8 Penyebab Kaki X dan O pada Anak Menurut Dokter, Orangtua Harus Tahu
Ilusrasi anak berjalan kaki.(Dok. Unsplash/hydrangeaa)
21:36
30 Januari 2026

8 Penyebab Kaki X dan O pada Anak Menurut Dokter, Orangtua Harus Tahu

- Bentuk kaki anak yang tampak menyerupai huruf X atau O kerap membuat orangtua bertanya-tanya. Sebagian kondisi memang masih termasuk variasi normal pertumbuhan, terutama pada usia tertentu. 

Namun, dalam beberapa kasus, kaki X dan O dapat dipicu oleh faktor medis yang perlu diwaspadai sejak dini.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K) menjelaskan, penyebab kaki X dan O pada anak cukup beragam. 

Baca juga: Kaki X dan O pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa Dokter?

Berikut delapan penyebab kaki X dan O pada anak yang perlu diketahui orangtua.

8 pemicu kaki X dan O pada anak

1. Defisiensi vitamin D

Salah satu faktor risiko yang cukup sering ditemukan adalah kekurangan vitamin D. Aulia menjelaskan,

“Salah satu faktor risikonya itu ketika anak memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuh. Vitamin D yang rendah itu membuat kalsium tidak banyak meresap ke tubuh,” tuturnya dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Kualitas tulang yang rendah inilah yang dapat memengaruhi struktur tulang dan berujung pada perubahan bentuk tungkai.

“Kalsium itu baik untuk pertumbuhan tulang anak, jika vitamin D rendah, maka resapan kalsium ke tulang sedikit dan kualitas tulangnya akan rendah,” tambahnya.

2. Berat badan berlebih dan early walker

Berat badan anak yang berlebih serta kebiasaan berjalan terlalu dini juga berperan dalam terbentuknya kaki X dan O.

“Kondisi kaki X dan O ini juga bisa disebabkan berat anak yang berlebih atau anaknya early walker. Normalnya anak bisa jalan setahun, tapi di usia 8 bulan dia sudah bisa berjalan,” jelas Aulia.

Menurutnya, tekanan berlebih pada tulang yang belum matang dapat memengaruhi arah pertumbuhan tulang kaki.

Baca juga: Cara Bangun Kepadatan Tulang Sejak Muda Cegah Osteoporosis Saat Lansia

“Secara teori, kaki anak belum siap untuk berjalan, belum lagi jika berat badannya berlebih dan bisa mengakibatkan blount,” ujarnya.

3. Kelainan bawaan

Kelainan bawaan juga dapat menjadi penyebab kaki X dan O. Aulia menyebutkan contoh kelainannya seperti Achondroplasia atau yang sering disebut kelainan tubuh cebol atau kerdil

“Adapun kelainan bawaan yang menyebabkan tumbuh kembang anak terhambat atau pertumbuhan tulangnya tidak sempurna,” tuturnya. 

Kondisi ini biasanya sudah ada sejak lahir dan memengaruhi proses pembentukan tulang secara keseluruhan.

4. Riwayat trauma

Cedera atau trauma pada tulang kaki anak, baik akibat jatuh maupun kecelakaan, dapat mengganggu lempeng pertumbuhan. 

Jika area ini terdampak, pertumbuhan tulang bisa menjadi tidak seimbang dan memicu perubahan bentuk tungkai.

5. Riwayat infeksi

Infeksi tertentu yang mengenai tulang atau sendi juga dapat memengaruhi pertumbuhan tulang anak. Infeksi yang terjadi pada masa pertumbuhan berpotensi merusak jaringan tulang, sehingga arah pertumbuhannya menjadi tidak optimal.

6. Tumor pada tulang

Meski jarang terjadi, keberadaan tumor pada tulang dapat mengganggu struktur dan pertumbuhan tulang. 

Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi keseimbangan pertumbuhan antara sisi kanan dan kiri tungkai.

7. Kelainan saraf

Gangguan pada sistem saraf juga bisa berdampak pada postur dan posisi tungkai anak. 

Ketidakseimbangan kontrol otot akibat kelainan saraf dapat memengaruhi cara anak berdiri dan berjalan, sehingga lama-kelamaan memengaruhi bentuk kaki.

Baca juga: Waspadai Penggunaan Steroid Jangka Panjang pada Anak, Ini Dampaknya bagi Tulang

8. Gangguan autoimun

Gangguan autoimun tertentu dapat memengaruhi jaringan tubuh, termasuk tulang dan sendi. 

Peradangan kronis yang terjadi dapat mengganggu proses pertumbuhan tulang dan memicu perubahan bentuk tungkai. Aulia menegaskan pentingnya pemantauan rutin.

“Nantinya anak akan kami evaluasi pertumbuhannya, apakah ada perubahan atau tanda-tanda fisik yang terlihat,” terang Aulia.

Dengan memahami berbagai penyebab kaki X dan O, orangtua diharapkan tidak langsung panik, tetapi juga tidak mengabaikan tanda-tanda yang muncul. 

Pemantauan pertumbuhan, pemenuhan nutrisi yang baik, serta konsultasi ke dokter menjadi kunci agar kondisi kaki anak dapat ditangani secara tepat dan optimal.

 Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Tulang Anak sejak Dini Menurut Dokter

Tag:  #penyebab #kaki #pada #anak #menurut #dokter #orangtua #harus #tahu

KOMENTAR