Pertamina Akui Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000 per Liter
Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
20:08
10 Mei 2026

Pertamina Akui Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000 per Liter

- PT Pertamina Patra Niaga mengakui selisih antara harga jual eceran dan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax semakin melebar.

Di tengah pelemahan rupiah dan tensi geopolitik global, harga keekonomian Pertamax diperkirakan bisa melampaui Rp 17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan estimasi tersebut sangat mungkin terjadi jika mengacu pada harga pasar saat ini.

Sebagai gambaran, ia menyinggung selisih harga antara Pertamax dan produk di atasnya, yakni Pertamax Turbo.

"Bisa bahkan bisa lebih (dari Rp 17.000), mengacu harga pasar dan berkaca pada analogi pada saat harga Pertamax Rp 12.300, harga Pertamax Turbo Rp 13.100, nah sekarang harga Turbo Rp 19.900 di Jakarta," kata Roberth saat dihubungi, Minggu (10/5/2026).

Baca juga: Daftar 13 SPBU Pertamina Tak Lagi Jual Pertalite, Bertahap Beralih Jadi SPBU Signature

Subsidi Pertalite ikut bergerak

Roberth mengatakan beban subsidi Pertalite juga sangat fluktuatif.

Saat ini Pertalite dijual Rp 10.000 per liter, sementara harga keekonomiannya mencapai Rp 16.088 per liter.

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan rupiah yang menyentuh Rp 17.300 per dollar AS serta perkembangan geopolitik global.

"Untuk Pertalite akan mengikuti perkembangan harga ya, karena dengan adanya kondisi geopolitik angka subsidi ini terus bergerak mengikuti iklim geopolitik. Sementara untuk Pertamax sementara ditanggung Pertamina dan diganti oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan," terangnya.

Roberth menegaskan Pertamina tetap mengikuti arahan pemerintah terkait kebijakan harga BBM.

"Sampai kapan-nya (harga Pertalite dan Pertamax ditahan) adalah saat ini Pertamina sebagai Badan Usaha Pemerintah dan sebagai Operator akan mengikuti dan patuh pada arahan Pemerintah tentunya. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Pemerintah ke Pertamina," pungkasnya.

Baca juga: ESDM Jelaskan Alasan Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU Pertamina

Pengamat perkirakan harga ideal Pertamax Rp 17.080

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai selisih harga jual dan harga keekonomian BBM saat ini cukup lebar.

Berdasarkan perhitungannya per April 2026, harga batas atas Pertalite diperkirakan mencapai Rp 16.968 per liter.

Sementara itu, harga keekonomian Pertamax diperkirakan berada di level Rp 17.080 per liter.

"Perhitungan ini berdasarkan formula yang digunakan oleh Kepmen ESDM saat ini. Di mana harga BBM ditentukan oleh harga MOPS, nilai tukar, dan bobot alpha-nya yang ada di Kepmen ESDM tersebut," ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Pertamina Patra Niaga: Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000

Tag:  #pertamina #akui #harga #keekonomian #pertamax #bisa #tembus #17000 #liter

KOMENTAR