Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram
Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau Dirut BEI. Tugas pertamanya tidak main-main, bertemu MSCI. [Dok PT BEI]
01:14
1 Februari 2026

Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram

Baca 10 detik
  • Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI pada Sabtu malam (31/1/2026) menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri.
  • Jeffrey akan mewakili BEI dan OJK dalam pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (2/2/2026) terkait masalah indeks.
  • Pengunduran diri pejabat BEI dan OJK dipicu oleh pembekuan indeks MSCI akibat isu transparansi kepemilikan saham dan *coordinated trading*.

Jeffrey Hendrik sudah ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia atau PT BEI, demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Sabtu malam (31/1/226) di Jakarta.

Jeffrey Hendrik, yang yang saat ini masih menjabat sebagai Direktur Pengembangan PT BEI, akan diumumkan secara resmi sebagai Dirut BEI pada Senin pagi (2/2/2026). Tugas di hari pertamanya bekerja sangat penting, yakni mewakili BEI dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) - perusahaan keuangan asal Amerika Serikat di balik ambruknya indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir pekan ini.

“Iya (Jeffrey jadi Pjs Dirut BEI),” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan usai rapat bersama Menko Perekonomian, Danantara, OJK dan BEI di Wisma Danantara.

Menurut Purbaya, Jeffrey bersama timnya bakal menjadi representasi BEI dalam pertemuan bersama MSCI pada Senin besok (2/2/2026).

Menkeu menyatakan pemerintah tidak ikut andil dalam pertemuan tersebut.

“Dia menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur di internal mereka. Pemerintah enggak ikut campur,” tuturnya.

Jeffrey Hendrik, yang ditemui terpisah di acara tersebut, mengatakan ia akan menggelar rapat bersama MSCI secara online pada Senin. Rapat itu akan turut diikuti perwakilan regulator yakni Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

“Pertemuan secara online. Saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketemu dengan petinggi MSCI. Dari OJK juga akan ikut,” ujar Jeffrey.

Melalui pertemuan secara daring itu, BEI dan OJK akan menyampaikan kepada pihak penyedia indeks global tersebut, bahwa pasar modal Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola.

“Kita akan meyakinkan kepada indeks provider global, bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.

BEI Akan Beroperasi Normal

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan pihaknya akan mengumumkan Pjs Dirut BEI sebelum jam pembukaan perdagangan Bursa pada Senin pagi.

Jeffrey mengatakan operasional BEI tetap akan berjalan secara normal dan proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen juga tidak akan terganggu sama sekali.

“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.

Jeffrey melanjutkan BEI akan terus meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia, serta mencermati perkembangan terakhir terkait dengan kebutuhan Indeks Provider Global.

"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,” ujar Jeffrey.

Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Rina] PerbesarDirektur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Rina]

IHSG Ambruk Bos Bursa Mengundurkan Diri

Sebelumnya Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Utama BEI pada Jumat pagi (29/1/2026) setelah IHSG ambruk sangat dalam sejak Rabu (28/1/2026). Empat petinggi OJK belakangan juga ramai-ramai mengundurkan diri di hari yang sama.

Rontoknya saham-saham di bursa Indonesia terjadi setelah penyedia indeks global terkemuka MSCI mengumumkan hasil konsultasi pasar mereka untuk sekuritas Indonesia.

Di dalamnya antara lain MSCI memutuskan untuk membekukan sementara seluruh perubahan indeks untuk pasar Indonesia. Ada dua alasan di balik keputusan itu.

Pertama, MSCI menilai adanya masalah serius terkait transparansi struktur kepemilikan saham yang dinilai belum memenuhi standar keterbukaan internasional. Kedua, terdapat kekhawatiran mendalam mengenai indikasi "coordinated trading behavior" atau perilaku perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham tertentu, sehingga harga yang terbentuk tidak mencerminkan valuasi yang wajar.

Sebagai konsekuensinya MSCI tak lagi menerima emiten baru di dalam indeks mereka serta membekukan segala bentuk kenaikan bobot saham Indonesia. Alhasil investor institusi global ramai-ramai menjual saham mereka sehingga IHSG terjun bebas yang memaksa BEI melakukan dua kali trading halt atau penghentian perdagangan karena kondisi darurat pada Rabu dan Kamis kemarin.

Pada Jumat pagi, Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Ia mengatakan keputusan ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Selanjutnya, pada Jumat sore sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua DK OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi bidang pasar modal mengumumkan pengunduran diri.

Mereka adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) IB Aditya Jayaantara.

Mahendra menyatakan pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

Namun, usai pengumuman pengunduran ketiga pejabat tersebut, pengunduran diri dari jabatan juga diikuti oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, sebagaimana siaran pers pada pukul 21.00 WIB.

Sebagai gantinya pada Sabtu sore OJK mengumumkan menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Selain itu, OJK juga menetapkan Hasan Fawzi Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.

Sebagai ganti Iman Rachman di kursi Dirut PT BEI ditunjuklah Jeffrey Hendrik.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #jeffrey #hendrik #jadi #dirut #tugasnya #hari #pertama #kerja #cukup #seram

KOMENTAR