Menikmati Bromo dari Lereng Tosari, Tinggal Lebih Lama di Tengah Alam dan Budaya Tengger
Kawasan Jambuluwuk Hotels & Resort. (Istimewa)
12:49
31 Januari 2026

Menikmati Bromo dari Lereng Tosari, Tinggal Lebih Lama di Tengah Alam dan Budaya Tengger

 

- Kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan, selama ini dikenal sebagai salah satu jalur menuju Gunung Bromo. Berada di dataran tinggi, wilayah ini menawarkan udara sejuk, lanskap perbukitan, serta suasana tenang yang kontras dengan ramainya kawasan wisata utama Bromo di jam-jam tertentu.

Di kawasan ini, berdiri sebuah area penginapan terpadu bernama Jambuluwuk Resort & Poshtel Bromo, yang dirancang mengikuti kontur alam perbukitan. Bangunan-bangunannya tidak menjulang, menyebar di lahan luas dengan dominasi elemen kayu dan ruang terbuka. Dari sejumlah titik, panorama pegunungan dan kota di kejauhan dapat dinikmati tanpa terhalang.

Pilihan akomodasi di kawasan ini cukup beragam. Ada unit kamar yang dirancang untuk tamu individu hingga keluarga, termasuk kamar bertingkat yang memungkinkan berbagi ruang secara nyaman. Selain itu, tersedia pula area penginapan bergaya hostel modern yang lebih menekankan kebersamaan, dengan ruang komunal sebagai pusat aktivitas dan interaksi antartamu.

Fasilitas pendukung tersebar di dalam kawasan. Kolam air hangat indoor menjadi salah satu tempat favorit untuk beristirahat setelah perjalanan panjang atau usai menjelajah Bromo. Tersedia pula area olahraga, pusat kebugaran, sauna, serta ruang terbuka yang kerap digunakan untuk kegiatan bersama.

Salah satu area yang kerap menjadi titik singgah adalah restoran di lereng perbukitan. Dari tempat ini, pengunjung dapat menikmati bentang alam terbuka sambil menyantap hidangan. Menu yang disajikan banyak mengangkat cita rasa Nusantara dengan sentuhan masakan rumahan khas Jawa Timur.

“Beberapa menu disusun dari bahan yang mudah dijumpai di sekitar kawasan pegunungan,” ujar George Edwin, chef yang terlibat dalam pengelolaan dapur di kawasan tersebut.

Nuansa budaya lokal terasa kuat di berbagai sudut. Penamaan ruang, ornamen, hingga desain bangunan mengacu pada budaya Suku Tengger. Di area terbuka, terdapat taman dan aviary dengan pepohonan khas dataran tinggi yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya ruang hijau.

Bagi tamu yang ingin beraktivitas ringan, tersedia jalur jalan kaki di sekitar kawasan yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana alam secara lebih dekat. Aktivitas berbasis edukasi juga hadir, terutama untuk anak-anak, dengan mengenalkan proses sederhana yang berkaitan dengan kehidupan pertanian warga sekitar.

Akses menuju kawasan inti Bromo tetap menjadi daya tarik utama. Dari Tosari, perjalanan menuju Penanjakan atau lautan pasir dapat ditempuh menggunakan kendaraan lokal yang telah lama menjadi bagian dari sistem wisata di Bromo. Dengan bermalam di kawasan ini, wisatawan memiliki waktu lebih leluasa untuk mengatur ritme perjalanan.

Dalam pengelolaannya, kawasan penginapan ini melibatkan masyarakat setempat. Warga sekitar berperan dalam operasional harian hingga penyediaan kebutuhan pangan. “Sebagian besar aktivitas operasional melibatkan warga di sekitar Tosari,” kata Marchella Purwanaika, VP Marketing Jambuluwuk Hotels & Resort.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Bromo tanpa tergesa, Tosari menawarkan pengalaman berbeda: tinggal lebih lama, menyatu dengan alam, dan melihat kehidupan pegunungan dari jarak yang lebih dekat—bukan sekadar singgah, lalu pergi. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #menikmati #bromo #dari #lereng #tosari #tinggal #lebih #lama #tengah #alam #budaya #tengger

KOMENTAR