yang hilang,” kata analis independen di Shanghai, Gao Shen.

Gao menambahkan, produsen lokal kini berada di bawah tekanan untuk segera mencapai titik impas, atau berisiko menghadapi keraguan pasar terhadap keamanan dan keandalan produk mereka.

Baca juga: Momen Langka, Presiden Korsel Selfie Bareng Xi Jinping Pakai HP Xiaomi

Isu keselamatan Xiaomi SU7

Xiaomi SU7 Ultra, mobil listrik tercanggih Xiaomi yang dipamerkan di MWC 2025. 
KOMPAS.COM/Yudha Pratomo Xiaomi SU7 Ultra, mobil listrik tercanggih Xiaomi yang dipamerkan di MWC 2025. Isu keselamatan turut menjadi sorotan setelah sejumlah insiden melibatkan Xiaomi SU7.

Pada Maret 2025, tiga orang tewas dalam kecelakaan di Tongling, Provinsi Anhui, saat fitur bantuan pengemudi SU7 diaktifkan.

Menyusul insiden itu, otoritas China memperketat pengawasan terhadap teknologi pengemudian otonom tahap awal.

Kecelakaan lain terjadi pada Oktober 2025 di Chengdu, Provinsi Sichuan, ketika seorang pria berusia 31 tahun diduga mengemudi dalam kondisi mabuk menggunakan SU7 Ultra.

Mobil terbakar dan para pejalan kaki kesulitan membuka pintu untuk menyelamatkan pengemudi, menurut laporan media lokal.

Menanggapi hal ini, pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, menyatakan pada November bahwa keselamatan akan menjadi prioritas utama dalam pengembangan produk-produk baru perusahaan.

Untuk mempertahankan momentum, Xiaomi meluncurkan versi terbaru SU7 pada awal tahun ini. Varian baru ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 900 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Harga awal SU7 versi terbaru ditetapkan 229.900 yuan (Rp 555 juta), naik 6,5 persen dari versi sebelumnya. Edisi teratas menawarkan jangkauan jarak tempuh hingga 902 km, dibandingkan dengan 830 km pada varian Pro sebelumnya.

Baca juga: Parkir Otomatis, Mobil Xiaomi SU7 Hampir Nyemplung Sungai

Tag:  #tesla #keok #mobil #listrik #xiaomi #kini #rajai #jalanan

KOMENTAR