AS Rilis 3 Juta Halaman Kasus Jeffrey Epstein, Seret Nama Trump dan Bill Clinton
Ketua Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat James Comer dan anggota senior DPR Robert Garcia melihat foto mantan Presiden AS Bill Clinton untuk memberikan suara apakah akan menyatakan Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton melakukan penghinaan terhadap Kongres karena mengabaikan panggilan memberikan kesaksian terhadap mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, di Capitol Hill di Washington DC, 21 Januari 2026.(REUTERS/KEV
20:06
31 Januari 2026

AS Rilis 3 Juta Halaman Kasus Jeffrey Epstein, Seret Nama Trump dan Bill Clinton

- Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait kasus kejahatan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein, terpidana yang meninggal dunia pada 2019.

Dokumen tersebut diunggah ke situs resmi Kementerian Kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026), sebagai bagian dari implementasi undang-undang Epstein Files Transparency Act.

Aturan itu disahkan setelah tekanan publik selama berbulan-bulan, dan mewajibkan pemerintah membuka seluruh arsipnya terkait kasus Epstein.

Baca juga: Donald Trump Dituduh Lakukan Kejahatan Seksual dalam Dokumen Epstein

"Rilis hari ini menandai berakhirnya proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada publik Amerika dan kepatuhan terhadap undang-undang tersebut," ujar Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, dikutip dari Associated Press.

Menurut Blanche, dokumen yang dirilis terdiri atas lebih dari tiga juta halaman, lebih dari 2.000 video, dan sekitar 180.000 gambar.

Namun, Blanche menambahkan bahwa sebagian materi masih ditahan karena dikhawatirkan dapat mengganggu penyelidikan yang masih berlangsung atau membahayakan identitas serta informasi pribadi korban.

Ia juga menegaskan, semua perempuan di foto, kecuali Ghislaine Maxwell, disamarkan identitasnya dalam materi visual yang dirilis.

Kementerian Kehakiman menyebutkan, jumlah dokumen yang ditinjau membengkak menjadi sekitar enam juta halaman, termasuk salinan dokumen yang sama dalam berbagai versi.

Baca juga: Profil Ghislaine Maxwell, Perempuan di Balik Skandal Perdagangan Seks yang Mengguncang AS

Dokumen-dokumen yang dirilis sebelumnya

Potret orang-orang terkenal yang pernah memiliki hubungan dengan penjahat seks Jeffrey Epstein, antara lain mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, penyanyi Rolling Stones Mick Jagger, dan Ghislaine Maxwell. Foto ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (19/12/2025).AFP/MANDEL NGAN Potret orang-orang terkenal yang pernah memiliki hubungan dengan penjahat seks Jeffrey Epstein, antara lain mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, penyanyi Rolling Stones Mick Jagger, dan Ghislaine Maxwell. Foto ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (19/12/2025).Perilisan terbaru ini merupakan lanjutan dari rilis dokumen sebelumnya yang dilakukan menjelang Natal 2025.

Saat itu, pemerintah mengunggah puluhan ribu halaman berisi foto, transkrip wawancara, catatan telepon, serta dokumen pengadilan.

Sebagian besar dari dokumen tersebut sudah pernah dipublikasikan sebelumnya, atau mengalami penyuntingan secara menyeluruh.

Beberapa catatan penerbangan yang dirilis menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump sempat menggunakan jet pribadi Epstein pada 1990-an, sebelum hubungan keduanya memburuk.

Dokumen lain juga menampilkan sejumlah foto mantan Presiden Bill Clinton.

Baik Trump maupun Clinton tidak pernah didakwa dalam kasus hukum terkait Epstein, dan keduanya membantah mengetahui aktivitas pelecehan seksual yang dilakukan Epstein.

Selain itu, dokumen yang dirilis sebelumnya juga mencakup transkrip kesaksian dewan juri dari agen FBI yang mewawancarai sejumlah perempuan muda. Mereka mengaku dibayar untuk melakukan tindakan seksual bersama Epstein.

Baca juga: Politikus AS Bocorkan Foto Milik Epstein: Ada Bill Gates hingga Sergey Brin

Riwayat kasus Epstein

Foto Jeffrey Epstein (kanan) dan Donald Trump (kiri).GETTY IMAGES NORTH AMERICA/STEPHANIE KEITH via AFP Foto Jeffrey Epstein (kanan) dan Donald Trump (kiri).Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di sel penjara New York pada Agustus 2019, sebulan setelah ia didakwa atas kasus perdagangan seks secara federal. Kematian Epstein dinyatakan sebagai bunuh diri.

Sebelumnya, pada 2008 dan 2009, Epstein sempat menjalani hukuman penjara di Florida setelah mengaku bersalah atas dakwaan meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur.

Meski penyelidikan saat itu menemukan bukti bahwa Epstein melakukan pelecehan terhadap anak-anak perempuan di rumahnya di Palm Beach, jaksa federal setempat memilih tidak menuntutnya atas dakwaan lebih berat.

Kesepakatan tersebut terjadi sebagai imbalan atas pengakuan bersalah terhadap dakwaan negara bagian yang lebih ringan.

Pada 2021, pengadilan federal di New York menyatakan Ghislaine Maxwell, sosialita asal Inggris, bersalah atas keterlibatannya dalam perdagangan seks. Ia dinilai membantu Epstein merekrut korban-korban yang masih berusia di bawah umur.

Saat ini, Maxwell menjalani hukuman di balik jeruji besi selama 20 tahun di kamp penjara Texas, setelah dipindahkan dari fasilitas federal di Florida. Ia selalu membantah seluruh tuduhan terhadapnya.

Baca juga: Siapa Jeffrey Epstein, Kenapa Kasusnya Seret Orang-orang Top Dunia?

Sumber: Kompas.com (Penulis: Danur Lambang Pristiandaru | Editor: Danur Lambang Pristiandaru)

Tag:  #rilis #juta #halaman #kasus #jeffrey #epstein #seret #nama #trump #bill #clinton

KOMENTAR